
"Jadi bagaimana mereka menangani Atreya?" Mark bertanya, dia perlu mencocokkan agendanya karena Eiden menyetujui proyek di tempat itu.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu, itu sebabnya aku meminta Eiden untuk menjaga Atreya, Saga pun hanya membantu agar para tetua menyetujuinya," jawab Reza.
"Hanya sebatas itu? kau tahu kau menempatkannya dalam bahaya, dia bisa diserang kapan saja!" ucap Mark emosi.
"Itu saja sudah cukup," sahut Eiden.
"Hey, kau mengaku mencintainya tapi kau tidak peduli keselamatannya! ada apa dengan kalian?"
"Tenangkan dirimu! jika vampir ikut dalam proyek besok maka kaum manusia serigala pun tidak akan berani macam-macam," jawab Eiden.
"Benar, mereka juga punya prinsip tidak akan menyerang koleganya meskipun musuh mereka, aku meminta Eiden ikut untuk memastikan jika ada yang ikut campur masalah ini dan bermain dari belakang," Reza menambahkan.
Mark pun diam dan mulai terpikirkan sesuatu.
"Tunggu! maksud kalian Bernad?" tiba-tiba dia teringat dengan paman Eiden itu, Mark tahu Eiden menempatkan mata-mata di sisi Bernad.
"Orang yang kuutus memberi kabar bahwa dia pergi ke pulau XX malam ini,"
__ADS_1
Mark mulai memahaminya. Bernad pasti akan menggunakan segala cara untuk menangkap Atreya saat ia dalam vase perubahan. Dia bahkan tidak segan untuk berkhianat dengan kaumnya.
"Sebenarnya apa yang akan dilakukannya pada Atreya, dia sudah membuat banyak masalah pasti kali ini juga bukan hal yang baik. Argh... aku benar-benar kesal padanya,"
"Kita masih belum tahu rencananya, apa kau tahu sesuatu Parvis?"
"Entahlah! semoga tidak seperti yang kupikirkan," Parvis terlihat cemas.
"Apa maksudmu? kau mengetahui sesuatu?" Reza sudah mencari tahu segalanya, tapi dia tidak tahu jika dia melewatkan sesuatu.
"Ketika keturunan penyihir berubah menjadi vampir kesadarannya akan diambil alih oleh rasa haus saat pertama kali memasuki wujud vampir. Pada saat itu kekuatan penyihir yang tersegel akan bangkit,"
"Apakah begitu besar sehingga Bernad mengincarnya?"
"Lalu apa yang akan terjadi pada Atreya jika Bernad berhasil?" Eiden tidak dapat menahan pertanyaannya itu.
"Proses perubahan memerlukan dua fase, antara fase pertama dan kedua akan memerlukan jarak yang cukup lama, jika dalam fase awal dia sudah dikorbankan dia tidak akan bisa bertahan sampai fase berikutnya, singkat kata... dia akan tewas sebagai manusia,"
Semua orang terkejut. Atreya yang berdiri di luar mendengar semuanya, dia begitu syok. 'Bukankah berarti besok akan menjadi pertarunganku?'dia tetap berusaha tenang dan mendengarkan apa yang akan mereka katakan selanjutnya. Dia takut, tapi dia juga harus mengetahuinya karena Reza pasti tidak akan memberitahunya. Atreya mendekatkan kembali telinganya ke pintu ruang kerja Reza.
__ADS_1
Saat kembali kuliah di jurusan pemasaran dia sering mendapati temannya yang menguping ruang sebelah dan mengajak Atreya ikut serta. Atreya tidak bisa menolak karena temannya itu terus memaksanya, dia mengajarkan bagaimana cara menguping lewat pintu bahkan jika ruangan itu kedap suara. Selain itu sejak Eiden menggigitnya pendengaran Atreya lebih sensitif jadi dia tidak memerlukan metode dari temannya itu.
Mereka tidak dapat membayangkan kenapa Bernad begitu terobsesi untuk pembangkitan, menurut penyelidikan Eiden dia sudah beberapa kali mencoba bahkan menggunakan kekuatan terlarang. Sekarang dia mengambil langkah ini.
"Siapa yang ingin dia bangkitkan kembali, jika vampir yang tidak bisa bereinkarnasi artinya dia melakukan kesalahan yang tak termaafkan dan dihukum langsung oleh para leluhur," Mark langsung menarik kesimpulan.
"Kejadian ini sangat langka, hukuman bagi penghianat adalah dihancurkan bahkan sampai jasadnya pun tak tersisa," Reza juga berfikir.
"Kecuali keluarga kerajaan melindunginya!" Eiden mengucapkannya tanpa ragu. Sepertinya dia mulai memahami situasi ini.
Semua orang melihat ke arahnya, mereka masih bertanya- tanya maksud Eiden.
"Kalian tidak perlu khawatir! aku akan mengurus semuanya,"
Reza menghela nafas, dia tahu tidak akan bisa membujuk Eiden apapun yang terjadi jika dia tidak ingin mengatakannya sendiri.
"Aku percaya padamu, tapi jika kau butuh bantuan kau harus segera memberitahuku karena ini juga menyangkut adikku,"
"Baiklah, jika terjadi sesuatu kaulah orang pertama yang akan kuberi tahu,"
__ADS_1
"Ingatlah ucapanmu! aku tidak mau mengingatkanmu lagi lain kali,"
"Heh... aku bukan orang seperti itu,"