CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
Julya melepaskan satria


__ADS_3

satria berusaha mengingat setiap wajah julya dengan rinci.


"Ju..lya...!"lirih satria.


satria sudah lemas setelah dipukul habis habisan tanpa diberi makan.


Siregar menampar satria sampai satria tdk berdaya lagi,dan pingsan.


keesokan paginya


galih dan istrinya melaporkan kepolisi untuk mencari putranya yg menghilang dari kemarin.


"ayah...satria dimana..."tangis Mama,menunggu disofa menangis dipelukan suaminya.


Siregar sampai datang lagi kegedung itu dan melihat satria yg sudah tdk berdaya.


"heh bangun!!!"bentak siregar.


satria membuka mata dan menatap Siregar.


"le..paskan aku...!"lirihnya.


"aku harus membunuhmu dulu baru aku bebaskan!"ucap Siregar.


drtttt....drtttt....drtttt...."suara handphone Siregar.


tercetak nama julya.


"julya....ada apa?"tanya Siregar.


"Jul ...ya..!"lirih satria.


ajudan langsung membekap mulut satria,dengan cepat.


"tutup mulutmu!"ucap ajudan.


Siregar menjauh dan memberi perintah dengan isyarat,memukul satria lagi.


bughh....bugh...bugh..bugh..


satria sudah tak berdaya dia sudah lemes,dari kemarin dia kelaparan.


seorang ajudan memberi minum kemulut satria, bagaimana dia bakal kenyang jika akan dikasih air minum saja.


3 Hari kemudian


satria jika bisa memilih dia bakal mati daripada dia terus tersiksa.


satria melihat beling kaca dia pojok kursi yg dia pakai.


dia baru sadar jika itu penyebab tangan satria ikut berdarah.


karna tali yg digunakan tali tambang jadi satria berusaha memutuskan tali itu,dengan cara menggesekkan ke beling kaca.


Siregar sudah mengangkat Raksa sebagai presdir, diperusahaan.


"dasar paman bodoh!"batin raksa.


Siregar berbicara pada ajudannya,dan julya menguping pembicaraan itu.


"ahh banyak omong kamu bunuh saja dia hari ini!"ucap siregar.


"tuan yakin bakal membunuh nya?"tanya ajudannya,memastikan.


"siapa yg bakal ayah bunuh?"batin julya yg mulai khawatir.


"buatkan juga dia batu nisan!"ucap Siregar,yg begitu bahagia bakal melihat perusahaan satria Datama ambruk tanpa penerus.


"batu nisan?atas nama siapa tuan?"tanya ajudannya.


"Satria Sanjaya!!!"ucap ayah.


ayah juga menyelipkan senjata api di dalam jas ajudannya.


"pistol?satria?apa satria masih hidup?"batin julya yg membungkam mulutnya sendiri.


Antara dia bahagia dan khawatir atas pembunuhan yg akan didalangkan ayahnya lagi.


Julya tdk begitu khawatir atas satria,karna dia tahu jika dia banyak berharap dia bakal sakit hati sendiri.

__ADS_1


julya pun mengikuti kemana ajudannya itu pergi.


sampainya digudang itu.


ajudan tdk langsung menemui satria,dia juga lelah dan butuh istirahat padahal tugasnya hanya melakukan kekerasan kepada satria selama seharian.


Julya pun mengendap keruangan dimana ada lampu yg masih menyala.


Julya pun masuk dan melihat satria yg sudah tdk berdaya.


segera julya melepas ikatan ditangan satria.


"hey...hey ...bangun bangun!!"ucap julya.


satria pun membuka mata dan melihat seorang wanita didepannya.


"ayo ..ayo kita pergi!"ucap julya menarik tangan satria.


"akhhhh !"pekik satria saat tangannya yg memar membiru karna pukulan.


"ahh maaf !"ucap julya malah menarik tangan satria makin kencang,satria pun ngekor dan menahan sakit dipergelangan tangannya.


sampai ditengah jalan satria berhenti dan duduk ditrotoar.


julya juga duduk karna dia capek juga,hari juga sudah malam.


"heh kau siapa?"tanya satria,yg sudah lupa.


"hmm?"ucap julya tdk menduga jika satria bakal lupa padanya.


"aku bertanya!!!"ucap satria.


"aku julya!"ucapnya lagi.


"kau putri Siregar aku tau!"ucap satria.


"kau pasti kenal diriku kan!"ucap julya.


"tdk aku tdk kenal dirimu,ayahmu yg menelpon memanggil namamu!"ucap dingin satria.


"kenapa kau membebaskanku?"tanya satria.


satria menyeringai "kau yg bakal membunuh dengan tampang polosmu itu?"


"tdk tdk tdk!aku tdk sekeji itu!"ucap julya.


"aku akan memanfaatkan nya!"batin satria.


"aku dengar ayahmu orang yg paling berpengaruh di dikotamu!"ucap satria.


"aku mau bilang ayahku orang yg berpengaruh di negara ini!"bangga satria.


"lalu?aku harus bilang wow gitu?"


"jadi...aku akan mengatakan dimedia jika aku diculik oleh tuan Siregar dan aku disiksa habis habisan,jadiiii ayahmu bakal hancur bisnis, repotasi,harga diri dll termasuk kekayaan"ancam satria


"jangan....aku mohon jangan...aku akan merasa bersalah jika itu terjadi,aku akan menuruti keinginan mu tapi aku mohon jangan katakan nanti, ayahku yg menculilk dan menghajarmu habis habisan"ucap julya memohon dikaki satria.


"apa kau tdk ada harga diri membiarkan dirimu seperti ini?"tanya satria,tdk peduli julya dikakinya.


"hey ayahmu ingin ayahku yg berlutut dikakinya kenapa sekarang kau berlutut dikakiku...?"ucap satria berjalan membiarkan julya.


julya pun mengekor dibelakangnya.


"ini sangat jauh dari rumah mu... bagaimana kau akan pulang...?tanya julya.


"aku akan kehotel bermalam satu hari!"ucap satria.


julya terus mengikuti satria kemana pun dia pergi.


"aku ingin pinjam handphone mu!"ucap julya.


julya memberinya,satria menelpon ayahnya


"ayah...aku tdk papa..aku ada kota S*o*l jadi jangan khawatir!"ucap dingin satria.


"kenapa kamu tdk memakai handphone mu?"tanya Siregar ditelpon.


"handphone ku hilang, aku tdk tau dimana!"ucap satria.

__ADS_1


Setelah 5 menit menelpon akhirnya terputus dan mengembalikan handphone itu.


"hey nona aku sudah baik padamu!"ucap satria.


"kapan?aku tdk merasa!"ucap julya


"aku sudah tdk membunuhmu walau ayahmu melakukan ini padaku!"ucap satria,berjalan lagi kesebuah hotel.


dia melakukan check in dadakan


"tuan anda baik baik saja?"tanya recepsionis melihat wajah satria penuh luka.


"hmm tdk papa pesanku satu kamar, cepat!"ucap satria.


selesai mendapatkan kamarnya satria bergegas pergi.


julya segera menahan tangannya


"hey aku tidur dimana?kau hanya check in satu kamar!"ucap julya.


"aku tdk mau membuang uang untukmu jadi aku pesan satu kamar!"ucap satria berlalu.


"berdua?"tanya julya.


satria mengangguk yg artinya membenarkan hal itu.


Saat masuk kekamarnya satria langsung mandi,julya malah duduk kaku di sofa, bagaimana mungkin dia sekamar dengan seorang yg dikenal namun sifatnya beda dari yg dulu.


30 menit kemudian


satria keluar dari kamar mandi dengan setengah telanjang.


Memperlihatkan dada eksotis nya.


saat itu julya tdk sengaja melihat hal itu


"arghhhh!!!"triak satri menutupi tubuhnya dengan tangan.


"hey apa yg kau liat...berbalik sana!"ucap satria.


julya yg melihat tertegun sebentar dan mengedipkan mata beberapa kali.


julya pun masuk kekamar mandi namun satria menariknya lagi.


"apa apa?"kaget julya


"belikan aku pakaian sana!"ucap satria,percaya diri memperlihatkan dada bidangnya.


"kenapa harus aku?"tanya julya menutup matanya.


"bagaimana caraku keluar seperti ini?aku akan jadi tontonan nanti!"ucap satria.


"ya ya..mana uang?"menadah tangan.


satria memberi kartu kredit,julya pun keluar dengan malasnya.


satria malah duduk santai dimejanya, menunggu kedatangan julya.


julya membeli satu baju yg dia tdk tau ukuran tubuh satria,parfum dan juga dia membeli eskrim lonjong,untuk dia makan nanti.


25 menit kemudian


julya kembali kehotel dan membuka pintu kamarnya.


"ini bajunya!"ucap julya.


satria pun membuka dan malah mengambil eskrim yg baru saja julya beli,tanpa sepengetahuan dari julya.


julya yg melihat pun malah merengek"hah...kenapa kau memakan es krim ku...!!!"


"hmm aku kira es krim ku!"ucap datar dan tenang dari satria.


Satria jalan keujung ranjang membawa kotak obat dan masih setia dengan es krimnya.


"jangan berdiri saja...obati karya ayahmu ditubuh ku!"ucap satria.


"aku tdk mau!!!"ucap julya.


satria dia tdk memaksa,satria pun memberi es krim bekas ke julya,dan malah langsung dilahap.

__ADS_1


__ADS_2