CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
kabur rumah sakit


__ADS_3

"kamu belum pulang..jadi sekarang pulang..aku akan jaga diriku..tenang saja..!"ucap satria.


"aku mohon pulang..ya..!"ucap satria.


"hmm baiklah..nanti siang aku pulang..!"ucap julya.


"tdk...pagi ini!"ucap satria.


julya meunduk dan mengangguk


Paginya


julya sampai dirumahnya dengan lesu


"julya .."bunda memeluknya karna rindu.


"hiks...hiks...hiii kamu kemana saja...!"


"ahh aku lupa aku ada tugas dikampus!"ucap julya.


julya memeluk bundanya dengan erat


"sayang.. kenapa handphone tdk kau jawab...!"ucap ayah.


"hmmm!"ucap julya.


"ya sudah sekarang istirahat lah..bunda temani!"ucap bunda.


DIRUMAH SAKIT


Satria baru ingat jika pagi ini dia punya tugas dikampus,dia pun melepas infusnya dan bangun memakai pakaiannya,dan bergegas berjalan keluar kamarnya,dia pun tdk mengatakan apa apa pada pihak rumah sakit.


Satria langsung pulang menggunakan taksi, sebenarnya masih perih namun mau bagaimana lagi,dia harus pulang.


Sampai di rumah dia langsung kekamar karna keadaan rumah sepi.


langsung mengambil jas Presma nya dan menelpon Raka,Raka dia seorang BEM (Badan eksekutif mahasiswa)


"Raka..aku..akan kekampus bisa kau urus sebentar!"lirih satria.


"heh dari saja lu udah 1 Minggu kita nyiapin lu malah hilang..gimana sih!"kesel Raka.


"ya...gw minta maaf!"ucap satria memakai pakaiannya.


Satria lari larian dikamar menyiapkan barang barangnya,karna dia yakin hari ini pasti sekjen dan bendahara nya lagi marah padanya,satria bakal ambil pekerjaan yg belum sempat selesai tanpa dirinya.


"nanti gw siapin pidato kau urus aja gw...minta bantuan...please banget..urus tugas gw ya..!"ucap satria.


"kagak kagak...kagak..gw gk mau!"ucap Raka menutup telpon.


"ya kali gw yg memerintah nanti gw yg disalahin"batin Raka setelah menutup telpon.


satria meningkatkan rasa sabarnya dan bergegas turun.


"bibi..jika mamaku datang bilang aku kampus!"ucap satria bergegas pergi dengan wajah pucat nya.


Sampai dia dikampus


satria meminum air botol dan bergegas menyiapkan semua acaranya Rektor nya.


dia harus bolak balik semua tugas tergantung padanya.


rektornya sudah marah 1 Minggu yg lalu karna baru hari ini satria balik,sedangkan acara diserahkan padanya.

__ADS_1


bisa dikatakan semua BEM sedang marah padanya,karna Presma yg bertugas untuk ini namun sang Presma baru terlihat.


"kenapa kau baru datang?"ucap rektor


"kau sudah siapkan pidato?"


"apa saya bisa tanpa masuk panggung?"tanya satria.


Vani datang meminta surat yg dibuat satria.


"aku minta berkas Minggu lalu!"


"ahh aku belum selesai!"


sang rektor geram melihat cara kerja satria dan langsung pergi.


Vani juga pergi dengan kesal,satria mengetik dilaptopnya sesekali dia menggigit bibir bawahnya dan memejamkan mata karna sakit dibagian perutnya masih terasa.


3 Jam dia bolak balik menyelesaikan tugasnya,dia terduduk dibangku depan kelas dan menunduk,dia memejamkan mata tertidur sambil nunduk.


sorenya ada kelas juga,julya datang sendiri melihat satria duduk menyilang kan kaki di bangku.


"satria..!"ucap julya dari jauh.


julya berlari dan mengangkat dagu satria


"kenapa kamu pulang dari rumah sakit?"bentak julya.


"hmm!"jawab satria.


"kamu kenapa?"tanya julya.


"dokter bingung mencarimu...ini!"ucap julya memberi obat yg belum ditembus satria.


satria mengangguk


julya memberi obat itu dari tangannya dan memberi minum.


"masuklah dosen akan datang!"ucap satria,masuk duluan ke mejanya.


satria menjadi pendiam sampai jam pulang dia pulang sendiri kerumah.


baru sampai ke rumah satria sudah ditelpon julya.


"apa kamu sudah sampai rumah?"tanya julya.


"hmm sudah..baru juga sampai!"ucap satria.


"aku mau istirahat aku tutup telponnya!"ucap satria.


satria pun masuk kerumah,


"satria ...kamu pulang kok gk bilang...!"ucap mama.


"aku pulang rumahnya sepi!ada bibi saja!"ucap satria.


Satria duduk disofa merebahkan tubuhnya,


Brum..brumm...brumm


suara mobil masuk ke garasi rumah


crittt

__ADS_1


suara pintu terbuka memperlihatkan galih yg sebagai ayah datang dari kantor,satria hanya melirik dari ekor mata.


"satria...kamu sudah pulang ternyata!kenapa tdk bilang?"tanya ayah.


"hmm aku lupa!"gumamnya.


Galih duduk diujung sofa melihat wajah putranya yg sedang memejamkan mata.


"wajahmu pucat sekali!kau sakit?"tanya ayah.


"ahhh aku hanya capek!"ucap satria.


satria malah kepikiran siapa pelaku dari penyerangan nya saat dihutan.


"apa julya melihat wajahnya saat itu?ahh tdk mungkin itu kan sudah malam!"batin satria yg sedang berargumen.


"lalu untuk apa orang itu ingin membunuhku?orang itu pasti sudah merencanakan hal itu sejak lama!"batin satria bengong,malah di lihat ayahnya.


"apa yg kamu pikirkan?"tanya galih.


"apa ayah punya musuh perusahaan?"tanya satria.


galih tentu kaget atas pertanyaan putranya,


"ya pastinya musuh pasti ada jika kamu punya perusahaan!"ucap galih.


"aku penerusnya orang itu pasti ingin membunuhku karna ingin perusahaan ayah hancur jika aku tiada!"batin satria.


"tapi siapa yg merencanakan hal itu?ayah pasti bakal tdk mau menanggapi nya!"batin satria.


"apa aku besok boleh ke kantor ayah?"tanya satria.


"tumben...beneran?ya boleh kenapa tdk?"ucap galih karna tumben satria mau ikut.


satria pun kekamarnya dan berganti baju,bentuk perutnya yg abs yg isi luka jahitan pun masih basah.


satria mengoleskan sendiri pastinya perih dan sangat ngeri jika mengingatnya.


satria seketika menyudahi dan memakai pakaian hitam agk transparan supaya dia mendapat angin untuk lukanya.



satria pun turun dan duduk dimeja makan


"Mama..apa Mama bisa buatkan aku bubur?"tanya satria, tumbennya minta bubur.


"kau sakit?"tanya ayah yg juga turun dari atas.


"hmm tdk..aku hanya ingin makan bubur!"ucap satria.


bagaimana mau makan bubur..dia saja belum sebulan operasi aja mana bisa makan,makanan berat dan pedas.


"yasudah mama buatin, tapi kamu harus,makannya harus dimakan jangan kau minta tanpa memakannya."ucap mama.


"hmm iya..cepet bunda..!"ucap satria.


galih tdk sengaja melihat pakaian bening yg dipakai satria.


"satria..kenapa ada perban?"tanya galih.


satria reflek langsung menutupinya


"maaf kau tdk papa..apa kau baik baik saja?"tanya galih.

__ADS_1


__ADS_2