CINTA DALAM PERMUSUHAN

CINTA DALAM PERMUSUHAN
awal perpisahan


__ADS_3

"julya ..kamu kenapa?"tanya mama yg belum paham sebab dia menangis.


julya menjelaskan walaupun dia bakal dimarahi habis habisan.


"kamu keluar!"ucap mama saat mendengar cerita julya.


"maaf....maafkan ayahku...!"ucap julya.


"julya kamu keluar sekarang...pergilah dari kehidupan putraku!"ucap mama masih sabar.


"JULYA KELUAR!!!!"BENTAK MAMA.


Julya keluar dan pulang dengan perasaan bersalah.


"aku akan pergi aku akan jauh dari hidup satria!'ucao julya, walaupun berat namun dia tdk bisa begitu terus.


"bunda ayo pindah lagi kita keluar negeri lagi!"minta julya,tiba tiba.


"perusahaan ayah?ayah urus dari sana gitu ?"tanya ayah.


"tdk...ayah tdk akan ikut kalian,kalian kesana,kesanalah!"ucap ayah.


julya pun tdk peduli dia mengemas pakaian.


3 MINGGU BERIKUTNYA.


satria masih berada di salju itu dengan neneknya.


"apa kamu tdk ingin pulang demi nenek?"ucap nenek yg menetaskan air mata.


"pulanglah..!"ucap nenek.


satria mengangguk pelan dan menutup matanya lagi.


Dirumah sakit


"eunghhh arkkkk.."lirih satria sudah mulai kembali ke dunia nyatanya.


kepala satria diperban banyak sekali,bahkan memory otaknya terhapus,bisa dikatakan dia lupa dengan ingatan.


Satria merasa sangat linglung sendiri disana.


"akh..sshh sakit..!"lirihnya


dokter pun tiba tiba datang karna dari tadi mengawasi dari cctv.


langsung memeriksa satria


"istirahat lah..!"ucap dokter.


satria masih sangat lemah untuk bicara banyak.


"satria ..kamu sudah sadar?"mama datang dengan ayah dengan senang melihat putranya sudah sadar.


satria melirik orang yg ada didepannya


"satria?siapa dia?"tanya satria.


ayah dan mama kaget saat tau jika satria lupa dengan namanya.


"kamu satria..namamu satria..!*ucap ayah.


"argh...!"pekik satria berusaha mengingat.

__ADS_1


"tenang tenang...suster bius pasien!"perintah dokter.


setelah satria tenang dan tertidur lagi,dokter memeriksa nya lagi.


"pasien mengalami gangguan diotaknya, kemungkinan pasien akan lupa dengan ingatan nya,pasien tdk mengenal seseorang,jadi jangan paksa pasien untuk mengingat ingatannya!"ucap dokter.


"saya permisi,kami akan pindahkan pasien ke ruang rawat inap!"ucap dokter.


1 bulan kemudian


satria sudah lupa semua kenangan yg ada di hari sebelum.


"satria..kamu istirahatlah apa kau mau makan?"tanya mama.


dengan sifatnya yg dingin satria hanya menjawab"tidak!"satria sedikit berusaha mengingat sesuatu,namun kepala keburu sakit.


"akh..!"pekik nya memegangi kepala.


"ehh ehh satria...satria..jangan.. jangan kamu berusaha mengingat!"ucap ayah memeluk kepala putranya.


''hiks...aku tdk mengingat apa apa...hiks..hiks.. hiihiiiiiiihii"tangis satria merasa tdk mengenal siapa siapa kecuali 2 orang yg ada dirumah itu,yaitu kedua orang tuanya.


"kamu istirahat lah..ayo ayah antar!"ucap ayah,yg begitu lembut mengusap air mata di kedua pipi putranya.


sampainya dia dikamar,satria melihat kesekitar dan bergumam"apa ini kamarku?"


dia tdk merasa dirinya yg mempunyai kamar,ya pastinya dia tdk mengenal kamar itu karna selama ini dia tinggal dihotel bukan rumahnya.


5 Tahun kemudian


satria menjadi presiden direktur di perusahaan ayahnya sendiri,dia dikenal punya sifat dingin,semua tergantung moodnya sendiri,ini sudah 5 tahun namun dia tdk terbesit terpikir wanita yg perna dia cintai bahkan ditentang masing masing keluarga,5 tahun sudah sejak kejadian kecelakaan, namun walau sudah 5 tahun namun terkadang kepalanya sakit,bahkan dia gampang lelah, bagaimana tdk..dalam waktu yg berdekatan dia sudah melakukan 2 kali operasi.


Pertama saat penikaman itu dan yg kedua saat kecelakaan.


Hari ini satria bakal kekantor dia sudah bangun dan mandi mengguyur tubuhnya di kamar mandi dengan air hangat.


mama nya datang untuk melihat nya


"satria..apa kau sedang mandi?"tanya mama dari balik pintu.


"iya!"jawab singkat.


tak butuh waktu lama satria bergegas memakai kemejanya dan juga jas hitamnya.



(eitssss author tentukan jika mochi jadi visual)


begitu berkharisma dan terlihat cool,ayah datang juga ke kamar satria.galih tdk tau apa apa tentang penyebab kecelakaan satria yg tau hanya mama,galih bahkan tdk tau tragedi penikaman satria.


"tuan direktur Sanjaya!'ucap galih sedikit tertawa.


satria hanya tersenyum sambil merapikan dasinya didepan kaca.


"minumlah obatmu!"ucap ayah, membuka kan obat untuk putranya,bahkan memberinya dari tangannya.


"minum!"ayah bahkan memanjakan satria jika urusan minum obat.


Obatnya masih selalu setia menemaninya untuk memulihkan kondisi ingatannya,namun nihil hanya bisa meredakan rasa nyerinya.


satria memejamkan mata menikmati sensi rasa pahit dari obat itu.


"sudah?"tanya ayah.

__ADS_1


satria hanya mengangguk


"ayo turun sarapan!"ucap ayah menepuk bahu satria dan pergi.


satria pun bergegas mengambil jam tangan dan memakai nya dan juga anting ditelinganya,dia direktur yg beda dari yg lain.


dimeja makan satria tdk bicara sama sekali hanya ada suara garpu dan sendok yg bertabrakan.


bahkan dia tdk membuka pembicaraan walau didepannya ada kedua orangtuanya.


"ayah aku sudah selesai!"ucap satria bangun dari duduknya.


"jangan kamu melarikan diri dengan mobil sendiri!"ucap ayah yg melarang satria untuk menyetir mobil.


satria terhenti dan menoleh ke ayahnya


"apa aku akan seperti anak kecil yg harus diantar kemana mana?"tanya satria,dengan sikap dinginnya.


"berangkat bareng ayah nanti!!"ucap ayah.


satria menghela nafas dan duduk di sofa menunggu ayahnya.


Sampainya mereka dikantor semua karyawan membungkuk untuk memberi hormat.


"kamu baru seminggu menjadi direktur jadi bersikaplah sebagai pemimpin!"ucap ayah.


"hmmm!"jawab satria,singkat dan irit ngomong.


Satria duduk di mejanya menatap laptop


Siapa sangka jika Siregar bakal datang ke perusahaan Satria Datama.


"tuan ada yg bisa bantu?"tanya karyawan yg ada di ruang depan.


"aku ingin bertemu dengan galih Sanjaya!"ucap Siregar.


Setelah mendapat ijin,Siregar bisa menemui galih atas persetujuan galih sendiri.


"kita bertemu lagi!"sapa Siregar saat melihat galih duduk cuek dimejanya.


"tumben kita bertemu lagi?ada apa? apa akan kerja sama dan menipuku lagi?"tanya galih.


"hmmm tidak..!"ucap Siregar.


"lalu?kenapa datang ke sini?mau nawarkan teman mu yg ingin kerja sama dan menghancurkan perusahaan ku?"ucap galih.


Dulu mereka berteman baik namun Siregar menipu galih tentang kerja sama perusahaan dengan nya dan membuat perusahaan milik galih tenggelam hampir bangkrut,dan Siregar malah menaikkan popularitasnya dan menjelek-jelekkan perusahaan teman nya sendiri.


Rasa pengkhianatan Siregar masih terasa sampai sekarang.


"aku hanya melihat dan ingin bertemu direktur baru perusahaan ini!apa sebodoh dirimu?"tanya Siregar.


galih tetap diam dia mengakui dirinya bodoh saat berteman dengan seorang pengkhianat seperti Siregar.


"dia sedang sibuk jadi dia tdk bisa menemuinya!"ucap galih.


"aku akan menemui sendiri!"ucap siregar pergi,memaksa.


galih segera menghentikannya namun Siregar keburu masuk keruangan satria tiba tiba.


Satria diam bahkan tdk tersenyum dia masih menghadap jendela disebelahnya membelakangi tempat kerjanya.


"wahhh sibuk sekali direktur ini!"ledek Siregar.

__ADS_1


__ADS_2