CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
mengancam julya


__ADS_3

satria kaget melihat julya tubuhnya bergetar,karna rasa dingin dari eskrim.


"kau makan es krim apa makan permen?langsung lahap,rasanya dinginlah!"ucap satria.


julya pun tdk peduli dan malah langsung berbaring diranjang.


satria kekaca dan mengobati luka pukulan diwajahnya,luka gores pun sangat perih saat terkena obat biotik.


"argh!"pekiknya saat rasa perih mengenai.


julya pun seketika duduk dan menatap dari jauh.


Satria kembali mengobati luka disamping bibirnya yg terasa sedikit robek.


Tiba tiba julya merebut kapas dari tangan satria dan mengangkat dagu satria mengobati sangat hati-hati.


"eunghhh!"pekik satria.


"ohhh maaf maaf!"ucap julya.


mata satria melihat bola mata dari julya yg berwarna hitam legam dan mata bulatnya.


satria pun menepis tangan julya


"biar aku saja sendiri!"ucap satria.


"yasudah bodo amat aku!"ucap julya.


selang beberapa menit satria memakai baju dan memakai parfum yg dibeli julya.


"hmmm parfumnya sama..bagus juga selera parfummu!"ucap satria,yg menikmati aroma parfum itu.


"ya...aku tahu!aku memang pintar berpakaian!"ucap julya dengan bangganya.


satria pun menaruh parfum itu dan keluar kamar.


"hey kau mau kemana?"ucap julya mengikuti juga.


"ke Restoran!"ucap satria.


"tapi aku tdk lapar!"ucap julya mengikuti satria dari belakang.


"aku tdk mengajakmu..ayahmu tdk memberiku makan 3 hari,aku yg lapar!"ucap satria.


"ohhh begitu!"ucap singkat julya.


DiRestaurant hotel


satria dihidangkan banya makanan.



"kau akan makan sebanyak ini?"tanya julya


"hmmm kau mau?"ucap satria menyiapkan sumpitnya.


julya hanya diam tdk menjawab.


satria menariknya untuk duduk disampingnya.


"kau juga lapar,jadi makanlah aku tdk akan membunuh dengan cara membuat kelaparan!"ucap satria, menyantap makanan nya dengan lahap.


julya pun ternganga melihat cara makan satria yg cepat cepat namun masih terlihat elegan.


baru satu piring dihabiskan satria dia sudah berhenti dan bersandar dikursinya.


malah julya yg rakus makan sekarang


"kau tdk pernah makan?kau sudah 2 piring dalam sekejap!"ucap satria.


julya tdk peduli dan malah asik dengan makanannya.


Pukul 22.30


satria malah kebar untuk minum red wine(minuman anggur merah).


julya sendiri hanya menemaninya Dibar,dia tdk berani minum wine karna itu sangat keras dan bakal membuat mabuk dengan cepat.


"jangan sampai mabuk ..jangan merepotkan ku!"ucap julya.


satria tdk merespon apa pun,satria hanya fokus pada wine yg dituangkan.



(hanya ilustrasi)


satria beberapa kali meneguknya tanpa jeda sedikit pun.


"hey..kau tdk mabukkan?"tanya julya.


satria menggeleng dan meneguk lagi.

__ADS_1


selang beberapa menit julya menghentikan tangan barista.


"sudah sudah ini sudah cukup dia sudah mabuk!"ucap julya.


satria memang sudah mabuk berat bahkan dia senyum-senyum sendiri.


"ayo ayo kita kembali!"ajk julya ,memapah satria yg sudah mabuk berat.


julya kewalahan mengajak satria naik lift,bahkan sempoyongan.


"heh kau mabuk merepotkan!"ucap julya yg kelewat kesal.


"aku capek...uhuk..uhuk..!"igau satria,saat mabuk.


"ya istirahatlah!"jawab julya.


julya membantu satria membaringkan tubuhnya,dengan spontan satria menarik tangan julya dan menindih tubuhnya.


satria tersenyum smirk dengan rasa mabuknya.


"apa yg kau lakukan?"tanya julya, khawatir.


"katakan...apa kau ada..ren..cana membunuh ku...?"ucap satria.


Satria menggenggam tangan julya,julya seketika panik saat tangannya dicengkeram.


"kau cantik...tapi..putri dari seorang yang egois!!"ucap satria yg seketika tertidur disamping julya.


julya seketika bangun dan membenarkan posisi tidur satria serta menyelimutinya.


Julya pun tidur disofa karna dia tdk mau nanti satria bertingkah konyol nanti.


Belum sampai pagi satria sudah mengigau lagi.


Tangan kirinya gemeteran karna rasa sakit ditangan itu.


"eunghhhhhh"tangan kanannya berusaha memijat dalam keadaan tidur.


Membuat tidurnya tdk nyenyak,entah kenapa rasa sakitnya baru terasa.


julya terbangun karna igau satria,melihat satria memijat tangannya sendiri.


Julya berinsiatif meminta air hangat, sampai nya air hangat itu kamar satria.


Julya menghampiri tangan satria dan mengompres kan tangannya yg membiru karna cambukan Siregar,serta bekas luka karna beling kaca.


satria yg sebelumnya terganggu karna rasa sakit ditangannya, berangsur-angsur dia tertidur lagi.



(hanya ilustrasi)


PAGINYA


satria baru bangun pukul 7.30


julya dia masih tidur disofa,satria masih mengumpulkan nyawa nya.



"kenapa aku sudah disini?"batinnya.


satria pun duduk dan mengucek mata baru dia berdiri,darah rendahnya kumat seketika dia duduk lagi.


Karna dia lapar jadi dia memesan sarapan dulu lewat handphone hotel.


Tak butuh waktu lama sarapannya datang dan satria buru buru mandi dan berpakaian.


kepalanya malah pusing karna efek minum tadi malam.


"ahh males sekali dia bangun!"gumam satria melihat julya masih tidur.


satria pun merapikan barang-barang nya karna dia bakal check out.


merapikan sambil tangannya memegang sandwich.


Digedung terbengkalai


Siregar marah besar pada ajudannya


"kenapa kalian menjaga satu orang saja tdk becus!!!!"bentak siregar.


ajudannya tdk bisa berkata kata apalagi hanya bisa menunduk.


Di hotel


"hey...bangun... perempuan males sekali bangun!"ucap satria.


julya membuka matanya dan langsung melotot.


"kau sudah bangun?"tanya julya seketika duduk.

__ADS_1


"aku akan check out,jadi bersiaplah,kau bahkan tdk mengatakan ke orang tuamu kau menginap denganku!"ucap satria.


"apa peduli mereka?"ucap julya.


"ahhh bodo amat terserahmu!"ucap satria.


Pukul 10.00


Satria dan julya sudah check out dan akan kembali ke kota masing masing.


butuh waktu tempuh 3 jam untuk sampai di kediaman mereka masing-masing.


"aku pernah bilang aku akan menjaga nama baik ayahmu!"ucap satria,didalam taksi.


"iya Trimakasih!"ucap julya.


"tapi ada syarat!"


"kau mau menerima apa pun itu syaratnya?"


"hmmm baiklah aku menerima!"ucap julya yg tdk menatap wajah satria.


"jadi sekretarisku!!"ucap satria.


julya seketika melotot tdk percaya,dia jadi direktur utama saja tdk mau dan sekarang disuruh jadi sekretaris.


"kau akan ku jadikan jaminan,jika ayahmu berani macam macam lagi padaku, perusahaan ku,bahkan keluargaku aku akan melampiaskan semuanya padamu,tampangku tdk sesuai dengan sifatku!"ucap satria,dengan senyum seperti seorang psychopat.


"aku mohon ganti syarat nya!"mohon julya.


"TDK!!!"bentak satria,yg mampu membuat julya tdk bisa berkata kata lagi.


sampainya dihalte bus kota satria


"kamu keluar!!!"perintah satria.


"kenapa apa aku salah lagi?"tanya julya.


"kamu pulang sendiri...besok pagi kau harus ke kantorku..jika kau berani melarikan diri..aku akan mengatakan ke media tentang ayahmu!"ancam satria.


"kau mengancam ku?"


"iya aku mengancammu.. kenapa?apa tdk boleh?"ucap sinis satria.


julya malah pergi dengan rasa kesalnya


Sampainya dirumah satria.


Satria langsung dipeluk mamanya


"satria...hiks..hiks..hiks..kamu kemana saja...mama khawatir..!"ucap mama.


"hmm aku ke kota se**l..!"ucap satria tanpa ekspresi.


"wajahmu kenapa?"tanya mama.


"ahh kemarin aku dirampok jadi dihajar dulu!"ucap satria.


Satria pun duduk dimeja makan ayah turun memasang dasinya.


"satria..kau sudah pulang ternyata!"


"kau istirahat lah dulu..besok kekantor !"ucap ayah.


satria hanya mengangguk


dia sibuk mengupas apel, dia tdk suka makan apel dengan kulitnya.


"crash"


"akhh!"tangannya tergores pisau.


ayah langsung gerak cepat menghampiri satria dan menahan darah yg keluar.


"astaga..kamu ini..."


ayah menuntun satria kelaci untuk mencari obat.


memberi obat merah dan memperbannya.


"tanganmu kenapa?"tanya ayah baru sadar tangan dan wajah putranya babak belur.


"wajah mu juga kenapa banyak luka?"


"ayah curiga kamu ke sana !kamu tdk melakukan persiapan dan tiba tiba menghilang!"ucap galih.


"aku kena rampok jadi aku banyak luka!"ucap dingin satria.


satria duduk lagi kemeja makan.


"heh satria..ayah lebih mengenal dirimu..kau berbohong kenapa kau kesana tanpa persiapan?"

__ADS_1


"hey satria..ayah melihatmu berbohong katakan kenapa kau kesana tanpa alasan?"desak galih.


__ADS_2