Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 23


__ADS_3

"Kali ini aku membutuhkan bantuanmu," Reza mengubah topik perbincangan mereka.


"Tidak seperti biasanya, hal apa yang membuatmu bersedia melibatkanku?" keadaan saat ini memang sangat genting, tapi Eiden tidak menyangka Reza mau bekerja sama dengannya.


"Aku hanya merasa masalah yang mengganggu kita saling berkaitan, jika hanya aku tidak akan mendapatkan apapun," Reza meminta tolong kepada Eiden.


"Kenapa aku mau melakukannya, meskipun bekerja sama dalam bisnis tapi kita tidak berada di pihak yang sama," Eiden menjeda kalimatnya, "Lagipula kau adalah tangan kanan Jonathan," Eiden menyandarkan tubuhnya pada sofa seolah memberatkan permintaan Reza.


"Tidak perlu mencemaskan hal itu, aku sudah tidak terikat dengan pihak manapun,"


Eiden tercengang, "Apakah terjadi sesuatu,"


"Sebenarnya sudah lama Jonathan memberhentikanku, aku tidak tahu kesalahan apa yang aku buat jadi aku berencana menemuinya. Tapi saat dalam perjalanan aku menemukan Atreya dan mengetahui bahwa dia adalah adikku yang telah lama menghilang,"


"Dan kau tidak meneruskan tujuanmu?"


"Ya, aku terlalu fokus mencari cara untuk menyembunyikan identitas Atreya sebagai manusia. Sampai pesta diadakan dan aku punya kesempatan untuk bertanya pada Jonathan,"


"Lalu apakah kau menemukan jawabannya,"


"Itulah yang menggangguku," Reza menghela nafas kasar.


"Biar kutebak! jawabannya tidak sesuai harapanmu?"


"Dia hanya bilang kalau ingin membebaskanku dari tanggung jawab dan mengurus urusan adikku,"


Eiden nampak memikirkan sesuatu.


"Apa kau telah memberitahu pada Jonathan sebelumnya kaau kau menemukan adikmu?"


"Tidak, tapi tidak heran kalau dia tahu karena dia pasti telah menempatkan mata-mata di sisiku," Reza melirik Eiden.


"Kau benar!" Eiden nampak tidak nyaman, dia juga menempatkan seseorang di kediaman Reza untuk menjaga Atreya.

__ADS_1


"Jangan kau kira aku tidak tahu ulahmu!" Reza menangkap basah Eiden.


"Ayolah... aku hanya bercanda, kan!" dia mencoba menenangkan Reza.


"Sudahlah! aku tahu untuk siapa kau melakukannya,"


"Jadi, kau berencana balas dendam dengan meminta bantuanku,"


"Apa kau pikir aku orang serendah itu?" Reza kesal, tapi dia mencoba meredam amarahnya.


"Baiklah, baiklah,"


"Apa yang akan kau lakukua setelah tahu bahwa Jonathan yang sekarang bukanlah dia bukanlah dia yang asli?" kata-kata Reza membuat Eiden bungkam.


Reza heran dengan tingkah Eiden,


"Kau pasti juga menyadari sesuatu, bukan?"


"Sebenarnya sudah lama aku tidak merasakan energi kehidupan Jonathan, aku mengira sesuatu terjadi padanya karena itu aku kembali,"


"Itu hanya terjadi sebentar saja, seolah dalam sekejap dia menghilang,"


"Kau tidak mencurigainya?"


"Meskipun aku dan dia selalu berbeda tapi biar bagaimanapun kami telah lama hidup bersama, melalui pelatihan dan berjuang bersama. Bagiku dia lebih dari seorang saudara, dia juga sahabat yang lama menemaniku," Eiden berdiri dari duduknya,


"Dia sama berharganya dengan Ayahku, kuharap kau mengerti maksudku," dia mengepalkan kedua tangannya.


"Aku permisi dulu, terima kasih sudah mau menjamuku," Eiden keluar dari tempat itu.


"Lebih sulit dari dugaanku," Reza menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Semenjak kejadian itu Eiden jarang menampakkan dirinya di rumah Reza. Dia hanya menemuinya untuk urusan bisnis dan Reza tidak membicarakan masalah itu lagi, mereka hanya membahas bisnis mereka. Masalah hilangnya Raja belum terpecahkan dan urusan kerajaan ditangani oleh Bernard, adik sang Raja.

__ADS_1


Atreya memutuskan untuk memulai kembali kuliahnya di bidang bisnis, dia memutuskan untuk membantu kakaknya di perusahaan. Juga karena Reza bersikeras menahannya dengan alasan tidak ingin Atreya lepas kendali dan menyerang manusia.


Waktu terus berjalan, Atreya melalui hari-harinya dengan perlindungan ekstra dari Reza dengan pengawal yang terus mengikutinya. Bahkan tidak membiarkannya sendirian meskipun berada di rumah. Reza masih trauma saat Atreya hilang dari rumah ketika Raja menghilang.


Tapi Atreya selalu merasa ada yang kurang. Atreya merasa gelisah, dia sudah terbiasa dengan kehadiran Eiden yang selalu tiba-tiba muncul di hadapannya. Dia tidak tenang, khawatir terjadi sesuatu padanya.


"Kak, apa kau menemui Eiden baru-baru ini?" pagi itu Atreya memutuskan untuk bertanya, dia tidak bisa menunghu lebih lama lagi.


Reza berhenti menyendok mekanannya, "Kenapa, apa kau mengkhawatirkannya?"


"Aku hanya bertanya," Atreya gugup saat menjawab pertanyaan Reza.


"Terakhir kali aku bertemu dengannya suasana hatinya terlihat tidak baik," Reza merahasiakan pembicaraannya dengan Eiden.


"Dia pasti sedih karena Raja masih belum ditemukan," entah mengapa Atreya ikut sedih saat memikirkan keadaan Eiden.


"Sebaiknya kita tidak ikut campur, lagipula aku juga sudah menjadi rakyat biasa,"


'Benar! kakak sudah bukan Jenderal lagi, tapi syukurlah setidaknya dia tidak selalu menghadapi bahaya karena terlibat dengan anggota kerajaan,'


"Tapi syukurlah kau tidak terlibat dengan kerajaan lagi, kudengar kerajaan tempat yang mengerikan,"


"Kenapa kau berfikir begitu, bukankah cerita kerajaan di semua dongeng terlihat indah?" Reza kembali menyantap sarapannya.


"Dongeng belum tentu nyata, sebaliknya sejarah mengungkap segalanya,"


"Huh.. "Reza tersenyum getir, Atreya melihatnya.


"Apa aku salah bicara,"


"Tidak, aku tidak melihat bagaimana kau tumbuh tapi dan sekarang kau sudah bisa membedakan dongeng dan kenyataan, tapi kuharap kau juga tidak terlibat dengan salah satu dari mereka.


Deg...

__ADS_1


Atreya merasa jantungnya seakan berhenti, permintaan kakaknya tidak salah tapi semua sudah terlambat. Karena dia menempatkan salah satu dari mereka di hatinya.


__ADS_2