CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
-


__ADS_3

Satria menghela nafas panjang dan duduk bersandar dibantalnya.


"tuan muda..!"ucap Deva yg tiba tiba datang.


"katakan pada seluruh karyawan jika direktur mereka telah tiada!"ucap satria menutup matanya dengan lengan.


"apa?apa kau gila bagaimana bisa kau sebo..!"ucapan nya terpotong saat satria menatapnya begitu dingin.


"Gila?"gumam satria.


"he...hehe saya yg gila, saya yg gila tuan muda maaf karna sudah berkata kasar!"ucap Deva.


satria tersenyum geli saat mendengar Deva mengatakan bahwa dirinya gila hanya untuk menutupi perkataannya.


"Katakan saja yg aku suruhkan!"ucap satria.


...****************...


kantor


Baru sampai diparkiran Deva menghela nafas


"Deva kau akan berakting hari ini!"ucap deva,sambil meneteskan air mata palsunya.


Deva turun dan menunduk berjalan memakai setelan hitam semua.


Semua karyawan menatapnya,karna Deva tdk biasanya seperti itu.


Deva membereskan ruangan satria


"eeee..Deva ada apa?"tanya seorang karyawan.


...****************...


Satria pun melakukan semua yg diperintahkan dokter padanya.


Julya datang membawa nampan lagi seperti kemarin.


"aishhh suster dapat gaji buta begitu?"ucap satria.


"aku yg minta!"ucap julya menaruh makanan di meja kecil depan satria.


Satria memutar bola matanya melihat makanan yg sama seperti kemarin.


"aku ingin pulang!"ucap satria.


"pulang saja sana tdk ada yg melarangmu kecuali dokter!"ucap julya,mencampur obat dengan minuman.


"Dasar anak manja!"gumam julya.


"ayo minum!"ucap julya memberi gelas yg berisi air.


"tdk..aku tdk mau!"ucap satria.


"ayooo hanya air minum..!"ucap julya.


"ayo cepetan minumm..kau akan mau makan!"ucap julya.


"ahhhh kau menipu ku lagi!"ucap satria.


Julya pun makin kesal dan tersenyum terpaksa.


"hehehe..kau bikin aku naik darah setiap hari katakan apa mau mu?aku turuti tapi makan ya!"ucap julya yg sudah kelewat kesal namun masih sabar.


Satria tersenyum smirk menatap wajah julya,"apa kau mau?"


"a-a-aapa yg kau mau?"tanya julya ,gugup.


Satria turun dari bankar dan mendekat ke julya,julya mundur dan terhenti didinding.


"a-a-apa yg akan kau lakukan?"tanya julya jantungnya tidak bisa berhenti berdebar menatap wajah satria.


Julya menutup matanya saat satria sudah mendekat.


"ya.. lakukanlah!"ucap julya, memejamkan mata.


Satria mengerutkan alisnya menatap julya sangat dekat hampir tdk ada jarak.


"dia berpikir lain?"batin satria.


"aku hanya minta rahasiakan jika aku masih hidup!"ucap satria, pelan.


"apa yg kau pikirkan?"tanya satria.


Durghhh


Julya membuka matanya ternyata tadi dia berhayal nyatanya satria masih dibankar rumah sakit mengatakan apa yg dia katakan tadi.

__ADS_1


Artinya satria tdk ada mendekati julya,


"aku hanya minta itu!kenapa kau menempel didinding?"tanya satria.


Julya jadi salah tingkah dan duduk disamping satria dan menghela nafas.


"ayo makan!"ucap julya.


"kau sakit?kenapa tiba tiba berubah?"tanya satria.


"ahhh tidak!"jawab julya.


...****************...


Malamnya


Deva datang lagi memakai setel jas serba hitam.


"Tuan muda... bagaimana jika ayah anda tauuu nanti..saya yg kena masalah..!!"rengek Deva.


"hanya beberapa hari..kau tenang saja..bungkam saja mulutmu itu..mana mungkin ayahku tau..aku dikabarkan tiada pasti ayahku datang mestinya..karyawan tdk akan mengungkit apa apa atas tiada nya diriku!"ucap satria.


"astaga...punya tuan muda gini amat..!"gumamnya sedikit pelan saat menundukkan kepalanya.


"ohhh tadi aku sudah mengorek kotoran telingaku jadi aku dengar ucapan!"ucap satria.


"Ahh maaf..!"ucap Deva pergi keluar.


Satria hanya tersenyum dan tiba tiba berubah dingin.


2 Minggu kemudian


Satria akan keluar dari rumah sakit memakai hoodienya.


"Deva!"panggil satria.


"ya tuan?"


"ajak aku makan nanti,aku ingin makan makanan yg lezat hari ini!"ucap satria.


"Tdk,jangan antar kemana mana,dia baru keluar rumah sakit!"ucap julya membereskan barang barang satria.


"lalu aku makan apa?"tanya satria.


"makan makanan lah!"ucap singkat julya.


"Eee..kalian satu apartemen?"tanya Deva.


"iya..!!"jawab satria dan julya kompak.


"kau pulang lah!"ucap satria.


Deva pun pergi dengan senang hati.


Hanya ada satria dan julya dirumah,satria duduk disamping kompor menemani julya yg sedang memasak jjang Korean noodle.



satria sudah menunggu duduk disampingnya melihat julya yg sibuk mengaduk.


"kau tdk makan ini!"ucap julya.


"yakkk,ayolah..aku sudah ingin makan!"ucap satria.


"tdk!kau makan yg lain saja..!"ucap julya.


"aku minta sedikit ya..aku mohon..aku sudah bosan makan bubur!"rengek satria.


Julya tdk menghiraukannya dan menyajikan dakjuk dimeja makan.


Satria hanya menatap sayu ke dakjuk yg disajikan didepannya.



Sedangkan julya sudah makan lahap makanannya.


"Heyy!"gumam satria.


Julya hanya melirik sebentar dan tdk peduli walau satria tdk makan makanannya.


Julya tiba tiba pindah kursi dan duduk disamping satria.


"inih..!"julya menyodorkan makanan yg diinginkan satria dari tadi.


Satria langsung melahap dari suapan julya,


Julya memberi secara bergiliran dengan bubur yg dimiliki satria.

__ADS_1


"hmm berhenti!"ucap satria.


"hmm?kenapa?"tanya julya.


"aku sudah kenyang!"ucap satria meminum air disampingnya.


Julya pun pindah tempat duduk dan makan bagiannya.


Satria hanya tersenyum senang entah apa yg dirasakan nya sungguh beda.


"Ini sudah malam tidurlah!"ucap julya, membersihkan meja.


Satria pun berjalan kekamarnya seketika dia tidur secara spontan.


Beberapa menit kemudian


Julya datang kekamarnya,dan mendekat menaruh nampan.


"he..bangun sebentar!"ucap julya.


Julya pun menyalakan lampu tidur,mata julya membinar melihat satria yg telanjang dada yg namun kemejanya masih dia pakek.


"apa ini orang tdk bisa menghidupkan AC?"gumam julya.


Satria tanpa sadar menarik tangan julya,julya yg belum siap menerima tarikan jatuh menindihi tubuh satria.


Satria malah memeluk seperti memeluk boneka.


Jantung julya tdk karuan ada diatas satria,dia menempel didada satria.


deg..deg..deg..


Julya bahkan mendengar jantung satria karna saking dekatnya dengan satria.


Bahkan julya merasakan detak jantungnya sendiri.


"Apa aku mencintainya lagi?"batin julya.


"Aku mencintai nya!"batin julya.


"Kenapa terjadi lagi?padahal aku tau ini tdk ada yg akan mengijinkan!"ucap batin julya.


Saat julya ingin beranjak bangun satria malah mempererat pelukannya.


Paginya


Satria tidur dengan julya dengan erat satria masih memeluk julya, saling berhadapan.


...****************...


Raksa sudah bersiap kekantor dengan Siregar entah berapa banyak dia sudah menyelundupkan uang ke rekening nya sendiri.


"Bibi..aku nanti pulang larut!"ucap raksa.


"iya baiklah,jaga kesehatan mu..kau selalu pulang larut akhir ini..!"ucap istri dari Siregar.


Siregar yg ada diujung tangga"kenapa sekarang pemasukan semakin sedikit?"batin Siregar menyadari jika pendapatan perusahaan makin turun drastis.


"Raksa..nanti kau kantor sendiri !"ucap Siregar.


"kenapa?kenapa begitu?"tanya Raksa.


"aku ada acara beda arah nanti kau bawa mobil julya dulu!"ucap Siregar


"hmm baiklah!"


Galih malah khawatir keadaan satria karna akhir akhir ini satria tdk bisa dihubungi.


"Permisi tuan!"ucap Deva yg sengaja ke kantor utama satria Datama jauh jauh untuk mengatakan sesuatu.


"Deva..kau?ada apa?"tanya galih.


"Tuan muda minta cuti beberapa Minggu jadi tuan minta saya kesini untuk menyampaikan langsung!"ucap Deva.


"cuti?kenapa dia cuti?"tanya galih.


"Karna..karna..tuan muda sangat lelah akhir akhir ini.. kesehatan nya agk menurun jadi tuan muda minta cuti beberapa Minggu!"ucap Deva.


Galih langsung menyetujui tanpa berpikir panjang.


"katakan aku tdk bisa menjenguk nya karna pekerjaan ku sangat banyak jika dia cuti!"ucap galih.


"Baik tuan akan saya sampaikan!"


Deva pergi dengan dinginnya lewat diantara karyawan juniornya.


Yang baca like ya..jangan baca aja..gak maksa tapi hargai author yg susah bikin alurnya.

__ADS_1


__ADS_2