Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 41


__ADS_3

Reza dan Parvis hanya melihat perdebatan Eiden dan Mark tanpa membantu salah satu dari mereka untuk bicara. Setelah mereka sama-sama diam barulah Reza mengeluarkan suaranya.


"Jika kalian sudah selesai, bisakah aku mulai bicara?"


Eiden dan Mark saling pandang, lalu mereka berdua mengangguk.


"Aku harap kau punya alasan untuk pergi ke pulau XX, aku tidak ingin kau menerobos masuk seperti apa yang kau lakukan saat ini,"


"Apa kau fikir orang hebat sepertiku akan melakukan itu? tenang saja Mark akan mengurusnya," Eiden langsung menunjuk Mark.


"Kenapa kau melibatkanku lagi?"


"Bukankah kau yang mengurus proyek dengan si tua itu?"


"Tunggu! maksudmu kau akan menyetujuinya? dia orang yang sangat licik, aku akan membatalkannya besok!"


"Aku akan menyetujuinya, kau hanya perlu memberikan laporannya padaku,"


"Kau sungguh akan melakukannya bahkan jika ini adalah jebakan!" Mark tahu Eiden melakukannya untuk Atreya, tapi dia juga tidak menyangka Eiden akan berjalan sampai sejauh ini.


"Aku tidak bisa diam saja dan melihatnya berjuang sendirian, dan untuk pamanku tersayang... aku akan memberinya kejutan,"


Mereka bertiga hanya diam mendengar ucapan Eiden. Sebenarnya Reza tidak enak hati meminta bantuan Eiden, tapi demi Atreya dia akan melakukan segalanya.


"Aku akan m


Reza dan Parvis hanya melihat perdebatan Eiden dan Mark tanpa membantu salah satu dari mereka untuk bicara. Setelah mereka sama-sama diam barulah Reza mengeluarkan suaranya.


"Jika kalian sudah selesai, bisakah aku mulai bicara?"


Eiden dan Mark saling pandang, lalu mereka berdua mengangguk.


"Aku harap kau punya alasan untuk pergi ke pulau XX, aku tidak ingin kau menerobos masuk seperti apa yang kau lakukan saat ini,"

__ADS_1


"Apa kau fikir orang hebat sepertiku akan melakukan itu? tenang saja Mark akan mengurusnya," Eiden langsung menunjuk Mark.


"Kenapa kau melibatkanku lagi?"


"Bukankah kau yang mengurus proyek dengan si tua itu?"


"Tunggu! maksudmu kau akan menyetujuinya? dia orang yang sangat licik, aku akan membatalkannya besok!"


"Aku akan menyetujuinya, kau hanya perlu memberikan laporannya padaku,"


"Kau sungguh akan melakukannya bahkan jika ini adalah jebakan!" Mark tahu Eiden melakukannya untuk Atreya, tapi dia juga tidak menyangka Eiden akan berjalan sampai sejauh ini.


"Aku tidak bisa diam saja dan melihatnya berjuang sendirian, dan untuk pamanku tersayang... aku akan memberinya kejutan,"


Mereka bertiga hanya diam mendengar ucapan Eiden. Sebenarnya Reza tidak enak hati meminta bantuan Eiden, tapi demi Atreya dia akan melakukan segalanya.


"Aku akan mengirim Atreya ke pulau XX dengan alasan pekerjaan, dia tidak tahu tentang rencanaku,"


"Bukankah akan lebih baik jika kita memberitahukannya, setidaknya dia akan punya persiapan," usul Mark.


"Waktunya sangat singkat, tersisa satu minggu sebelum malam purnama. Aku tidak yakin dia bisa menerima kenyataan itu,"


"Aku tahu kau sangat menyayangi adikmu, tapi jika kau merahasiakan rencanamu padanya dan dia mengetahuinya dari orang lain hnya akan membuatnya terluka dan semakin membencimu," Parvis menimpali.


Reza diam, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.


Eiden melihat ke arah pintu, dia tersenyum lalu berkata, "Kalau begitu biar aku saja yang memberitahunya," Eiden tahu kalau Atreya berada di luar mendengarkan pembicaraan mereka.


'Sepertinya dia sudah mengetahuinya lebih dulu' Dia juga berencana menemuinya setelah pertemuan ini selesai.


Flash back on


"Bukankah itu Eiden, kenapa dia ke sini selarut ini?"

__ADS_1


Setelah itu Mark datang.


Atreya tidak jadi ke dapur, dia bersembunyi saat mereka naik ke atas. Dia terus memperhatikan mereka, kemudian memutuskan untuk mengikutinya.


Flash back off


"Kau yakin?"


"Ya! jika Reza tidak bisa melakukannya maka aku sebagai tuannya harus bertanggung jawab, bukan?"


"Kenapa aku merasa kau malah seperti ingin mengambil kesempatan dari situasi ini?"


"Ayolah! aku hanya memberikan bantuan,"


Mereka tidak dapat menyangkalnya, dalam hal ini Eiden memang memiliki peran besar. Reza tidak tahu bagaimana ia harus berterima kasih pada Eiden, tapi dia kemudian ingat tentang Jonathan.


"Ada hal yang harus kuberitahukan padamu!" Reza berniat memberitahukan kebenaran tentang Jonathan karena biar bagaimanapun Eiden harus mengetahuinya.


"Hmm?"


"Ini tentang Jonathan,"


"Oh... apa yang kau ketahui tentangnya?" Eiden tetap terlihat tenang.


Reza menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan-pelan.


"Aku tidak bermaksud menyinggungmu, tapi kau harus berhati-hati dengannya," pada akhirnya Reza tetap tidak bisa mengatakannya. Eiden menanggapinya dengan senyum tipis.


"Aku sangat berterima kasih karena kau peduli tentang keadaanku, tapi masalahku dengan Jonathan kau tidak perlu ikut campur, itu akan lebih membantuku,"


"Aku mengerti,"


'Benar! aku tidak akan ikut campur masalah mereka mungkin aku terlalu meremehkannya, pasti Eiden juga sudah menyadari hal ini,'

__ADS_1


__ADS_2