
"kau mempermainkan ku?"tanya julya.
satria menarik tangan julya dan membawa ke toilet dan mendorong ke dinding.
"akh!"pekik julya saat punggungnya terbentur dinding.
"aku memang mencintai mu...tapi itu kemarin sebelum ayahmu mengakui perbuatannya pada ku!"ucap sinis satria.
"Apa yg dilakukan ayahku padamu?apa salah ayahku?"bentak julya,sambil menangis.
"tentu salah!!!!"bentak satria.
"apa salahku?apa salahku sampai ayahmu menyuruhmu untuk membawaku kehutan 1 bulan yg lalu?apa itu rencana kalian?hah jawab"bentak satria, kesabarannya telah tdk bisa ditahan.
"maaf aku kesal...!"ucap satria meninggalkan julya di toilet.
julya menahan tangan satria
"katakan apa maksudmu!!!"ucap julya.
"apa ?apa kau pura pura beg*?"sinis satria.
"ya...aku b*go...aku sangat b*go...karna aku tdk tau apa apa atas kejadian disekitar ku!"jawab julya.
"katakan apa yg dikatakan ayahku kemarin!"minta julya.
"ayahmu mengakui hal yg tdk pernah terlintas dipikiran ku!"ucap satria menepis tangan julya.
sampainya julya dirumah
"ayah...yah..ayah....!"triak julya.
''kenapa sayang?ayah sedang ke luar negeri...!"ucap bunda.
"kapan ayah pulang?"tanya julya.
"saat kamu akan lulus ayah bakal pulang!"ucap bunda.
julya malah kesal dengan keadaannya,dan kekamarnya.
2 Minggu kemudian
hari dimana mereka bakal lulus dan menjalankan hidupnya masing-masing.
galih datang sebagai orang tua dari satria,dan juga mama satria.
semua datang melihat kelulusan anak mereka,satria tdk tertarik melihat penampilan julya saat memakai toga padahal julya dari tadi melirik dirinya yg begitu keren saat memakai toga.
nama mahasiswa semua dipanggil dan diberi hasilnya.
satria tdk begitu berharap banyak pada nilainya,otaknya sedang bertempur dengan perasaan nya.
bukan perasaan pada julya melainkan perasaan yg dia rasakan saat kejadian dihutan.
"ada apa ini?"batin satria.
"heh kenapa bengong!"ucap galih duduk disamping putranya yg sudah lulus.
"ahh tdk..jangan lupakan aku!"ucap satria.
"kenapa kau tiba tiba berkata begitu?"tanya ayah,kaget mendengar perkataan putranya.
"ehmm...aku juga tdk tau..!"ucap satria.
"lupakan wanita itu !"ucap ayah langsung pergi.
satria hanya menghela nafas tdk peduli,satria berjalan ke ruang BEM dan duduk disana.
yg lain sedang bersenang senang,satria malah bengong.
"apa aku harus melaporkan perbuatan ayah julya ke kantor polisi?"ucap satria.
Siregar ternyata mendengar
__ADS_1
"aku tdk akan biarkan,jika sampai dia melaporkan aku akan diperiksa!"batin Siregar.
"aku harus melaporkan!"tegas satria,bangun dari duduknya.
Siregar sudah menyuruh anak buahnya menjalankan tugas.
satria langsung ke mobil melepas toganya dan hanya memakai kemeja hitam polos tanpa jas.
"ahh baterai handphone habis!!!"kesalnya
saat dia kesal dia tdk sadar jika truk sedang mengincar dari depan.
crittttt"suara rem mendadak.
BRUGHHHH"tertabrak juga sampai mobil satria terguling 3 kali dan hancur.
"akh...uhuk...hak.."satria bersimbah darah dikepalanya.
satria mencengkram setirnya pandangannya kurang jelas,kepalanya yg bersimbah darah segar yg terus mengalir dari kepalanya.
mobil satria keluar asap dan ringsek setengah.
wajah satria sudah berlumur darah dari kepalanya,orang orang segera mengeluarkan satria dari mobilnya.
"ayo...cepat panggil ambulance!"triak orang orang,yg masih bisa didengar satria.
satria terbaring ditanah,dan kepalanya dipangku dengan baju toga yg dia lipat dimobil.
Sampai ambulance datang,satria masih berusaha sadar,walau itu sangat menyakitkan.
wajah satria sudah tdk bisa dilihat jelas karna darah yg menutupi.
Sampai dirumah sakit satria sudah tdk sadar dengan kepalanya yg terus mengeluarkan darah.
baju toganya sudah basah dengan darah.
sorenya mama dan ayahnya datang buru buru dengan gerak cepat berusaha menerobos ruang UGD
"tuan..tuan... nyonya...keluarlah dokter sedang berusaha menangani!"ucap suster yg berusaha menghalangi galih dan istrinya.
ayah berhasil menerobos dan melihat dokter dokter yg masih fokus dengan operasi putranya.
Dan melihat wajah putranya yg masih dengan darah.
Tengah malamnya
satria sudah selesai operasi namun dia masih kritis.
Suara mesin ventilator menemani tidur panjang satria.
satria berdiri di hutan dimana saat acara camping,dia melihat dirinya yg linglung,dan merasa khawatir,namun dia tdk bisa menyentuh apa apa.
sampai dia melihat saat dirinya ditikam siregar dengan sebilah pisau.
begitu sadis dia melihat Siregar menikam,
tiba tiba dia pindah lagi ke salju.
"apa apaan ini?"batin nya.
"kenapa aku ada disini?"ucap satria melihat sekeliling penuh dengan salju.
satria melihat wanita yg dia kenal
"nenek!"panggil satria.
dia nenek satria,satria sangat dekat dengan neneknya,bisa dikatakan masa kecil nya satria dibesarkan nenek.
satria langsung memeluk neneknya dan menangis.
"nenek...hiks...hiks..hiiiiii!"tangis satria pecah saat memeluk neneknya.
"kenapa kamu menangis?kenapa kamu kesini?hah?kenapa cucu nenek sekarang cengeng?"ucap nenek menangkup kedua pipi satria yg basah air mata.
__ADS_1
"ada apa?katakan pada nenek!"ucap nenek dengan senyum masih menangkup pipi satria.
"aku...aku rindu sama nenek...hiks..hiks..aku kesepian...!"tangis satria.
Ketika malam tiba satria dan neneknya masih terdiam di hamparan salju tanpa merasa dingin sedikit pun.
"satria...!"ucap nenek mengelus rambut satria.
"hmm?"tanya satria.
"pulang lah...!"ucap nenek.
"aku harus pulang kemana?aku sudah tiada!"ucap satria memainkan rating kayu disalju.
"kenapa kamu berkata begitu?"tanya nenek.
"ya..aku tau..aku kecelakaan..mana mungkin aku masih hidup "ucap satria dengan ketawa kecilnya.
"kenapa putus asa sekarang?"tanya nenek.
"apa yg harus aku cari?siapa yg aku cari dikehidupan ku?"tanya satria.
"ayahmu...mamamu...!"ucap nenek.
"hey..satria..pulanglah..kenapa kamu begini?nenek tdk suka melihatmu begini!"ucap nenek.
satria mengerutkan alisnya dan membenam wajahnya di lutut.
"satria..!"panggil nenek dengan alus.
satria mengangkat wajahnya nenek melihat satria menangis lagi.
"ayah ada masalah dengan saingannya..satria yg kena nenek..hiks..hiks..hihiii!"tangis satria
"lalu?jika kamu mati artinya menang dong saingan ayahmu!"ucap nenek.
Dikehidupan Nyata.
mama masih menunggu sudah sebulan satria koma,tdk ada kemajuan atas komanya.
"satria...bangunlah...mama merindukanmu..!"tangis Mama melihat putranya yg berisi alat alat yg menopang hidupnya.
Brukhhh"suara pintu dibuka keras.
yg datang ialah julya sambil menangis
"hiks..hiks..hihihiii"tangis julya
julya mendekat pelan pelan melihat orang yg masih tertidur dibankar.
"siapa yg memberitahumu julya?"tanya mama.
"maaf...hiks..hiks..satria..maaf...maafkan ayahku..."histeris julya.
flashback on
tadi julya mendengar ayahnya sedang menelpon
"hey..kau sudah sembunyi?jangan sampai kau buka mulut!apa kau sudah menabraknya?apa dia sudah mati?"tanya ayah.
julya yg mendengar masih berpikir apa yg dimaksud ayahnya.
"ahh syukurlah..satria sudah mati aku yakin jika dia bakal mati,aku sudah gagal membunuhnya dihutan aku yakin dia bakal mati!"ucap ayah dengan senang
"ayah..ayah yg merencanakan penikaman dihutan?ayahku?dia ayahku?ayahku yg merencanakan itu?"batin julya yg sudah tdk bisa membendung air mata.
"ahh aku senang sekali mendengar kau sudah berhasil menabrak bocah tengil itu!"senang ayah yg tdk hentinya mengatakan kesenangannya.
julya seketika membara dan berlari ke rumah sakit yg dulunya tempat rawat inap satria.
mencari data di recepsionis.
flashback off
__ADS_1
"satria...maaf...maafkan aku.."