
"Pangeran, kami sudah menemukan petunjuk dan perintah dari anda sudah kami jalankan," seseorang memasuki ruang kerja Eiden.
Dia sedang sibuk mengurus berkas yang menumpuk di hadapannya.
"Lanjutkan penyelidikan sesuai rencana, sekarang pergilah!"
"Baik, pangeran,"
Selepas orang itu keluar, Eiden meletakkan pulpen yang ia pegang. Sebuah cermin berukuran besar muncul di depannya, cermin itu bersinar lalu memperlihatkan seorang perempuan yang sedang berangkat menuju kampus.
"Kau tidak berubah," Eiden menatap perempuan itu dengan tatapan rindu.
"Aku tidak bisa berbohong kalau aku sangat merindukanmu, tapi aku perlu kepastian," dia memejamkan matanya.
Pikirannya mengingat kata-kata yang Reza ucapkan waktu itu, "Aku merasa dia bukanlah Jonathan,"
"Jika kau sudah diberhentikan oleh Jonathan sebelum ayahku menghilang, kau tidak mungkin ikut mencarinya mewakili wilayah barat kecuali kau menyimpan rahasia dalam kasus ini,"
Di sisi lain, Reza dan Parvis sedang merundingkan sesuatu.
"Kau yakin sudah memastikannya sendiri?" Reza memegang beberapa lembar kertas.
"Benar tuan, aku melihat sendiri jasadnya dan sesuai laporan dia menghilang beberapa hari sebelumnya. Setidaknya itu yang dikatakan pengurus rumahnya, kejadian ini sudah lama dan laporan ini baru keluar setelah kami menyelidiki tempat kejadian," ujar Parvis menegaskan.
"Apa kau tersinggung dengan perintahku?" Reza melihat Parvis yang terlihat tidak senang dengan kabar ini. Parvis terkejut,
__ADS_1
"Tidak tuan," suaranya terdengar dingin, tapi sangat jelas dia menyembunyikan kesedihannya.
"Aku tahu kalian sangat dekat, sebagai rekan kau pasti merasa kehilangan," Reza mencoba menghibur Parvis, tapi Parvis diam tak menanggapi.
"Ehem, maaf aku tidak ada maksud apapun," Reza merasa bersalah, 'Seharusnya aku tidak menyinggung hubungannya dengan James, apa dia akan marah'
"Tidak apa-apa tuan, mungkin dia mengalami kejadian tak terduga dan mendapat kemalangan,"
"Ya,"
"Kalau begitu aku akan memeriksa keadaan di perusahaan cabang,"
"Ingatlah untuk mengatasi konferensi pers hari ini," Reza bekata setengah berteriak sebelum Parvis keluar dari ruangan Reza.
"Tampaknya aku harus menyelidikinya sendiri," dia kembali memeriksa lembaran demi lembaran.
"Dia tetap bertahan di sisiku setelah ayah dan ibu meninggal, lalu James pergi menghilang saat Jonathan pergi," dia menghadap kembali ke meja dan mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.
"Sekarang dia ditemukan tewas setelah menghilang selama beberapa hari, ah... kenapa semuanya semakin rumit," Reza memijit pelipisnya.
"Jika saja Eiden setuju membantuku mungkin kami akan menemukan sesuatu, aish... sepertinya dia salah paham padaku,"
Flash back on...
Ketika Reza membantu mencari Raja di wilayah barat,
__ADS_1
"Apa kita perlu melapor pada Pangeran?" Parvis bertanya saat mereka dalam perjalanan.
"Tidak perlu, aku sudah bukan Jenderal bagian barat lagi, kita akan bergerak sendiri,"
"Tapi pencarian Raja berkaitan dengan kerajaan, kau bisa dianggap sebagai penyusup jika tidak mendapatkan ijin,"
"Saat ini semua orang pasti akan mencari keberadaannya, mereka akan berusaha menjadi rakyat yang baik dengan membantu mencari raja mereka dan kita akan melakukan hal yang sama,"
Tiba-tiba Reza menerima sebuah pesan, dia terkejut saat melihat isi pesan itu.
"Pergi ke gudang lama di dekat sungai!" Reza mengatakannya dengan panik, Parvis heran dengan perilaku Reza tapi dia tidak menolak perintahnya.
Satu jam kemudian mereka sampai di gudang, Reza segera masuk ke dalam gudang itu diikuti Parvis di belakangnya. Gudang itu berantakan, seperti telah terjadi penyerangan tapi tidak ada orang sama sekali.
"Sebenarnya apa yang kau cari?" Parvis melihat ke sekeliling ruangan.
Dia akhirnya menemukan tumpukan kardus yang tertata rapi, 'Gudang ini sudah tua dan berdebu, tapi sepertinya kardus-kardus ini baru dipindahkan,' Parvis menggeser beberapa kardus itu.
Dia melihat sepasang kaki, lalu dia segera menyingkirkan semua kardus itu.
"Siapa yang melakukannya!" dia berteriak dengan lantang,
"Parvis pasti telah menemukannya," Reza yang sedang memeriksa sisi lain gudang itu pun menghampiri Parvis.
Jasad James terbaring tak bernyawa, di balik tumpukan kardus, setelah dilakukan autopsi ditemukan bahwa James tewas karena dibiarkan selama berhari-hari tanpa makanan dan minuman.
__ADS_1
Selain itu ditemukan luka di bagian tubuhnya, disimpulkan bahwa sebelum ditinggalkan di gedung dia dihajar dan tidak ada yang menemukannya sampai Reza datang.
Flash back off...