
Sampainya di Seoul galih buru buru keruangan satria tampak sudah tersusun rapi dan sepi.
"Deva..dimana Deva?"gumam mama.
"Deva....!!!!"triak galih.
Mampu membuat satu kantor melihat kesatu arah yaitu galih.
"Tuan..anda datang!"ucap gugup Deva.
Song hanya tersenyum puas.
"Dimana satria?"bentak galih.
"Tuan..muda..!"gugupnya.
"Dimana putraku?"tanya mama,sembari menangis.
"Ada apa pagi pagi sudah rame!"ucap seseorang dengan jas putih dan memakai anting sebelah kanan, siapa lagi kalo bukan satria,dan seorang wanita cantik dibelakangnya,yaitu julya.
Satu kantor kaget ada yg menjatuhkan buku buku.
"Satria...!!"ucap mama langsung memeluk.
Satria tersenyum dan membalas pelukannya.
"Bagaimana keadaan mama?"tanya satria.
"kamu tdk papa?"tanya mama
Song syok melihat satria berdiri tepat didepan matanya.
2 orang polisi masuk dan memborgol tangan song dari belakang.
"ehh apa apaan ini!"berontak song.
Satria mendekat dan mengangkat dagu song.
"Katakan siapa pesuruhmu..tujuannya,aku yakin hukumanmu bakal berkurang"ucap satria.
Satu polisi lagi keluar dari pantri membawa botol kecil yg didakwa sebagai barang bukti dengan sidik jari Song.
Deva maupun julya kaget karna satria memecahkan masalahnya dan mencari pelakunya sendiri.
"kau terlalu bodoh menjalankan rencana!"gumam satria ke song.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diruangan satria.
Hanya ada satria ayahnya,mama,julya dan Deva menjadi patung menunggu diluar.
Satu kantor masih tdk percaya jika satria datang dan masih hidup.
Mama memesan makanan dan malah menyuapi satria sampai mulutnya penuh.
"ma..maa..!"ucap satria menghindari dari suapan mamanya.
"kenapa?kau tdk suka suapan mama?"
Galih hanya tertawa puas melihat tingkah istri dan anaknya.
"Dia menolak suapanmu karna mulutnya penuh!"ucap galih.
Satria begitu dimanjakan jika orang tuanya ada disampingnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"ayah tdk sekalipun menelpon ku apa ayah tdk rindu?"batin julya diteras.
"aku takut jika pelaku pembunuhan berencana satria itu juga dalangnya ayahku!"batinnya.
Julya melamun dengan penuh khawatir dia rindu bundanya namun dia tdk bisa pulang.
seseorang menggenggam tangan julya.
"ughh Tante!"ucap julya.
"panggil aku Tante Kushi!"ucap mama
Julya tersenyum lebar
"Kau selama ini bersama putraku?"tanya mama.
"iya ...!"ucap julya.
__ADS_1
"Matamu berkata masih mencintainya lagi!"ucap mama.
Julya menjadi salah tingkah
"kenapa?kau malu mengatakannya?"tanya mama.
Julya tdk bisa mengelak atas perasaannya yg telah lama hilang namun ada bibit barunya.
"Jika itu membuat putraku bahagia kenapa kau tdk katakan padaku?"ucap mama.
"Kenapa Tante membuatku malu...!"ucap julya karna salah tingkah.
"Apa aku benar?"tanya mama.
Julya tdk menjawab hanya tersenyum malu.
"ahh Tante..!"rengek julya.
"ahhh ternyata aku benar kau mencintai putraku lagi!"ucap mama.
Malamnya
Dikantor Satria
satria melembur sampai malam dengan Deva dan juga julya.
Yg lain sudah pulang karna kerjanya sudah selesai,Deva dimejanya yg terletak diluar ruangan satria.
Julya yg hanya mempunyai Status sebagai pacar satria dan hanya bisa diam.
Satria melirik dan melihat julya sudah mengantuk.
"Ayo kita pulang !"ucap satria.
"hah?sudah?"kaget julya.
satria mengangguk dan tersenyum
Dimobil
Julya sudah tdk tahan dengan rasa mengantuknya, dan tertidur pulas dibahu satria.
Satria menjadikan pahanya untuk menjadi bantal untuk kepala julya.
"kenapa uwu uwuan selalu didepanku..!"batin Deva yg merasa jomblo.
Satria tersenyum manis melihat wajah julya yg begitu manis dilihatnya.
"Aku mengingatmu!"ucap satria.
"aku mengingat semuanya!"ulang satria.
Satria mencium sekilas kening julya.
Dan bergegas meninggalkan kamar julya dan membuat ramyeon karna dia lapar.
Saat ramyeon sudah selesai baru ingin menyantap tangannya berhenti.
"kau kenapa belum tidur?"tanya julya mengucek matanya.
"aku lapar jadi aku makan!"ucap satria melanjutkan makannya.
Julya pun duduk didepan satria terlihat dia mengantuk.
"Akkkk!"ucap satria menyodorkan ramyeon.
Dengan senang hati julya memakannya.
Pukul sudah menunjukkan jam 23.01.
"Tidurlah ini sudah..la..!"satria pun menoleh ke tempat duduk satria terlihat julya sudah tertidur dimeja.
Satria pun bangun dan memeriksa dahi julya.
"Dia demam.. astaga!"ucap satria
Satria pun menggendong julya lagi kekamarnya.
Dan mengkompres dahinya dengan es batu
"diiii...nginnnn..!"lirih julya menggigil.
Satria menggosok tangan julya untuk menghangatkan padahal AC juga sudah mati.
"Dingin...hus..dingin..!"ucap julya mencari kehangatan ditangan satria.
__ADS_1
Satria pun tidur disamping julya memberi kehangatan tubuhnya.
"Satria...dingin..!"ucap julya walau sudah dipeluk.
Tangan nakal julya masuk kekemeja satria dan mencari kehangatan didada satria.
Satria kaget matanya terpejam
"ahhh!"desahnya.
satria menahan tangan julya yg meraba tubuh satria.
"Tidurlah jangan membuatku gila karna sikapmu!"bisik satria.
Saat satria ingin bangun julya malah menahannya lagi.
Satria pun tidur membelakangi julya namun julya mencari kehangatan dipunggung satria.
"astaga...aku laki laki normal wajar jika aku begini!"batin satria mencengkram tangannya erat erat.
"ahh julya..!"batin satria yg berusaha menolak hasrat.
Paginya
satria terbangun dan melihat julya memeluknya dari dalam kemeja.
Dan sialnya julya dan dia sudah berhadapan wajah.
Satria sudah tdk tidur karna julya tdk hentinya mencari kehangatan dengan cara meraba nya.
Author be like:😲😲😳
Satria baru tidur dini hari karna satria muak dengan tangan julya yg tdk bisa diam.
Entah kenapa pagi ini malah tangan julya meraba lagi.
Satria marah dan menghempaskan tangan julya dan bergegas bangun karna dia harus kekantor.
"Dasar ...dia sakit membuatku repot saja!"gumam satria.
Baru dia tidur 1 jam dan sekarang terbangun karna tangan jahil julya.
Pukul 06.00
"ahhh aku lupa ada meeting! mana kepala pusing!"gumam satria dikamarnya.
Ditelpon
"Deva jemput aku,aku lagi males bawa mobil!"ucap satria.
"hahhh saya tdk bisa tuan saya sudah menjemput yg lain!"ucap Deva
"mm..baiklah saya sendiri yg bakal bawa mobil sendiri"ucap satria langsung menutup telpon.
Saat keluar kamar satria melihat julya yg baru keluar kamar juga dia tiba tiba masuk lagi saat melihat wajah satria.
"arhhh kenapa dia ada diluar!"gumam julya.
Julya sadar tadi pagi jika dia menganggu tidur satria kemarin malam.
"Hey kau keluar atau aku dobrak ini pintu?"tanya satria dibalik pintu.
Clek"
satria pun menatap sinis pada julya
"a-a-ada apa kau menatapku begitu?"tanya julya,gugup.
"Ayo berangkat cepat!"tegas satria yg menandakan dia marah.
Dimobil tdk ada yg mulai pembicaraan sedangkan satria melawan rasa pusing dikepalanya,karna dia belum tidur.
Saat sampai diparkir an satria menghila nafas dan keluar.
...***********...
Siregar kaget karna melihat kabar jika Keuangan kantornya mulai anjlok drastis.
"Aku harus mempertahankan perusahaan ku!"gumam Siregar saat melihat perusahaan nya diambang kehancuran.
"Aku harus melakukan sesuatu,Raksa..aku mencurigaimu!"gumam Siregar.
Saat dia mencari berita dia melihat kabar satria masih hidup dan juga seorang wanita dibelakangnya.
"Julya..!"gumam bunda.
__ADS_1
"Dia bersama satria selama ini!"ucap bunda,dengn suara sendunya.