
"aku mencintai nya..apa dia mencintaiku?"batin julya,yg sengaja keliling mall tanpa membeli apa pun.
"ayahku dan ayahnya seperti bersaing tapi aku dan satria tdk..!"batin julya.
satria sedang dihotel dia sedang istirahat siang,terlihat begitu manis.
putih bak seperti pangsit rebus serta gaya tidur yg tengkurap menyelimuti seluruh tubuhnya.
(army pasti tau dia itu siapa...😊)
drttt...drttt...drttt"suara handphone satria.
satria meraba meja tanpa membuka matanya.
"halo...siapa?"tanya satria.
"aku julya..!"ucap julya diserang telpon.
satria seketika melotot dan duduk dari tidurnya.
"apa?"tanya satria,turun dari ranjang.
"apa kita bisa ketemuan?"tanya julya.
"dimana?"tanya satria.
"mall,aku sedang di mall dengan orang tuaku!"ucap julya.
"memang ada apa?"tanya satria.
"ayo lah...kesini saja...!"ucap julya.
satria pun mengambil Hoodie hitam dan langsung memakainya.
(ehhh mochi lewat lagi😊)
satria buru buru ke mall yg di sharelock julya tadi.
sampainya di mall
satria langsung menemui julya yg berdiri di depan kasir.
"heh ada apa?"tanya satria.
"hmm aku ....aku...mau bilang sesuatu...!"ucap julya,grogi.
"harga diriku bakal jatuh jika mengatakan nya sekarang!"batin julya
"apa?"tanya satria sambil tersenyum.
"aishhh lama sekali kamu...yasudah aku mau keliling dulu!"ucap satria meninggalkan julya dia melihat lihat toko parfum.
satria mencoba aroma parfumnya.
"emm enak aromanya!"ucap satria saat mencoba di pergelangan tangannya.
"Julya..!"panggil satria.
"hmm apa?"tanya julya menghampiri.
"coba cium baunya!"ucap satria menyodorkan tangannya yg bearoma parfum.
"bagaimana?"tanya satria.
"harumm..!"ucap julya.
"parfum memang harummm...apa harumnya menyengat?"tanya satria.
"tdk juga!"ucap julya.
satria tersenyum "selera kita sama!"ucap satria membawa parfum itu dan membayarnya.
"apa yg ingin kamu katakan?"tanya satria lagi.
__ADS_1
"ahh aku tdk jadi!"ucap julya
satria memberi paperbag ke tangan julya.
"bawa okey!"ucap satria.
julya mengikuti dari belakang,satria didepan.
satria berhenti dan menghadap belakang.
"julya ..aku mencintaimu!!"ucap satria dengan senyumnya.
julya yg mendengar kaget dengan perkataan satria.
julya tersenyum dan berlari memeluk satria dengan erat.
"apa kau serius?"tanya julya.
satria memeluk kepala julya merasakan pelukan seseorang.
"hmm aku serius..!"ucap satria.
"aku juga...!"ucap julya.
yg mampu membuat ayahnya yg dari tadi melihat,hatinya memanas.
"Julya!!!!"bentak ayah,dengan segera melepas pelukan mereka.
"ayah!!!"ucap julya kaget.
satria mengingat sesuatu "saya seperti pernah melihat anda!"ucap satria.
"aku tdk akan biarkan kamu mendekati putri saya!"ucap Siregar mencengkram kerah hoodie satria.
kerah satria ditarik siregar,saat julya ingin menghampiri,bundanya menarik tangannya dan membawanya pergi.
siregar membawa satria ke toilet dan mendorong ke dinding.
"aku mengingatmu!"ucap satria.
satria berusaha melepas tangannya Siregar namun,cekikan nya lebih kencang.
"uhukk..uhuk..hak..le..pas..!"lirih satria yg kehabisan oksigen.
seketika satria makin lemas,langsung julya menampar ayahnya.
plakkk
ayah seketika melepas tangannya saat melihat putrinya.
satria terduduk dilantai menghirup oksigen.
mata satria seketika tatapan tajam
"julya. ...!"bentak siregar
satria berdiri dan kewastafel sempoyongan
"uhuk...uhuk...huk..hook...!"
Siregar tdk melawan putrinya,julya menghampiri satria yg masih batuk diwastafel.
julya ingin membantu satria,namun satria menepis tangan julya.
"menjauhlah dariku!"bentak satria,mampu membuat julya kaget.
satria masih terasa sesak nafas,karna cekikan itu.
julya berusaha membantunya lagi,namun satria malah membentaknya lagi.
Siregar pun menarik tangan julya untuk segera keluar meninggalkan satria.
satria mengatur nafasnya dan duduk dalam toilet.
Siregar menarik tangan julya untuk pulang
"cepat pulang!!!"bentak ayah,mendorong julya kedalam mobil.
__ADS_1
siapa yg bakal menyangka jika satria bakal menjauhi julya saat tau jika ayahnya dalang dibalik penikaman nya dihutan saat itu.
saat dikantin
satria duduk sendiri menyantap makanan,biasanya julya yg menemani,namun dia tdk ada rasa peduli,sama sekali.
Dea datang dari kelas
"ehh satria..gw comeback!"ucap Dea,duduk didepan satria.
"hmmm!"jawab satria.
"ehhh lu gk kangen apa? gw kan baru pulang luar negeri!!!"ucap Dea.
"lalu?gw harus apa?histeris gitu?"ucap satria.
"ya...sambut napah!!"ucap Dea.
satria tdk merespon sampai dia selesai makan,julya menghampiri mereka.
"hey Dea..!"panggil julya.
satria membereskan barang barangnya
"gw duluan,masih ada urusan!"ucap satria,pergi dari kantin dan malah keperpustakaan.
"satria..lu udah buat skripsi?"tanya Raka.
"apa yg belum gw buat?udahlah!"bangga satria.
"aishh gw lagi mager nih buatnya!"ucap raka,duduk didepan satria.
"heh kita sarjana lagi 2 Minggu bisa bisanya lu bilang lu mager,bisa bisanya lu bilangnya dengan santai!"ucap satria.
Amel datang dan duduk disampingnya satria.
"heh apa apaan ini?"tanya satria.
"ini aku bawa minuman!"ucap Amel.
satria yg was was tdk langsung meminumnya,satria mengambil dan menuang kan ke pot bunga yg ada disampingnya.
"kenapa tdk beraksi?"batin Amel.
satria masih mengetik didepan laptopnya
"satria...!"goda Amel.
satria melakukan wink ke Raka,satria seolah olah terbuai godaan.
Amel malah seperti orang murahan yg penuh dengan hasrat.
Amel ingin menc*um satria malah mulut satria mendorong mulutnya Amel kesamping menghindar c*uman itu.
Raka yg salah tingkah langsung pindah ke rak buku.
"apa apaan ini?"batin Raka.
"apa kamu terbuai obat perangsang ku?"bisik amel,yg masih bisa didengar Raka.
Amel berusaha membuka dasi satria,untuk menggoda.
satria masih pura pura terangsang namun dia mengatakan,sambil melepas tangan Amel dipakaiannya.
"kamu terlalu murahan...!"ucap satria,dengan senyum sinisnya merapikan dasinya lagi.
"satria..!"kaget Amel,saat sadar bahwa satria tdk terangsang sama sekali.
satria mendorong tubuh Amel kedinding dan meninggalkannya keluar perpustakaan.
"ehhh satria..tunggu!"ucap Raka
satria kembali kekelas dan cuek dengan julya yg sekarang duduk disampingnya.
"satria.. apa kau bercanda atas ucapanmu kemarin?"lirih julya.
"aku serius,namun sekarang tdk!!!"tatap sinis satria tiba tiba.
__ADS_1