CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
First kiss


__ADS_3

"Kenapa aku tdk mati saja?aku tdk suka begini!"gumam satria.


"Kenapa begitu?"tanya nenek.


Satria berdiri dan berjalan ke arah Utara sendiri menginjak dan menendang salju yg ada dihadapannya.


"Aku ingat semuanya disini..tapi kenapa aku tdk ingat di dunia nyata?"batin satria.


...----------------...


......................


Julya dan Deva duduk di depan UGD melihat dari kaca bening terlihat dokter melakukan PCR karna detak jantung satria melemah.


Air mata julya jatuh tanpa sadar"apa dia akan baik baik saja?"tanya julya mengusap air matanya.


"Hmm dia akan baik baik saja..nona tenang saja!"ucap Deva yg berusaha menenangkan julya yg menahan air matanya.


Walau Satria melupakan sosok julya namun yg ada dipikiran julya ialah bahwa dirinya pernah mencintai seorang laki laki yg bernama Satria.


"Bangun lah..!"lirih julya menggepal tangannya karna menahan tangis


Satria tiba tiba lenyap dari salju tempat neneknya itu.


Malah berada didunia nyata melihat sosok Siregar yg tertawa puas saat tau kabar dari Song jika satria masuk rumah sakit.


"Mungkin akan terlambat dia mengobatinya dia akan mati..hahahahaha!"puas Siregar dengan Raksa.


Raksa?dia sudah tau?ya..dia sudah tau semuanya,namun bodohnya Raksa juga telah menipu pamannya.


"Dia tertawa jika tau aku masuk rumah sakit?"gumam satria yg seperti arwah dibelakang Siregar.


Satria tiba tiba lenyap lagi dan malah ke kampus 5 tahun lalu.


Melihat dirinya sedang bersama dengan julya dikantin menyuapi nya,dan tertawa.


"Dia julya!"gumam satria.


Tiba tiba satria lenyap lagi dan saat membuka matanya dibankar rumah sakit,namun...dia sudah lupa apa yg dia lihat tadi.


"ughh!"


Satria mengangkat satu tangannya yg terasa sakit terkena infus yg tertancap.


"tuan,tuan muda!"gumam Deva yg datang dari luar.


"apa ada yg sakit?"tanya Deva.


Dokter pun datang setelah Deva menekan tombol merah yg ada disampingnya


Dokter terdiam setelah memeriksanya


"apa tuan merasa mual?"tanya dokter.


Satria mengangguk dengan sayunya


Satria seketika bangun tiba-tiba dan langsung turun hampir saja dia jatuh namun Deva sigap untuk menangkap.


"antar aku ke wastafel!"lirihnya.


dokter langsung memindahkan infusnya


...****************...


"uhuk...uhuk..huks.."satria memuntahkan darah yg sedikit berwarna putih.


"Saya harap itu racunnya!"gumam dokter.


"kita akan melakukan yg terbaik"ucap dokter.


Satria hampir aja ambruk lagi namun Deva sigap langsung merangkulnya.


Satria berbaring lagi dibankarnya hanya ada Deva dan satria.


"Kau memberi tahu ayahku?"tanya satria


"hmm saya belum memberitahunya saya tdk ada keberanian untuk mengatakannya!"ucap Deva.


"jangan katakan apa apa pada keluarga ku!"ucap satria.

__ADS_1


"T-t-tapi!"


Satria langsung memotong


"jika kau ingin dipecat katakan saja langsung ke ayahku!"ucap satria.


"hmm baiklah tuan muda!"ucap Deva.


"baiklah apanya?kau ingin dipecat?"tanya satria.


"ha..tdk..saya akan merahasiakan nya!"ucap Deva.


clekk


Pintu terbuka dan memperlihatkan julya membawa nampan.


Dengan senyum terbaiknya julya memberi meja kecil didepan satria.


"kau mau apa?"tanya satria.


Deva pun keluar karna merasa seperti obat nyamuk.


"Aku dapat kabar tadi kau sudah sadar dari pihak rumah sakit jadi aku kesini!"ucap julya.


"itu bukan jawaban dari pertanyaanku!"ucap satria.


"tutup mulutmu dan makan!"ucap julya.


"tutup mulut makan?apa bahasamu kurang dilafalkan?"tanya satria.


"bagaimana tutup mulut makan?"lanjut satria.


"oke..oke..aku ulang,hmm berhenti bicara dan makan!"ucap julya


Meninggalkan satria ke toilet ,satria membuka dan melihat bubur dan beberapa lauknya.


"umhh"lirih satria memainkan makanannya.


Deva mencari dengan menggunakan cctv kantor


"aku ingat satria minum sesuatu saat meeting atau sebelum meeting?"gumam Deva dirumah.


Dan makan sambil mengutak atik didepan laptopnya.


Dan hasil flashdisk cctv


"uhuk..uhuk..uhuk.."hampir keselek saat melihat OB di dapur membawa botol kecil yg disembunyikan di balik tangannya.


"Apa yg dia bawa?"gumam Deva.


"Apa dia?"batin Deva.


....................


Siregar dengan gampangnya mengakses ke kantor galih malam malam.


"galih..apa kau sudah dapat kabar?"ucap Siregar.


"putramu masuk rumah sakit!"ucap Siregar.


galih seketika melotot menatap Siregar"apa yg kau lakukan pada putraku?"bentaknya.


"hmm apa?aku tdk melakukan apa apa..aku hanya menyuruh seseorang!'ucap Siregar.


"Dengar baik baik kata kataku Siregar..jika kau berani mencelakai putraku kau akan tau akibatnya !"bentak siregar.


Siregar pun pergi dia datang hanya ingin mengatakan hal itu.


...****************...


Julya kembali dari toilet dan melihat satria yg belum juga menyantap makanan.


Julya berdecak pinggang melihat satria


"kenapa kau tdk memakannya?"tanya julya.


"aku tdk suka!"ucap satria.


Julya mengambil mangkuk bubur dan menyodorkan sendok bubur ke mulut satria.

__ADS_1


"akkk!ayo makan!"ucap julya.


"ayo..!"


satria makin merapatkan bibirnya"mmphh"


Julya menatap sinis ke satria namun tiba tiba tersenyum,dan mendekat kewajah satria,seketika satria melepas rapatan bibirnya karna julya malah sangat dekat dengan wajahnya.


"apa?"tanya satria


"aku ingin memakan bibirmu!"bisik julya.


Mata satria beberapa mengerjap ngerjap.


"Kau makan bubur ini...atau aku yg akan memakan bibirmu?"tanya julya yg ada rencana bahwa satria akan memilih memakan buburnya.


Satria malah langsung melahap bibir julya,julya kaget dan melepas mangkok dimeja depannya.


Satria malah melahap sambil menekan tekuk julya.


Seketika julya mendorong satria dan melepas tangan satria dari tekuknya.


Julya langsung keluar dari ruangan rawat inap satria dan mendekap jantungnya yg berdetak dan ingin keluar dari tulang rusuknya,namun tapi tiba tiba dia tersenyum.


Satria hanya tersenyum tipis dan menatap datar makanan didepannya.


...****************...


Deva ke rumah sakit dan melihat julya yg duduk dikursi tunggu.


"nona ada apa?"tanya Deva.


"hmm?tdk..tdk terjadi apa!"ucap julya tersenyum malu.


Apa itu yg dirasakan jika ciuman pertama?apa itu sensasi yg dirasakan?rasanya menggairahkan.


Deva pun masuk dan melihat satria yg masih menatap datar makanan nya.


Deva pun mengambil mangkok dan menyodorkan sendok ke mulut satria.


"saya suapi atau makan sendiri?"tanya Deva.


Deva melihat bibir satria


"tuan muda memakai lipstick?atau..!"melihat ke julya yg datang.


Satria langsung merebut mangkok ditangan Deva dan langsung melahap bubur itu.


"apa tadi ciuman pertamaku?"batin satria sambil melahap buburnya.


"ahhh tdk..!"jelas julya.


"eeeee... itu wajar!"gumam Deva.


"hmmm iya iya!"ucap satria sibuk dengan bubur dan makanan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Subuh nya 🌃...


satria mengambil rekaman laptop cctv dilaptop yg diberi Deva tadi.


"Dia...seperti..OB yg menatap ku waktu itu!"gumam satria.


Paginya


pagi pagi sekali satria sudah ditelpon oleh ayahnya


"satria kau baik baik saja?"tanya galih.


"eunghhh ayah...masih pagi ..aku baik baik saja..!"ucap satria.


"kau dimana sekarang?"tanya galih.


"aku dirumah.. kenapa?"jawab satria berbohong.


"aku akan kekantor..aku tutup telponnya!"ucap satria.


Satria menghela nafas dan tiba tiba menyentuh bibirnya sendiri.

__ADS_1


"apa yg aku lakukan kemarin?"batin satria tersenyum.


__ADS_2