CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
rencana yg berhasil


__ADS_3

"itu ada !"ucap satria menunjuk ke bunga kecombrang.


"apa itu bunga kecombrang?"tanya julya.


"iya..aku lelah ambil sendiri!"ucap satria memberi lentera.


perasaan satria tdk enak makanya dia mengawasi dari belakang.


julya pun ke bunga kecombrang itu mengamati bunga cantik itu.


satria memejamkan matanya sebentar karna perasaan tdk enak terus dia rasakan.


tiba tiba ada yg menarik pundak satria dan


SREKKKK


Mata satria meruncing melihat seseorang bertopeng telah menerobos masuk perutnya dengan benda tajam.


Air mata satria menggenang dia tdk triak sama sekali,kedua tangannya di pundak orang bertopeng itu dan hanya berkata"ada wani..ta.. dibelakang ku..jangan..ka..u apa apakan aku.. mencintai..nya!"ucap satria dengan terbata-bata.


satria melepas tangannya dipundak dan bersandar dipohon walau tangan orang itu masih memegang pisau yg masih tertancap diperutnya.


SEKKK


pisau itu makin dalam mata satria hanya melotot dan menahan sakitnya.


matanya satria berusaha menahan air mata,namun air matanya tetap jatuh.


"satria..bunga ini bagus ayo kesini liat!"ucap julya masih mengagumi bunga itu.


"hmmm..iya...!"ucap satria walau ada orang asing didepannya.


julya yg merasa suara satria berbeda akhirnya melihat kebelakang.


"SATRIA.....!!"Triak julya saat melihat seorang menarik pisau tajam dari perut satria.

__ADS_1


"akh..!"pekik satria saat pisau itu keluar.


dengan gerak cepat julya berlari dan dan menahan kerah baju belakang orang itu.


"siapa kau!!!"triak julya.


orang itu tdk melawan padahal ditangan nya masih ada pisau yg bersimbah darah.


julya dengan sekerjap menarik topeng dan terlihat wajah ayahnya dalam sekilas,Siregar pelakunya dia segera menangkis tangan putrinya dan berlari secepat kilat.


satria terduduk mencengkram perutnya yg terus bersimbah darah.


"satria... satria..aku mohon bertahan lah..!"panik julya memegang kedua pipi staria.


satria tdk bicara sama sekali dia hanya berusaha untuk tdk berhenti bernafas,


"Satria...aku mohon..hiks...hihihiiii bertahan...!"ucap julya berusaha menghentikan darah yg mengalir dengan sapu tangan.


"Jul..ya..!"Rintih satria matanya mulai makin sayu.


"aku..mohon..jangan tinggalkan aku..aku mohon..!"ucap julya menangis tersedu-sedu.


"berjanji lah..padaku ..!"ucap julya menangis tersengal-sengal.


satria mengaitkan kelingking nya dengan julya.


julya memapah satria sebisanya walau satria memakai tongkat juga,selama berjalan julya tdk hentinya menangis.


"kita..tersesat!"ucap satria,masih berusaha kuat.


julya makin bingung dan melihat sekitar ,dia melihat sebuah gubuk sepi.


"ayo..kita kesana!"ucap julya.


satria yg mulai tdk bisa menahan memelankan jalannya dan bersimpuh kakinya tdk kuat lagi.

__ADS_1


Siregar pun sampai dimobilnya dan menyimpan pisau itu di mobil.


"loh..walkie talkie ku mana?"ucap Siregar kehilangan walkie talkie nya.


"tuan..!"triak ajudannya


"apa?"tanya Siregar.


"walkie talkie tuan jatuh tadi!"ucapnya.


"syukurlah kau menemukan nya!"ucap Siregar sibuk membersihkan tangannya yg tadi terkena darah.


julya menidurkan satria ke tanah yg ada didalam gubuk.


"aku..mohon..kamu sudah janji padaku..!"ucap julya.


satria berusaha tenang supaya wanita yg bersama nya tdk panik.


"hmm aku masih...ingat....!"lirihnya.


julya pun mengeluarkan semua obat yg dia bawa dari camping.


julya hanya bisa menghentikan darahnya tdk tau organ dalam satria yg terkena pisau.


"aku istirahat.. sebentar..!"lirih satria.


"janjilah...besok pagi kau harus bangun..!"tangis julya.


satria mengangguk tersenyum


"uhuk...huk..uhuk....huk..!"satria batuk


darah keluar dari mulutnya


"satria...hiks..hiks..hiiii!"julya makin panik.

__ADS_1


julya memberi minum air satria


"minumlah..!"julya membantu memberi minum.


__ADS_2