
Begitu Reza melepaskan pelukannya Elena langsung memeluk Atreya.
"Jaga dirimu baik-baik, aku akan tetap di sini untuk menunggumu,"
"Terima kasih," Atreya membalas pelukan Elena.
Atreya masuk ke dalam mobil, Reza dan yang lain melihat keberangkatannya. Terbesit kekhawatiran yang sangat, mereka tahu meskipun ditunda Atreya akan tetap menghadapinya, dan kini pertarungannya akan segera dimulai.
"Aku tidak mengira kau bisa mengeluarkan ekspresi seperti itu, terlihat mirip seperti anak kecil yang ditinggal ibunya," Elena meledek Reza saat dia memeluk Atreya tadi.
"Tidak usah ikut campur urusanku lebih baik kau kembali, negaramu membutuhkanmu!" ucap Reza sinis.
"Apa kau tidak mendengarnya tadi!,"
Reza tidak menjawab, Elena melipat tangannya di depan dada, "Aku tetap akan tinggal di sini sampai Atreya kembali,"
__ADS_1
Reza mendongak kaget, dia benar-benar akan melakukannya. Sebelum sempat mengatakan sesuatu Elena sudah pergi meninggalkannya.
"Kali ini aku tidak bisa lepas darinya," Reza menghela nafas dalam-dalam, menghembuskannya lalu menyusul Elena masuk kantor.
......................
"Maaf...aku hanya bisa mengantarkanmu sampai di sini, selanjutnya mereka yang akan menemanimu sampai ke tempat peristirahatan," Parvis menunjuk dua orang yang menunggunya di dermaga.
'Apakah mereka kaum manusia serigala! mereka tampaknya tidak terlalu bersahabat juga....perasaanku mulai tidak enak!' pulau itu tampak seperti pulau pada umumnya, tapi entah mengapa memiliki aura yang tidak bersahabat.
"Tidak apa-apa nona, mereka akan mengantarmu dengan selamat," Parvis tersenyum setulus mungkin. Jujur saja diapun tidak yakin apakah Atreya akan baik-baik saja diantar oleh mereka. Tapi dia harus tetap meyakinkannya.
"Hmm... Saat kau sampai di kantor katakan pada kakakku kalau aku baik-baik saja, dan akan sesegera mungkin menyelesaikan tugasku di sini. Jadi katakan padanya untuk tidak terlalu cemas," dia sudah tahu tujuannya datang kemari meski begitu rasanya tetap saja...sangat mengerikan.
"Aku pasti akan menyampaikan pesanmu,"
__ADS_1
Kedua orang itu mengantar Atreya ke tempat peristirahatannya, Atreya mengikuti mereka.
"Kau bisa beristirahat di sini,"
"Terima kasih," kedua orang itu meninggalkan Atreya di depan pintu gerbang. Tidak seperti dugaannya, dia berfikir mungkin akan ditahan di dalam sel bawah tanah atau dirantai di ruangan yang gelap.Atreya sudah benar-benar memantapkan hati bahwa apapun yang terjadi dia pasti bisa melakukannya. Tapi sekarang pemikiran itu berubah karenya nyatanya dia diantar ke sebuah villa, terlihat besar cukup nyaman meski Atreya bisa mencium bau kandang anjing di tempat itu sehingga harus menutup hidungnya setelah kedua orang itu pergi.
Atreya terus saja melihat ke arah belakang, dia merasa seperti diikuti seseorang. Karenanya dia bergegas masuk mengabaikan hidung yang terus ditutupinya.
Saat berada di dalam, ada seseorang yang mengetuk pintunya. Atreya membukanya pelan-pelan.
"Pertemuan dengan para pemegang saham akan dilakukan malam ini, mohon untuk bersiap-siap!," ujar salah seorang pria yang mengantarnya tadi.
"O-oh baik, aku akan bersiap mulai dari sekarang," Atreya terkejut setengah mati, kedua orang itu datang lagi, 'apa mereka ditugaskan untuk mengawasiku? aku tidak menyangka jika memang ada pekerjaan di sini sampai-sampai belum melihat berkas yang disiapkan Parvis, huft... aku harus segera memahaminya,'
"Kami akan datang kemari untuk menjemputmu nanti,"
__ADS_1
"Aku sungguh berterima kasih dan maaf telah merepotkan kalian," Atreya sedikit menundukkan kepalanya. Dia merasa tidak nyaman dengan dua orang itu, tapi untuk sementara dia tidak akan menunjukkannya.