
"dari mana mama tau?"tanya satria,masih merasa kesakitan.
"mama yg bertanya padamu..kenapa kau tdk mengatakan apa apa pada mama.. kenapa kamu ceroboh sekali...ini masalah...besar apa kamu pikir bisa menyelesaikan sendiri?hah?mama marah kamu.."ucap mama yg marah pada putranya.
"aku tdk tau pelakunya!"jawab singkat satria.
satria mencabut infusnya sendiri.
"ehhh satria!!!"bentak mama.
dokter yg ada disana segera berlari
"ehh kenapa kamu cabut!!"dokter itu segera memberi perban.
"jangan bilang kamu bakal kabur lagi!"ucap dokter.
"saya tdk akan kabur tapi sama mau pulang!"ucap satria.
"ahhh sepertinya saya salah bicara...kamu harus dirawat beberapa hari jangan keras kepala!"ucap dokter.
"satria...jangan keras kepala!"ucap mama.
satria turun bankar tanpa mendengar orang yg berusaha menahan.
satria yg keras kepala pun keluar dari IGD,dia hampir ditabrak ayahnya.
"satria..kamu kenapa?"tanya ayah memeriksa satria.
"hmmm!"ucap satria menepis tangan ayahnya.
satria pun naik taksi dan kembali ke hotel.
dia memakai kemeja dan jasnya.
dia tersenyum dikaca memperlihat dimple smilenya.
"satria...satria...!!"panggilnya memanggil namanya sendiri.
"dasar payahhhhh!"ucapnya sendiri memakai dasi dilehernya.
satria pun segera turun lift,sampai di depan mamanya menahannya.
supaya tdk banyak drama satria tersenyum
"mama lelah?naiklah tidur di kamarku!"ucap satria.
"apa kamu tdk bakal pulang?"tanya mama,mengalihkan pembicaraan.
"aku mau sendiri saja...itu lebih baik..jadi biarkan aku sendiri..!"ucap satria masih tetap dengan senyumnya.
mama langsung memberi kunci mobil
"jika kamu ingin begitu... baiklah tapi kamu pakai ini.. jika ada apa apa telpon mama ya..jangan diam seperti ini lagi...!"ucap mama.
satria pun mencium pipi mamanya
__ADS_1
"Trimakasih mama...aku buru buru sekarang!"ucap satria segera berlari keluar untuk keparkiran mencari mobil.
sampainya dikampus dengan seketika satria jadi bahan tontonan,karna apa?karna untuk pertama kalinya membawa mobil ke kampus.
"wahhh bro...kau gentel man sekali...!"ucap Arya menepuk bahu satria saat satria baru keluar mobil.
"aishh kau ini...aku buru buru !"ucap satria berjalan setengah berlari masuk ke ruang BEM.
"pagi!"sapa satria
satria tanpa basa basi langsung ke sekjen dan melakukan tugasnya.
"bagi kelompok saja!"usul satria.
tugas Presma hanya menyuruh dan ada yg mengerjakan,terlihat mudah,namun itu sangat berat karna semua acara yg dihandalkan harus berjalan lancar,jika ada yg salah,sasaran utamanya pasti Presma yg kena marah.
julya hanya menyimak dari jauh karna dia hanya mahasiswa biasa yg dia lakukan hanya lah melihat para organisasi kampus sibuk pada urusan acara.
matahari tampak sudah naik dan menyengatkan kulit,semua selesai sudah selesai,satria masih bengong dimeja dan bawahannya juga melihat gerak geriknya namun takut untuk menegur.
"apa maksud ayahku sebagai putri pengkhianat?apa ayah tahu ayah julya siapa?tapi...aku merasa ada sangkut paut untuk kejadian yg menimpaku,aishhh satria...kau belum punya bukti jangan menghakimi!"batin satria yg sedang bertengkar dengan hatinya.
"satria...apa ada tugas lagi?"tanya Raka
satria tdk merespon asik dengan lamunan,Raka mencoba kembali.
"satria...satria...SATRIA!!!!!"Triak Raka.
"enghhh apa?"kaget satria.
"ahhh aku pikir apa...tdk ada..kalian istirahatlah urusan kalian udah selesai!"ucap satria.
orang pun satu persatu meninggalkan satria yg masih duduk dimeja yg sama.
Sekarang ruang BEM sepi,Amel si centil datang dan menari bak ular didepan satria.
"apa yg kamu lakukan?"tanya satria.
Amel pun duduk didepan satria.
"balikan yukkk!"to the point
satria tersenyum, tersenyum sinis dan memalingkan wajahnya.
"apa kamu tdk laku?"tanya satria.
"tdk begitu...tapi aku sukanya pangeran didepanku...!"ucap Amel.
satria tampak biasa saja saat Amel mengatakan hal itu.
"sebegitu kerasnya mendapatkan ku?sampai aku melihatmu murahan!"ucap satria begitu,dan langsung pergi.
"liat saja satria...aku akan membuatmu tergila-gila denganku!"batin Amel.
Sebulan kemudian
__ADS_1
julya masih belum tau siapa orang yg menikam satria,apa benar orang yg dia liat saat itu ialah ayahnya.
"julya..ayah akan ke mall apa kamu mau ikut?"tanya ayah.
"mall?ayah bakal beli apa?"tanya julya.
"ibumu minta ayah temani..ya sudah ayah temani..kamu mau ikut?"tanya ayah.
julya tersenyum dan mengangguk.
30 menit kemudian
"julya..ayo kita berangkat sayang...!"panggil bunda.
"ya..bunda.. aku akan segera keluar!"ucap julya
tak butuh waktu lama mereka sudah ada didalam mobil.
julya duduk dibelakang dan asik melihat jalan yg dia lewati.
dugh..
tanpa sengaja kaki julya menabrak sesuatu dibawah bangku.
"apa itu?"batin julya.
diam diam julya meraba-raba dibawah kursi penumpang.
"ini dia!"batin julya
julya mendapatkan paper bag warna coklat,saat dibuka diam diam,julya melotot karna yg dia liat ialah sebuah pisau yg berisi bekas darah.
"julya ..kamu kenapa sayang?"tanya ayah dari spion.
"akh tdk...aku hanya berpikir apa yg bakal aku beli!"ucap julya, berbohong.
Sampainya dimall
julya tdk fokus pada sekitar
"julya..apa yg kamu mau beli?kenapa kamu diam?"tanya ayah
"ayah..aku hanya kepikiran satu hal!"ucap julya.
"apa?"tanya ayah.
"jika seorang anak pengusaha mencintai anak pengusaha apa jadinya?"tanya julya.
"tentu usaha atau perusahaan nya bakal kuat!"jawab ayah.
"tapi 2 perusahaan itu saling membenci bahkan bersaing tdk normal!"ucap julya.
"maka...anak mereka harus mengubur cintanya!"ucap ayah.
julya seketika menunduk saat mengetahui jika dia bakal sulit bersatu dengan satria.
__ADS_1