CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
Aku berusaha mengingat


__ADS_3

"jangan triak nanti dikira hubungan tdk harmonis!"bisik satria,dengan otak mesumnya.


Satria kembali merapikan pakaian nya, sedangkan julya malah ketakutan sendiri mendengar yg diucapkan satria.


"dasar..dengar omongan begitu saja takut!"batin satria.


julya merapikan bajunya dikamar sebelah dengan cepat.


"heh nona kau buat makan siang!"ucap satria.


"iya iya!"ucapnya dengan kesal.


Julya pun bergegas kedapur membuat ramen.


"heh tdk ada bahan makanan,aku buat ramen saja ya?"tanya julya.


"hmmm iya!"ucap satria.


"bisa bisanya otaknya mesum sekali!'gumam julya yg sedang memasak.


satria padahal mengawasi diam diam diujung dapur.


"otaknya kemana mana padahal aku hanya bilang begitu!"batin satria.


Tak butuh waktu lama ramen sudah siap dan sudah disajikan di atas meja.


satria membenarkan sumpit dan mulai menyantapnya.


"kau jangan macam macam nanti malam!"ucap julya.


"uhuk...uhuk..uhuk.."satria kaget mendengar perkataan julya.


"apa yg kau pikirkan?"tanya satria.


"tdk...aku tdk memikirkan apa apa!"ucap julya.


satria menatap sinis dirinya dan melanjutkan makannya.


"aku akan kekantor nanti sore jadi bersiaplah kau jadi sekretarisku"ucap satria.


"kenapa kau masih mengingat hal itu...!"triak julya.


"kenapa aku harus melupakan?"tanya satria mengelap bibirnya.


"aku tdk bisa menjadi sekretaris!"ucap julya.


"kau hanya menemani..tapi hati hati otakku mesum!"ancam satria,padahal dia sendiri tdk begitu.


"satria otak mesum, brengs*k....!"triak julya.


"satu gedung bisa roboh karna triakanmu!"ucap satria kembali kekamarnya.


Mama satria menjadi khawatir saat jauh dengan putranya.


"apa dia sudah makan?"batinnya.


"aku harus menelponnya!"


"satria..kamu sudah sampai?"


"hmm sudah ada apa?baru aku sampai!"jawab satria.


"Apa kamu sudah makan?jangan terlambat makan..inget minum obatmu!"


"iya..aku akan usaha ingat..!"ucap satria.


"kamu harus hati hati ya.."ucap mama.


"Iya..aku akan kekantor aku tutup dulu ya!"


"iya..bye!"


Tut..Tut..Tut..


satria langsung memakai jasnya karna ada meeting mendadak.


"hey nona..cepet..!"ucap sateia.


malah julya makin lama,dia malah bikin satria emosi.


"mau main main ternyata!"gumam satria.


Satria mendorong tubuh julya Kedinding dan merapat ke tubuhnya.


"kau mau aku lahap bibirmu?"bisik satria.


"aku sudah mengatakan cepat ya cepat,tapi kau tdk mau aku harus menghukummu!"bisik satria.


saat satria sudah sangat dekat dengan bibirnya.


"iya ...iya.. aku akan cepat sekarang!"ucap julya.


satria pun menjauh dan keluar.


"astagaaa..itu orang!"ucap julya masih takut.


Sampainya dikantor


semua karyawan menyambut satria dengan menunduk.

__ADS_1


"selamat datang tuan muda!"ucap karyawannya.


julya hanya bingung dan hanya ngekor dibelakang satria.


"apa yg disambut orang brengs*k ini?"gumam julya.


"aku masih punya telinga yg bisa mendengar!"ucap satria berjalan ke ruangannya.


"ruangan anda sudah ada meja untuk sekretaris anda!"ucap Deva.


"hmmm dia pacarku, jangan panggil sekretaris!"ucap satria.


"maaf kan saya!"ucap Deva.


julya malah melotot menatap satria,satria hanya tersenyum puas.


Didalam ruangan.


julya menghampiri satria,satria hanya mematung menatapnya.


"kenapa kau ?"tanya satria.


"kenapa kamu mengaku pacarku?aku tdk suka omongan mu!"ucap julya penuh dengan amarah.


"ok aku akan mengatakan kau sekretaris ku...maka kau akan di beri tugas Sampek kau tewas karna tugasmu numpuk mau?"tanya satria.


"lalu kenapa kau menyuruhku menjadi sekretaris?"bentak julya.


satria mengabil remot dan mengendapkan ruangannya serta kaca menjadi gelap.


satria mendorong julya ke dinding.


"bersyukurlah walau ayahmu sudah hampir membunuhku..aku masih membiarkanmu hidup!!!"bentak satria.


"aku tdk berencana membunuh mu walau aku ada kesempatan itu kau paham?"bentak satria.


"aku hanya membuatmu tersiksa dengan ku.."ucap satria.


satria duduk lagi kekursinya dan mematikan ruang kedap suaranya.


dan menerangkan kaca yg tadinya dia redupkan.


terlihat karyawannya berdiri berusaha menguping.


krik...krik...krikkk


satria menatap semua karyawan yg menempelkan telinganya dikaca.


"AKU TDK MENGGAJI KALIAN UNTUK MENGUPING!!!!"BENTAK SATRIA.


Seketika semua karyawannya lari terbirit-birit.


"apa kau juga akan mematung didinding?"tanya satria ke julya.


julya ke mejanya dan menundukkan kepalanya.


Siregar ke kantor Satria Datama lagi


"aku yakin satria masih hidup dia pasti ada dikantor nya!"ucap Siregar.


perusahaan mereka berdua dikenal harmonis dimata masyarakat tdk dengan karyawan kantor.


"apa ada kabar baru?"tanya siregar dari sebuah pesan, mata matanya yg menyamar menjadi office boy.


"satria pindah cabang luar kota,kota se*ul!"jawabnya,yg bernama Noh


"oke jika ada yg penting lagi beritahu diriku!!"jawab Siregar.


"baik tuan!"jawab Noh.


Arga menepuk pundak Noh


"bekerjalah jangan mengundur waktu!"ucap Arga.


"baik tuan saya minta maaf!"ucap Noh


Arga merasa curiga dengan sikap Noh yg sibuk dengan handphone dan selalu waspada.


"galih!"panggil Arga.


"hmm apa?"tanya siregar.


"Aku baru ingin bertanya padamu sejak dulu aku penasaran dengan hal ini!"ucap Arga.


"apa?"


"sebenarnya aku tdk diperbolehkan untuk mengatakan hal ini,namun istrimu khawatir terulang lagi nanti!"ucap Arga.


"apa katakan!!!"ucap galih.


flashback on


Beberapa bulan sejak beberapa bulan sejak kejadian penikaman pertama dari Siregar.


Dirumah saat galih sedang pergi,Arga datang karna kakak iparnya memanggil.


"ada apa kak?"tanya Arga


"aku tdk tau mau kasih tau siapa aku minta padamu jangan biarkan ini terjadi lagi!jadi beberapa bulan lalu satria masuk rumah sakit karna ada yg menikamnya,aku tdk tau apa apa soal hal ini..aku menduga ini pasti akan berlanjut sebelum orang itu melihat satria tewas,aku mohon jaga juga putraku..hanya kau harapanku untuk menjaganya, suamiku tdk tau hal ini..jadi rahasia!"ucap mama.

__ADS_1


flashback off


Galih terhenti sejenak dan berpikir


"kenapa satria dan istriku tdk pernah mengatakan apa pun?"


"dia takut jika kau akan bertindak sama kepada pelakunya jadi mereka menyembunyikan hal ini!"ucap Arga.


"siapkan mobil aku akan memaksa satria mengingat nya!"ucap galih memakai jasnya.


"kau juga ikut kita akan mencari tau dengan cepat!"ucap galih.


Arga merasa bersalah setelah mengatakan hal ini.


"ini akan lama jika memakai mobil!"ucap Agra.


"pakek helikopter!!"ucap galih.


Tak butuh waktu lama helikopter mendarat di lapangan golf.


"ayah?kenapa ayah kemari?"gumamnya dari kaca disebelahnya.


galih dan arga segera buru buru ke ruangan satria,dan melihat julya yg tertidur dimeja.


"dia?kenapa dia disini?"tanya galih.


"hmm?dia..."satria mengaktifkan ruangan kedap suara dan meredupkan ruangannya.


"Dia sekretaris ku!"ucap satria.


"kak kita punya tujuan disini!"ucap Arga.


"kenapa kau merekrutnya menjadi sekretaris mu?"tanya galih,sedikit membentak.


"aku diperbolehkan mencari sekretaris sendiri.. kenapa aku tdk merekrutnya?"ucap satria.


"hey ayah dia yg menyebabkan kamu seperti sekarang!!"ucap Arga.


"apa?"tanya galih ,yg tdk tau apa apa.


satria seketika memegangi ujung mejanya


......mobil menyambar truk......


...darah,dari kepala...


...seorang bertopeng dihutan...


...pisau menancab di perut...


...julya di kantin...


...satria menyuapi julya ramyeon...


semua menjadi puzzle,satria terhuyung melihat hal itu.


"akh..ugh.. arghhhhhhh!"pekik satria mencengkram kepalanya.


Arga dan galih membawa satria ke sofa


"satria kau ingat sesuatu?apa kau ingat ?sebelum kecelakaan?"paksa Siregar.


Satria menjadi makin sakit dia memukul kepalanya sendiri.


"heh jangan pukul ...kau ingat saja!"ucap Arga.


...julya mengajak satria ke hutan ditengah hutan julya tersenyum, berlari ke ke bunga,satria berbalik dan pisau menerobos masuk....


sampai membuat julya terbangun dan gelisah melihat satria menjadi begitu.


"satria kau lihat wajahnya?"tanya galih.


"hiks.. hihihihi sakit...arghhh!"pekiknya, mencengkram kepalanya.


wajah satria sampai memerah menahan sakit.


...mall,parfum, Siregar menarik mencekik dan berbicara sesuatu....


Satria makin kesakitan"ayah...sakit...!!"pekiknya.


"kak kakak hentikan ini hentikan!"ucap Arga.


"satria satria sudah sudah kamu tenanglah!"ucap galih memeluk kepalanya.


"dia amnesia?"batin julya.


"heh julya mana obatnya?"tanya Siregar.


"obat?aku tdk tau pasal obat!"ucap julya.


Arga memberi minum pada satria.


"ayo minumlah !"


"aku tdk bisa mengingat...!"ucap satria dengan suara bergetar.


"sudah sudah jika tdk bisa jangan dipaksa,nanti kita akan coba mengingat!"ucap galih,satria masih dipelukan ayahnya,masih dibantu untuk tenang.


Satria melepas pelukannya dan bersandar disofa.

__ADS_1


__ADS_2