CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
Siregar mengelabui satria


__ADS_3

galih membaringkan satria yg masih tertidur diranjangnya.


galih tersenyum dia seperti mengurus anak kecil lagi saat melihat wajah satria.


saat galih ingin menyelimuti satria,satria tiba tiba mengigau.


"eunghhh dia menusukku..dia orangnya..dia menusukku dengan pisau!"igau satria.


Galih yg mendengar itu sontak terdiam dan menatap wajah satria yg penuh dengan rasa khawatir ,bahkan wajahnya memperlihatkan rasa takut.


satria makin tdk tenang nafasnya terburu-buru.


Satria bermimpi dikejar untuk kedua kalinya dengan orang yg membawa pisau.


satria seketika kebangun dan terduduk dengan nafas terburu-buru.


"satria ...satria..!"panggil ayah.


satria menengok ayahnya dengan nafas yg terburu buru dan keringat yg keluar dari tubuhnya.


galih seketika memeluk satria untuk menenangkannya.


"kau mimpi buruk?"tanya ayah.


"hmm iya!"ucap satria yg tdk sempat melihat wajah seseorang dimimpi.


"kau mau bilang sesuatu?"tanya galih.


satria menggeleng dia berbohong ingin sekali dia mengatakan dia melihat orang yg sedang memegang pisau.


"kau hanya capek jadi tidurlah!"ucap galih.


hanya ditatap datar satria, galih tersenyum dan menyelimuti satria lagi dan menunggu dia tertidur lagi.


saat satria sudah tertidur lagi galih pergi dan menutup pintunya.


Keesokan harinya


satria ada janji dicafe dengan klien dia bergegas bersiap siap dan memakai jasnya



paling beken dan paling beda, direktur yg bebas dalam berpakaian.


mama menghampiri nya dan melihat satria berdiri dikaca merapikan dasi.


dan meminum obatnya sendiri.


"satria...kenapa pagi sekali?"tanya mama.


"aku ada klien di cafe!"ucap satria.


satria pun memakai antingnya,dan tersenyum tipis melihat wajahnya sendiri.


"ayah mana?"tanya satria.


"ayahmu masih tidur,bangunin sana!"ucap mama.


satria pun bergegas kekamar ayahnya untuk sekian lama.


satria pun melihat ayahnya yg masih tidur dibalik selimut,satria tdk langsung membangunkan melainkan kelaci ayahnya,hanya ada rasa penasaran.


Tdk sengaja satria menemukan handphone,satria tdk tau itu handphone siapa,tapi nyatanya itu milik satria dulu saat satria masih kuliah.


dibalik casing handphone pun terdapat nama satria Sanjaya.


"kapan aku punya handphone ini?"gumam satria duduk diujung ranjang ayahnya.


satria pun mencoba membuka kunci handphone dengan sidik jari.


"woh..ini aku punya?"tanya nya melihat wallpaper beranda ada fotonya.


__ADS_1


(author hanya menjadikan Jimin visual disini,bukan tokoh yg dimainkan)


satria membuka semua aplikasi yg mungkin memberikan penjelasan.


satria menuju balkon untuk memeriksa,satria menghentikan jarinya saat melihat foto seorang perempuan yg duduk bersamanya,yg tdk lain ialah julya,namun di lain foto ada Amel juga.


satria ingat saat julya menangis,memohon supaya satria tdk pergi,semua masih puzzle,satri juga melihat saat julya menggenggam tangannya dirumah sakit.


"akhh.."pekik satria memegang kepalanya,yg terasa sakit.


satria bersandar dipintu kaca balkon mencengkram kepalanya.


ayah yg terbangun karna alarm belum sadar jika satria ada disana.


"euaahmmm!"


otak satria terus berusaha mengingat namun semua dibuat puzzle.


satria menjatuhkan handphone itu dan mencengkram kepalanya dengan kedua tangan.


ayah yg mendengarkan ada yg jatuh segera melihat kebalkon.


"satria..!"


ayah langsung menghampiri satria dan memeluk kepalanya,


"sssttt...jangan kau memaksa mengingat apa pun!"perintah ayah,masih memeluk kepalanya satria.


satria pun mulai tenang dia bahkan menjatuhkan air mata.


ayah menuntun satria kedalam dan duduk ditepi ranjang.


galih mengambil air minum dan memberi minum satria.


"ayo minumlah jangan kamu banyak berpikir!"ucap ayah.


galih mengusap air mata satria,yg jatuh karna kesakitan.


"sudah mendingan?"tanya galih.


"hmmm baiklah!hati hati!"ucap galih.


satria pun keluar dari kamar ayahnya ada rasa penasaran dihatinya namun dia tdk ingin memikirkan lebih dalam.


"pak antar saya kecafe!"ucap satria


"baik tuan!!!"ucap sang sopir.


sampainya dicafe dia bertemu Raksa dia mengaku sebagai klien atas perintah dari Siregar.


Dipikiran satria hanya,dia klien pertama ku,dia jadi hasil kerja kerasku.


satria bersikap profesional didepan Raksa.


"hmmm iya aku akan mengajakmu kekantor pamanku..dia ingin bertemu dengan mu!"ucap Raksa.


Satria tdk tau itu sebuah jebakan untuknya menuju maut.


"hmm baiklah aku akan menemui pamanmu seakarng!"ucap satria.


Sampainya dikantor Siregar atau dengan nama Graha Tama.


Raksa terlalu pintar mengenai tipu muslihat, Raksa mengajak satria masuk keruangan Siregar,sampai 3 jam satria keluar namun tdk balik juga kekantor Satria Datama.


"hooh direktur Sanjaya...!"ucap Siregar.


ada bergejolak dipikiran satria namun tdk dia pikirkan dalam dalam.


"Raksa kamu lanjutkan tugasmu!"ucap Siregar.


Raksa pun keluar dari ruangan Siregar ,


Siregar mempersilahkan satria untuk duduk,dan berbincang sebentar.

__ADS_1


"aku dengar proyek selanjutnya ada dilondon?"tanya Siregar.


satria membenarkan hal itu,setelah 30 menit berbincang,satria makin enjoy dan tdk segan dia minum teh disajikan.


Sebelum teh itu datang Raksa sudah memberi obat bius, diminuman itu.


"bagaimana tehnya?"tanya siregar.


satria hanya tersenyum manis, merasakan rasa manis di teh itu.


"kemarin aku sadar anda datang keruangannya saya ada apa?"tanya satria.


"ohhh tdk...aku hanya mengunjungi ayahmu!"ucap Siregar.


"jika kau tiada aku bisa menghancurkan perusahaan ayahmu!"batin Siregar.


"ahh!"lirih satria terasa sangat mengantuk.


"apa anda mengantuk?"tanya Siregar.


satria dengan polosnya mengangguk.


"saya masih harus menemui seseorang diluar anda tunggu disini sebentar!"ucap Siregar,bergegas pergi.


satria seketika tertidur disofa,


Galih sudah berusaha menelpon satria setelah 5 jam tdk kembali ke kantor.


"argh...dimana satria sekarang!!!"frustasi.


galih menelpon berkali kali namun handphonenya tdk aktif,dilain hal Siregar menginjak injak handphone milik satria disebuah gedung terbengkalai.


disana juga ada satria dengan tangan diikat dan juga kakinya dia duduk dikursi.


"heh bocah bangun!"bentak siregar.


ada ajudan juga disana yg tubuhnya berotot.


satria tdk kunjung bangun, ajudannya pun mengangkat dagu satria,ternyata satria sudah sadar tapi dia tdk mau mengangkat kepala.


sampai tengah malam


satria dihajar habis-habisan sampai wajah satria membiru.


salah satu ajudannya memberi minum,dengan buru buru satria meminumnya.


"aishh pekerjaan apa ini yg kita dapat!"ucap salah satu ajudannya.


satria hanya menatap sayu dua orang dihadapannya.


"lepaskan aku ...aku mohon...!"lirihnya.


"diamlah..!!"bentak salah satu ajudannya.


Siregar datang membawa bir


"apa yg kalian lakukan kenapa diam saja!!"bentak siregar.


ajudannya langsung memukul satria sampai kemeja putih yg dia pakai mendapat bercak darahnya sendiri.


"akh..ampuni aku...!"lirih satria.


Siregar mengangkat dagu satria dan menatap bola mata cokelat abu yg begitu anggun dan seksi.


"aku MEMBENCI ayahmu....berani beraninya ayahmu bersaing denganku..aku tdk ingin dia berhasil dalam bisnis,aku ingin sekali melihat ayahmu berlutut dikaki keluargaku"ucap Siregar.


"DASAR EGOIS!!!!!"TRIAK SATRIA.


Siregar langsung memukul kepala satria,membuat satu kejadian dia ingat.


menyuapi julya dikantin kampus karna sebuah tantangan dari Dea.


senyumnya julya teringat dikepalanya.

__ADS_1


satria menjadi kesakitan dikepala saat melihat ingatan itu.


komen ya kalau mau lanjut,dan like.


__ADS_2