Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 38


__ADS_3

Tiba-tiba Reza mengeluarkan ponsel lalu menghubungi seseorang, Parvis terus memperhatikannya.


"Siapa yang kau hubungi? apakah seorang klien?"


"Tidak, aku menghubungi Saga," Reza masih menunggu orang yang ditelefon mengangkatnya.


"Secepat ini? tapi kita juga belum memberitahu Atreya soal keberangkatannya ke pulau XX,"


"Aku akan memberitahunya besok, dia hanya akan tahu kalau keberangkatannya hanya karena pekerjaan, dia tidak boleh tahu tujuan sebenarnya,"


Ponselnya tersambung,


"Ada apa menelfonku?"


"Aku hanya ingin tahu apakah kau sudah berhasil membujuk tetua kaum serigala?"


"Ya, mereka menyetujuinya, tapi kau tetap harus meletakkan pengawal di sampingnya. Mereka memang mengizinkan Atreya pergi ke pulau itu dan juga akan membantunya melewati masa perubahannya tapi kita tetap harus waspada karena tempat itu adalah wilayah kekuasaan kaum serigala,"


"Aku mengerti! semuanya akan kupersiapapkan dengan baik, terima kasih telah membantu,"


Saga terkejut mendengar ucapan Reza,


"Hey... ada apa denganmu? seingatku kau bukan orang yang mudah mengucapkan terimakasih seperti ini, apa perubahan pada adikmu juga mempengaruhimu?"


Saga terkekeh di ujung sana, dia tidak mengira Sang Alfa yang begitu ditakuti akan bersikap lembut demi adiknya.


"Cih... brengsek kau!"


"Hahaha... maaf, tapi sungguh kau tidak cocok mengatakannya," Saga masih saja terkekeh geli.

__ADS_1


"Sudahlah! lakukan saja tugasmu dengan benar, selain itu selidiki tempat itu! aku yakin akan terjadi sesuatu di sana,"


"Baiklah, tidak masalah,"


Reza pun memutuskan sambungan telefonnya.


"Jadi... bagaimana keadaan di sana?" Parvis yang sedari tadi mendengar Reza menelefon akhirnya bertanya.


"Para orang tua itu menyetujuinya tapi kita tetap harus menempatkan pengawal di samping Atreya,"


"Apa kau akan mengusirku ke tempat itu?" ucap Parvis terkejut.


"Bukan kau, aku masih membutuhkanmu di sini,"


"Syukurlah!" Parvis akhirnya bisa bernafas lega.


"Ya, karena biar bagaimanapun seseorang harus bertanggung jawab atas perbuatannya,"


'Kenapa atmosfernya berubah, aku punya firasat buruk tentang ini, apakah karena dia memikirkan orang itu?'


Sepertinya suasana hati Reza berubah drastis, dan Parvis tahu persis siapa yang dimaksud Reza barusan.


"Aku ingin kau pergi ke Kerajaan Selatan, pergilah menemui Eiden dan berikan surat ini padanya!"


"Kau sungguh ingin Eiden yang mengawal Atreya? bukankah kau membencinya?"


"Aku hanya mewaspadainya, biar bagaimanapun dia yang telah mengubah Atreya dan sudah terjalin kontrak antara majikan dan pelayanan darahnya tentu akan lebih mudah bagi Eiden untuk mengawasinya,"


"Kau memang benar, tapi apa kau yakin akan menyerahkan Atreya pada Eiden?"

__ADS_1


"Aku memang sempat ragu,"


" Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Tentu saja menyuruhmu pergi menemui Eiden,"


" Haih... rupanya kau bener-benar tidak akan melepaskan pria malang itu,"


"Memangnya kenapa! aku hanya ingin dia bertanggung jawab pada Atreya,"


"Ya.. ya.. ya... kalau begitu aku akan berangkat sekarang," Parvis beranjak dari duduknya lalu keluar lewat jendela. Dia melakukannya agar tidak berpapasan dengan Elena.


"Hanya Eiden yang bisa melakukannya, setidaknya jika Atreya lepas kendali Eiden bisa menanganinya,"


Perubahan yang terjadi pada manusia yang menjadi vampir akan membuatnya hilang kendali dan menjadi ganas sehingga akan memakan banyak korban. Tapi jika hal ini terjadi pada keturunan vampir dan penyihir yang disegel kekuatannya, akan lebih berbahaya. Dia akan sulit dihentikan, satu-satunya cara adalah dengan meminum darah dari vampir yang menggigitnya.


Setelah mengetahui keadaan Atreya Raza mencari informasi ke segala tempat untuk meminimalkan akibatnya. Tapi dia agak kecewa karena tidak bisa menanganinya secara langsung.


Reza memanggil sekertarisnya di kantor dan menyuruhnya menyiapkan berkas proyek di pulau XX untuk Atreya, tentu saja laporan itu hanya kamuflase, meski memang akan ada pembangunan di sana dan berkat bantuan Saga dia bisa memasukkan Atreya untuk mengikuti proyek di pulau itu.


Perkembangan kaum serigala memang tidak semaju kaum vampir, tapi juga tidak bisa diremehkan. Manusia serigala kaum bangsawan memiliki kekuatan dan kekuasaan yang cukup besar jadi dia harus tetap berhati-hati. Apalagi Atreya akan menjadi satu-satunya vampir di sana.


Dengan persetujuan para tetua tentu akan membuat manusia serigala lain tidak akan bertindak sembarangan dan menyerang Atreya, tapi yang mendendam pada kaum vampir masih sangat banyak jika mereka tahu perempuan lemah yang masuk sarang mereka adalah seorang vampir mereka pasti tidak akan melepaskannya.


Eiden adalah seorang pangeran, juga reputasi dan kontribusinya pada perang di masa lalu tidak bisa diremehkan. Dia akan lebih cocok mengawal Atreya dan melindunginya selama berada di pulau itu.


Beberapa waktu lalu mereka berselisih karena kesalahfahaman, mungkin Eiden mulai memahami keadaannya dan Reza saat ini sehingga membiarkan Elena menginap di tempatnya. Dan itu cukup untuk membuat Reza yakin jika Eiden pasti akan setuju untuk mengawal Atreya meski itu artinya dia juga harus mengikuti proyek di pulau itu.


Mereka sama-sama pernah merasakan dinginnya peperangan, mungkin itulah sebabnya mereka lebih mudah mengerti satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2