
"Kita harus memikirkan cara untuk mencegah Atreya mengamuk saat pembangkitannya dimulai,"
"Bukankah akan lebih aman jika kita mengurungnya mulai dari sekarang?"
"Tidak bisa! dia baru saja mendapatkan pekerjaan, jika kita mengurungnya tanpa sebab dia pasti akan sangat sedih,"
"Kau terlalu berlebihan, semenjak Atreya datang kau berubah menjadi lebih berperasaan,"
"Mau bagaimana lagi! dulu aku bekerja keras demi nama baik ayahku, tapi sekarang berbeda," Reza membayangkan dirinya dulu. Masalah seperti ini sering terjadi, kebangkitan vampir baru selalu menjadi bencana jika dibiarkan. Sebagai orang kepercayaan Raja, ia sudah sering menanganinya. Tapi kasus Atreya berbeda.
Reza dan Parvis baru menemukan bahwa sebagai keturunan dari kaum vampir dan penyihir, Atreya akan berubah menjadi vampir setelah berlalu seribu hari dari saat Eiden menggigitnya. Dan saat itu tinggal sepuluh hari lagi.
"Aku akan mengirimnya ke Pulau XX," Parvis nampak kaget mendengar ucapan Reza.
"Kau sudah gila! itu akan sangat berbahaya, tetua kaum serigala menjaga tempat itu, belum lagi Atreya termasuk orang baru dalam perusahaan. Jangan karena panik kau malah membahayakannya,"
Parvis nampak emosi tapi Reza tetap tenang.
"Apa kau lupa? aku dan tetua serigala pernah saling membantu, aku yakin dia bisa membantu menjaga Atreya selama proses perubahannya,"
"Kau benar! aku hampir melupakannya, tapi apa kau yakin mereka akan menuruti kemauanmu,"
"Mungkin jika orang lain mereka akan menolaknya, tapi jika aku mengungkap identitas Atreya yang sebenarnya mereka pasti setuju,"
"Kalau begitu aku akan mengurusnya,"
__ADS_1
"Atur agar Atreya berangkat dalam waktu tiga hari ini,"
"Kalau begitu aku tidak punya pilihan selain mempersiapkan segalanya," ucap Parvis pasrah meskipun dia sendiri juga tidak yakin dengan keputusan Reza.
"Mereka tidak punya pilihan lain selain melakukannya, jika dibiarkan konflik antara kaum vampir dan serigala akan muncul setelah mereka mengetahui keberadaan Atreya,"
"Akan kupastikan dengan mata kepalaku sendiri," seketika aura di sekeliling Reza menjadi gelap dan dingin.
"Jika kau tidak yakin, jangan memaksakan diri!" Reza langsung memelototi Parvis, dan yang dipelototi langsung diam.
"Aku... akan keluar dulu," melihat Reza yang seperti itu Parvis langsung keluar.
Sejak dahulu kala kaum vampir dan serigala saling bermusuhan, demi mencapai perdamaian mereka melakukan perjanjian wilayah kekuasaan. Diantara kedua belah pihak tidak boleh memasuki wilayah pihak lain. Tapi perseteruan terus terjadi dan hampir menyulut kembali perang yang sudah berakhir. Sampai akhirnya kaum penyihir yang menengahi perseteruan mereka.
"Halo... Saga, aku butuh bantuanmu!"
"Apa yang diperlukan orang sepertimu dariku?"
"Kau masih ingat tetua kaum serigala yang dulu?"
"Ah...orang tua itu? tentu saja, tapi kenapa kau menanyakannya?"
"Apa kau masih berhubungan dengannya?"
"Tentu saja, demi menjaga perdamaian aku harus mendapatkan kepercayaannya,"
__ADS_1
"Bagus! aku menghubungi orang yang tepat,"
"Apa kau punya masalah dengan kaum serigala? jika iya aku akan sulit untuk menolongmu, ditambah lagi Raja sudah ditemukan dan dia masih sangat lemah,"
"Apa? Raja sudah ditemukan?" Saga sedikit menjauhkan ponselnya karena Reza berteriak sangat keras.
"Ya, tapi berita ini juga tidak banyak yang tahu,"
"Aku mengerti," Reza bernafas lega karena Raja akhirnya ditemukan. Tapi dia tetap tidak bisa menghiraukan masalah Atreya.
"Aku butuh bantuanmu, ini tentang Atreya,"
"Jadi kau akan melakukannya sekarang?"
" Dalam tiga hari ini dia harus berada di Pulau XX,"
"Apa kau yakin dia bisa keluar dari tempat itu hidup-hidup?"
"Karena itulah! aku butuh bantuanmu,"
"Baiklah,"
Panggilan singkat dan Reza langsung mematikan telefon sepihak.
"Perjalanan masih panjang, aku harus bisa menjagamu sampai kau bisa melindungi dirimu sendiri, tapi mungkin semua ini akan berbeda jika Ayah dan Ibu tahu ka masih hidup dan meninggalkan kami cukup lama,"
__ADS_1