CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
Ketika rencana makin dekat


__ADS_3

"halo..gw mau minta tolong!"ucap satria.


"siapa ya?"tanya julya.


"aku satria..!"


"satria? siapa satria?"tanya julya.


"ahh dia belum tau namaku!"batin satria.


"aku Presma dikampus,cowok yg minta maaf sama kamu tadi siang!"ucap satria.


"ohhh iya kenapa?"tanya julya.


"Dea bilang ada flashdisk ditas kamu aku yg punya bisa dicari gk?"tanya satria.


"flashdisk?"


"iya flashdisk Dea jatuhin ke tas kamu tadi siang!"ucap satria


"ya..aku cari dulu!"ucap julya.


julya pun mengambil tasnya dan mengobrak abrik tasnya.


"ohhh ini dia..ada..!"ucap julya.


"bagus..kamu bisa bawa cafe dekat kampus gk?nanti aku nyusul itu flashdisk penting soalnya!"ucap satria.


"hmmm tapi ada syarat!"ucap julya.


satria menghela nafas "apa syaratnya?"


"traktir aku..mau gk?"tanya julya.


"iya iya. .. gampang!"ucap satria.


Skip


sampai di cafe itu satria sendiri dan julya dengan 2 bodyguard ayahnya yg paling dipercaya.


"ini!"ucap julya memberi flashdisk


"aku minta janji"ucap julya.

__ADS_1


"iya..tuan anda mau ikut?"tawar satria melihat ajudan julya yg sibuk walkie talkie membelakangi.


"tdk..tdk..!"ucap mereka tanpa menoleh.


julya yg tumben keluar diwilayah itu antusias karna satria mau mentraktirnya.


"kamu mau apa?"tahta Satria,sibuk menatap laptopnya.


"pesan sesukamu!"ucap satria.


"Trimakasih..aku pertama kali keluar rumah hari ini!"ucap julya.


"pantesan..!"ucap satria.


"aku langsung makan dessert aja ice cream!"ucap julya ke pelayan cafe.


"tuan anda pesan sesuatu?"tanya pelayan itu.


"mochi sama moccacino!"


kini hanya satu bodyguard yg mengawasi julya.


saat bodyguard itu melirik ke meja julya dia seketika melotot "dia putra galih!"batinnya.


bodyguard itu langsung memotretnya.


dimeja julya menikmati ice cream yg dia beli.


"hmmm dingin.. sekali!"gumam julya.


"namanya juga ice cream!"ucap satria,masih fokus pada laptopnya.


"apa yg kamu buat?"penasaran julya dan mengintip laptop satria.


"wahhhh banyak sekali...nama mahasiswa...!"kagum julya duduk disebelah satria.


"apa nanti otakmu tdk meledak? Buum!"ucap julya memperagakan otak meledak,mampu membuat satria tersenyum.


"mana ada otak meledak!"gumam satria.


"ohh ya kenapa flashdisk mu ada di tasku?"tanya julya.


"Dea yg ngambil katanya jatuh saat kamu nangis!"ucap satria.

__ADS_1


"hmm apa dia selalu begitu?"


"dia anak usil!"ucap satria.


"hahahaha gitu kamu sama sepupu sendiri!"ucap julya menikmati ice cream.


"apa kau punya sifat sedingin ini?"tanya julya.


"kenapa kamu tanya begitu?"tanya satria balik.


"ya...akukan mahasiswa baru..!"ucap julya.


"aku sesuai mood!"ucap satria.


satria memakan mochinya setelah sekali menggigit dia menjulurkan ke julya.


"apa?"tanya julya.


"kau mau apa tdk?"tanya satria.


"sudah diberi kenapa menolak!"ucap julya mengambil dan melahap dari tangan satria.


"astaga..aku kira kamu akan menggigit tanganku!"kaget satria tiba tiba julya makan dari tangan satria.


"yaudah kamu sudah selesai?"tanya satria.


"hmm sudah aku akan pulang..ajudan ku sudah boring nunggu!"ucap julya menunjuk ajudannya yg sedang bersandar dikursi.


"makasi...ya ...untuk traktirannya!"ucap julya pergi ke ajudannya.


"iya...!!"jawab satria membereskan laptopnya.


Malamnya sang ajudan 1 yg menjaga julya dari tadi menghampiri tuan Siregar.


"tuan sama mau bicara sesuatu!"ucapnya.


tumbennya ajudannya mau bicara jadi siregar duduk disofa.


"apa yg ingin kau katakan?"tanya Siregar.


ajudannya itu memperlihatkan foto satria dicafe tadi.


"dia penerus dari satria Datama..ada apa?"tanya Siregar.

__ADS_1


"itu temanku!"ucap julya tiba tiba muncul di belakang sofa sedang melihat apa yg dilihat ayahnya.


"Dia temanmu?"senyum Siregar.


__ADS_2