CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
julya datang ke ayahnya


__ADS_3

satria bangun dan membalikkan tubuhnya dan melihat Siregar.


DEGGGG


Siregar sungguh kaget melihat orang yg dia kira sudah tiada.


"satria?dia satria?"batin Siregar.


satria menatap dengan serius,dia mengingat saat dia di toilet,ditonjok,ditarik,semua seperti puzzle,satria memegang kepalanya.


"akh..!"pekiknya saat mengingat sesuatu.


galih segera menerobos masuk dan langsung memeluk satria.


"tenang tenang!jangan kau berpikir sesuatu!"ucap galih, mendudukkan satria di kursi putarnya.


galih menghampiri Siregar


"kau pergi sekarang dengan rasa hormat atau pergi diseret satpam!"ancam galih.


"hmmm putramu payah..!"ledek siregar,langsung pergi.


galih langsung menghampiri satria yg masih kesakitan,dan memeluknya.


"tenangkan pikiranmu..tenanglah..dia bukan siapa siapa!"ucap galih.


galih memeluk kepala satria,dan satria mencengkram jas ayahnya untuk menyalurkan sakitnya.


satria melepas pelukannya dan memejamkan matanya sebentar.


galih mengambil botol minum,galih membukakan botol minum dan memberi minum ke satria.


"apa udah reda?"tanya galih.


satria mengangguk dan meminum airnya lagi.


Dirumah Siregar.


Julya kembali atas permintaan ayahnya


"terasa beda!"ucap julya melihat suasana bedanya.


julya disuruh datang ke kantor oleh sang ayah,walau pun berat menerima ayahnya dibalik dalang penikaman dan kecelakaan orang yg pernah dia cintai.


"kenapa ayah menyuruh ku kekantor?"julya yg sudah mulai cuek dengan ayahnya.


"kamu berubah?"ucap Siregar.


"ya aku berubah!"ucap julya.


"ada apa ayah mencariku?"tanya julya.

__ADS_1


"kamu mau jadi direktur utama perusahaan ini?hanya untuk sementara!"ucap Siregar.


"kenapa aku?"tanya julya.


"ayah baru memecat direktur,ayah percaya padamu jadi ayah memberikan padamu!"ucap Siregar.


"aku akan memikirkan nanti!"ucap julya pergi dari ruangan ayahnya.


"ayah tdk memaksamu!jika kau tdk mau tdk papa!"ucap Siregar.


julya tdk menghiraukan dan malah pergi dari kantor itu.


"apa aku harus kerja sama dengan keponakanku?"batin Siregar.


"aku harus bicara dengannya!"ucap Siregar bangun dari duduknya dan bergegas membuat janji.


"Raksa apa kamu bisa bertemu paman?"tanya Siregar dari telpon.


"ahhh baiklah..aku akan kesana!"ucap Raksa.


Raksa dia keponakan dari Siregar,dia baru saja lulus kuliah.


Dia hidup sendiri,karna saudara dari Siregar yaitu ayah Raksa telah tiada dengan istri nya,11 tahun yg lalu,karna kecelakaan.


Dikantin kantor Satria Datama.


ini sudah jam makan siang jadi galih dengan satria makan siang di kantin.


"Trimakasih!"


satria tdk banyak ngomong dia sangat jarang ngomong karna moodnya hancur terus.


"apa ayah harus membuka pembicaraan?"tanya ayah.


satria bahkan tdk menjawabnya hanya melirik dan melanjutkan makannya.


"apa kau nyaman menjadi Presdir?"tanya ayah.


satria hanya mengangguk sesekali melirik ayahnya saat menghela nafas.


"apa ayah harus membawamu kepsikiater?"tanya ayah.


satria tersenyum sinis dan menatap tajam ayahnya.


"aku yg harusnya membawa ayah kepsikiater!"ucap satria.


"kenapa harus ayah?"kaget galih.


"ayah yg tdk membiarkan aku bebas,apa ada kelainan jiwa pada ayahku ini?ayah selalu membuntutiku aku sudah dewasa aku bukan anak kecil yg harus ayah tuntun ke mana mana!"ucap satria.


Galih yg kesal dengan perkataan putranya akhirnya meninggalkan tempat makan,dan membiarkan putranya sendiri.

__ADS_1


satria hanya diam tdk peduli,dia tdk mengurus dirinya sendiri.


bahkan waktu dia minum obat dia lupakan begitu saja.


Saat dia kembali keruangannya dia sibuk bahkan saking sibuknya dia tdk sadar jika hari sudah mulai malam.


galih bergegas menghampiri ruangan satria,dan melihat satria yg tertidur di kursinya.


"ahh dia pasti lelah!"gumam ayah membereskan kertas dokumen dimeja satria.


satria terbangun karna suara kertas yg terlampir lampir.


"eunghhhhhh!"satria mengucek matanya dan melihat ayahnya sedang membersihkan ruangannya dari dokumen.


"hmm apa kamu lelah?"tanya ayah.


"hmm...!"ucap satria masih mengantuk.


"ayo pulang kita akan pulang!"ucap ayah,


galih melihat satria belum mengambil obatnya.


"kamu tdk minum obat?"tanya ayah.


dengan gampangnya satria menjawab"belum"


ayah pun keluar dari ruang satria dan kembali membawa tasnya.


"satria..ayo pulang!"ucap ayah.


satria malah tertidur dikursinya lagi


"aishh tidur lagi?"


"satria..ayo kita pulang !"ucap galih membangunkan satria.


satria kebangun lagi dan berdiri untuk pulang


Dimobil


satria tertidur dikursi belakang bahkan dia melepas jasnya.


galih tersenyum melihat dari kaca mobil,wajah putranya yg bisa dikatakan sempurna dimata wanita.


Dan juga wajah putih nya bak pangsit rebus.


Sampainya dirumah,karna galih tdk tega membangunkannya jadi galih menggendong satria dipunggungnya.


"loh kok ketiduran!"ucap mama melihat suaminya menggendong putra semata wayangnya.


galih hanya menggeleng tersenyum dan naik kekamar satria.

__ADS_1


__ADS_2