Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 26


__ADS_3

Kini jasad James telah dimakamkan di dalam peti yang diletakkan di ruang bawah tanah. Tempat pemakamannya berada di tengah hutan.


Reza dan Atreya juga mengikuti pemakaman tersebut.


"Sebenarnya siapa dia, kenapa Parvis terlihat sangat sedih?" Atreya hanya tahu Reza menyuruhnya mengikuti acara pemakaman ini, dia tidak tahu siapa yang akan dimakamkan.


"Dia adalah James, dulu dia dan Parvis adalah ksatria yang mengikuti ayah, setelah berhenti kami tidak mendengar kabar darinya, sangat disayangkan kami bertemu dengannya lagi dengan cara seperti ini," sesal Reza.


"Parvis pasti sangat kehilangan,"


Semua orang sudah meninggalkan tempat itu terkecuali Parvis yang masih berdiri di depan peti James. Reza dan Atreya pun menghampirinya.


"Sebaiknya kita pergi dia sudah beristirahat dengan tenang, kuharap kau bisa merelakannya," Reza menepuk pundak Parvis, mencoba menghiburnya.


"Tidak, aku yakin dia tidak akan tenang sebelum misinya selesai," diluar dugaan, Parvis tidak menampakkan wajah sedih tapi seperti sedang menyelidiki sesuatu.


"Apa jangan-jangan kau mengetahui sesuatu?"


"Jujur saja aku sangat terkejut ketika menemukan jasadnya, tapi biar bagaimanapun kami telah bersumpah untuk melindungi kalian berdua,"


"Apa kau sudah sering berhubungan dengannya selama ini?" kini Atreya yang mengajukan pertanyaan.


Meski tidak sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi, tapi dia tahu bahwa James tewas juga karena demi melindungi dirinya dan Reza.

__ADS_1


"Sebelum kita menemukan Atreya, James memberitahukan hasil penyelidikannya selama dia mengikuti Jonathan,"


"Dan penyelidikan apa itu?" Reza bertanya dengan antusias.


"Kenyataan bahwa Jonathan sudah meninggal dan orang yang menjadi Jonathan adalah saudaranya Andi, "


Mendengar ucapan Parvis Reza mulai yakin bahwa prasangkanya selama ini memang benar, selain itu Eiden juga mengatakan sendiri bahwa dia merasakan hilangnya energi kehidupan milik Jonathan.


"Kalau begitu kita harus segera memberitahu Eiden!" Reza berasumsi bahwa Eiden sudah menyadarinya tapi tidak mau mengakui, dan dia akan meyakinkan Eiden.


"Sebaiknya jangan dulu!" cegah Parvis.


"Kenapa? bukankah akan lebih baik jika dia juga tahu!"


"Lagipula tidak ada yang mencurigakan darinya, mungkin dia hanya pengganti Jonathan,"


Atreya pun memikirkan bagaimana bisa Andi menjadi Jonathan? bukankah Raja hanya memiliki tiga orang anak?


"Apakah Jonathan punya saudara kembar? tapi kenapa Eiden tidak mengetahuinya?"


"Entahlah! tapi sebaiknya kita jangan terlalu mencampuri urusan keluarga kerajaan," ucap Parvis.


"Apakah serumit itu?"

__ADS_1


"Kau benar! kerajaan saat ini kacau dan tidak aman untuk kita ikut campur kecuali Eiden yang meminta sendiri," Reza menambahkan.


'Pasti Eiden sangat tertekan karena semua ini, aku harus bisa meberinya dukungan bagaimanapun caranya!' Atreya bertekat untuk menemui Eiden.


Kruyuk...


Kruyuk...


Perut Atreya berbunyi memecah suasana tegang diantara mereka bertiga.


"Sepertinya kita punya masalah baru,hihi.." Reza cekikikan melihat muka Atreya yang berubah merah padam.


"Kakak!" Atreya mencubit lengan Reza.


"Aduh... sudahlah sebaiknya kita urus perutmu itu," Reza pun mengelus lengannya.


"Ini juga salahmu, kau menyuruhku pergi sebelum makan siang,"


"Baiklah.. baiklah... ini salahku,"


"Hmph!" Atreya mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Sementara Parvis yang menonton penampilan mereka tidak bisa menahan tawa.

__ADS_1


Bisa-bisanya disaat seperti ini masih ada kejadian tak terduga yang membuat mereka tertawa. 'Nona memang istimewa,' ungkapnya dalam hati.


__ADS_2