
"kamu tdk membawa obat?"tanya galih.
"hmm aku lupa!"jawabnya.
"ayo kita makan siang!"ajak ayah.
Dikantin
satria merasa pusing,galih hanya mengamati
"kenapa?"tanya ayah.
"hmm tdk!"ucap satria.
Satria memakan makanannya dengan lambat.
"aku tdk nafsu makan!"ucap satria menaruh sumpitnya lagi.
"apa ayah suapi?"tanya galih.
"aishhh jangan bercanda begini!"ucap satria.
Galih hanya tersenyum puas melihat putraya malu.
"kenapa?malu? ibu mu menyuapimu kenapa ayah tdk?"tanya galih.
"kapan ibu menyuapiku?aku tdk ingat!"ucap satria.
"kau jangan pura -pura..kau sakit disuapi!"ucap galih.
Siregar juga sudah menyiapkan satu mata mata di cabang yg ditugaskan untuk satria.
Ditelpon
"kamu sudah ditrima?"tanya Siregar.
"ya saya sudah menjadi office boy disini..bagian dapur!"ucap Song.
"bagus..awasi semuanya jangan sampai tertangkap!"ucap Siregar.
Setelah panggilan terputus Siregar punya rencana licik yg sudah direncanakan.
Malam tiba
galih menemui julya ditaman
"kau jadi sekretaris putraku!apa ada mksd dari semua ini?"tanya siregar.
"aku tdk ada mksd apa apa..aku hanya menjadi sekretaris nya..!"
"aku sangat sulit mempercayai mu!"
"aku membenci ayahku!"tegas julya.
"aku tdk suka cara ayahku!"ucap julya.
"apa mksd dari perkataannya?"batin galih.
"aku akan membunuh anggota keluargamu ketika kau berusaha mencelakai putraku!"ancam galih bergegas menyusul Arga.
"heh apa kau tdk akan pulang?"tanya satria,tiba tiba.
"hmm aku akan pulang sendiri nanti!"ucap julya
Satria malah menarik tangan julya dan memasuk kannya ke mobil.
"jangan banyak tingkah !"ucap satria.
Sampainya diapartemen
Satria melepas jas nya dan kekamar mandi.
Julya yg sudah mengantuk malah tidur di ranjang,memakai pakaian piyama.
Terasa nyaman dan empuk dan rasa hangat dari ruangan membuai julya .
Beberapa menit kemudian
"apa kau ingin bermain dengan ku?"bisiknya.
julya seketika membuka matanya dan melihat laki laki memakai piyama sedang menatapnya.
"arghhhhh kenapa kau kesini!!!!"triak julya mendorong satria sampai jatuh kelantai.
"akhh dasar...tdk tau diri.."ucap satria berdiri.
"aku yg harusnya bertanya kenapa kau kesini? akhh astaga punggung ku sakit!"ucap satria.
Satria menyalakan lampu dan terlihat memang kamar satria.
Julya pun bergegas keluar namun tiba tiba satria menariknya dan merebahkan ke ranjang.
"babyh..."bisik satria.
Satria malah menindih tubuh julya.
Julya pun mendorong tubuh satria kesamping dan buru buru lari.
Satria tersenyum puas dan menyelimuti tubuhnya dan tertidur.
PAGINYA
julya membuat sarapan didapur hanya roti isi.
"kenapa dia belum bangun juga?"gumam julya.
Julya pun menghampiri kekamarnya
__ADS_1
"satria .. bangun...!"ucap julya.
Satria langsung menarik tangan julya seketika julya menindihi tubuh satria.
"Pagi.."ucap satria.
Tumben tumbennya julya tenang saat di perlakukan seperti itu.
Julya terpesona melihat mata seksi satria.
"Menggoda!"batin julya
Satria pun hanya tersenyum manis,dan membalikkan posisi,malah menindih julya
"kenapa?kenapa kau tdk memberontak?"
julya tetap diam,malah satria yg pergi dengan sendirinya.
"gagal!"batin satria.
Satria ke dapur dan mengambil roti yg baru saja dibuat julya ,langsung melahap sambil berjalan kesana kemari.
"heh nanti bakal meeting lagi!"ucap satria,berjalan menuju meja makan.
"apa urusannya dengan ku?"ucap julya.
"hah sekretaris tdk berguna!"gumam satria.
"ya iyalah kau mengaku pacarku dikantor mana mungkin orang memberi tugas padaku!"ucap julya.
"kau diberi tugas bakal hancur semua!"ucap satria.
"kau lebih tepat pembantu diapartemen ini!"ucap satria.
"iya iya!"ucap kesal julya.
Satria segera kekamar mandi dan mandi.
Tak butuh waktu lama satria sudah memakai baju polos warna hitan dan jasnya.
"ayo cepat turun!"ucap satria dan diikuti julya dari belakang.
tetap sibuk dengan handphone nya,julya hanya mengikuti dari belakang.
"satria..!"panggil julya.
"hmm?"
"aku..aku..!"
"aku apa?"tanya satria berbalik ke julya.
"aku minta maaf!"ucap julya.
Satria menghela nafas dan sedikit berlari ke arah mobilnya.
Sampainya dikantor
satria segera ke mejanya dan sibuk meneliti secara detail disetiap lembar dokumen nya.
Song pura pura lewat diruangan satria,satria melihat hal itu,namun satria tetap tenang.
"kenapa dia menatapku begitu?"batin satria.
Song menemui anak buah siregar dibelakang kantor.
"ini..tuan Siregar memberi ini!,ini bisa ular,kamu campur diminuman nya"ucap ajudannya.
"hmm..saya mengerti!"ucap song.
Song pun ke dapur dan membuat minuman untuk meeting hari ini.
Dia mengguncang bisa ular yg ada didalam botol.
"tugas memberi racun!"ucap song sedikit tertawa.
Satria sibuk mendengar presentasi semua karyawan nya.
"lanjut!!"ucap satria.
Song masuk dan menaruh teh disetiap meja karyawan.
Dengan pintarnya song memakai masker penutup mulut.
Terakhir song menyajikan teh dihadapan satria.
Satria tdk menyadari dia sibuk memikirkan presentasi semua karyawannya.
"slurpp"
Dengan bodohnya satria meminum minuman itu.
25 menit kemudian
Keringat satria keluar berlebihan,dia terlihat lelah.
"he...kita meeting sampai hari ini saja ...kita tutup sampai disini!"ucap Deva.
Semua karyawan nya keluar satu persatu.
"tuan muda anda tdk papa?"tanya Deva.
"uhuk...uhuk..huk..!"satria merasa tubuhnya panas.
"tuan..tuan muda anda kenapa?"tanya Deva.
__ADS_1
Satria buru buru kewastafel dan diikuti julya.
"hey kau kenapa?"tanya julya mengejar satria.
satria menutup pintu dan membiarkan julya diluar.
wajah satria seketika pucat.
"uhuk...uhuk...uhuk..uhuk.."satria muntah darah.
"akh..!"pekiknya,menepuk dadanya yg terasa sesak.
tangannya ikut terkena darah dari mulutnya.
Satria menyangga tubuhnya diujung wastafel.
Namun dia terjatuh tersungkur.
"satria..satria...!!"panggil julya yg mulai panik.
"satria..kau dengar aku?"tanya julya dari luar.
Satria berdiri semampunya dan mencuci mulutnya.
"Racun!"gumam satria.
Satria pun keluar dan menatap julya dengan sayu.
"satria..kau tdk papa?"tanya julya.
"BRUKKK"
Satria jatuh pingsan kelantai,
"satria..satria.."panik julya.
"DEVA...!!!!!"TRIAK JULYA.
yang lumayan dekat dari ruang meeting.
Deva segera datang dan menghampiri satria.
"Tuan..tuan muda!"ucap Deva.
Deva pun langsung menggendong satria dipunggungnya dan keluar melalui semua meja karyawan nya.
"seseorang panggil ambulance!!!"triak Deva.
Satu karyawan buru buru menekan tombol ambulance.
Song hanya tersenyum puas di lantai balkon.
Di luar ruang UGD.
Deva bengong dikursi tunggu.
..."aku tugaskan kau menjaga putraku...
...bantu dia dicabang itu...
...aku percaya padamu...
...aku sudah percaya jangan sia siakan...
...jaga dia...
...jaga dia"...
perkataan Siregar terngiang ngiang ditelinganya Deva.
Didalam UGD
dokter terus menangani nya,tekanan jantungnya melemah.
"500 j 1.2.3."
"haks.."hanya nafas kecil yg keluar dari satria.
"PCR"
dokter duduk ditubuh satria dan menekan letak jantungnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satria menemukan neneknya lagi.
"nenek.."
neneknya berbalik melihat satria dan tersenyum.
Satria memeluk neneknya lagi dan lagi.
"di duniamu kau lupa,disini kau ingat!"ucap nenek dengan senyum.
Satria hanya menunduk
"kenapa aku lagi yg kena?"tanya satria.
"setiap kesuksesan pasti ada yg iri..kau orang yg sukses orang bakal ingin menghancurkanmu!"ucap nenek.
"aku belum mencapai apa pun !"
"ayahmu!"ucap nenek.
"ayahku?ayahku dia berhasil mencapai kesuksesan nya.."gumam satria.
"lalu kenapa aku yg diserang?"
__ADS_1
"kau penerusnya satria!"ucap nenek.
Satria seketika melamun dihamparran salju putih yg mengelilinginya.