Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 30


__ADS_3

Reza dan Parvis kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugas mereka yang tertunda.


"Ini adalah daftar pelamar yang akan ikut wawancara besok," Parvis menyerahkan map yang berisi lamaran kerja. Reza menerimanya dan mengeceknya satu per satu, dia berhenti memeriksa ketika dia menemukan nama Atreya.


Reza mengerutkan alisnya, "Apa kau sudah memeriksa mereka? dan bukankah mereka adalah orang-orang yang telah lulus magang?" dia bertanya pada Parvis.


"Aku sudah memeriksanya, dan mereka juga sudah lulus dari masa magangnya,"


"Lalu menurutmu adikku diam-diam telah magang di perusahaan lain?" dia menunjukkan surat lamaran kerja Atreya pada Parvis, kini Reza benar-benar marah.


"Mungkin dia hanya ingin menunjukkan padamu bahwa dia juga bisa diandalkan," jawab Parvis datar. Dia tidak merasa terkejut karena sudah menduganya sejak awal.


Reza membanting berkas-berkas itu di mejanya, "Kau tahukan alasanku melarangnya untuk magang di perusahaan lain?"


"Aku mengerti kekhawatiranmu, tapi dia juga punya jalan hidupnya sendiri, lagipula sampai saat ini dia masih baik-baik saja, bukan?"


"Ras vampir menyebar hampir di setiap sudut kota ini dan beberapa diantara mereka bisa menyembunyikan keberadaannya di hadapan kita tanpa kita ketahui, apa kau pikir aku bisa tenang membiarkan Atreya berada di tempat asing sendirian?"


"Bukankah kau sudah menyiapkan penjagaan rahasia untuknya,"


"Jika dia bisa magang di perusahaan lain, maka dia bisa menghindari pengawasan dariku,"

__ADS_1


"Tapi mereka juga tidak akan mengetahui kalau dia adalah keturunan terakhir penyihir Viona,"


"Memang benar! itu karena ibuku menyegel kekuatannya, tapi setelah dia mendapat gigitan dari Eiden kekuatannya mulai bangkit,"


"Saat ini Raja Empero masih belum ditemukan, mungkinkah ini adalah rencana awalnya untuk memancing Atreya mengingat Raja Emperolah yang telah merawat Atreya selama ini," Parvis menerka-nerka kemungkinannya.


"Tidak! orang di balik semua kejadian ini masih belum melakukan tindakan yang serius, mungkin dia sengaja membuat kita lengah,"


"Apa kau tidak ingin menghubungi tuan Eiden? kalian tidak bisa terus berada dalam kesalahpahaman seperti ini, mungkin saja dia sudah menemukan sesuatu,"


"Aku tidak akan datang sebelum aku memberikan bukti yang nyata padanya!" ucapnya yakin.


"Tapi... apa kau tidak mengkhawatirkan adikmu, setelah mengetahui bahwa kau dan Eiden ada masalah, dia terus memikirkannya," mendengar ucapan Parvis, Reza terdiam.


'Aku hampir lupa kalau Atreya juga menyukai Eiden, dia pasti terus memikirkannya,' Reza mengungkapkannya dalam hati.


"Biarlah seperti ini dulu," Reza memijit pelipisnya.


Setiap masalah selalu datang tanpa diduga, kita pun tidak memiliki persiapan untuk menghadapinya, dalam beberapa keadaan pemecahan masalah dapat diketahui dengan mudah.


Dan tak jarang membuat kita bimbang dan terdesak mengambil keputusan untuk menyelesaikannya.Tapi biar bagaimanapun masalah adalah takdir tanpa rencana, yang harus dihadapi walau kita tak menginginkannya.

__ADS_1


Fajar menyingsing, Atreya sudah bersiap untuk wawancara di kantor kakaknya. Tapi kakaknya tidak menunjukkan batang hidungnya dimanapun.


"Anna! apa kau tahu kapan kakakku pulang?" Anna yang sedang menyiapkan sarapan untuk Atreya pun menghentikan kegiatannya.


"Tidak, setahuku dia tidak pulang tadi malam,"


"Ooh... begitu," ucapnya lesu, padahal dia berharap kakaknya akan menyemangatinya.


"Jangan khawatir! semua pasti akan baik-baik saja," Anna berusaha menenangkan Atreya.


"Kau benar, aku pasti bisa!" Atreya menyemangati dirinya,


"Sekarang makan sarapanmu sebelum dingin!" Anna bersiap untuk pergi ke dapur.


"Emm... bisakah kau menemaniku makan! aku tidak mau makan sendiri," Atreya menahan Anna.


"Baiklah," ucap Anna tersenyum tulus, meski menaruh curiga padanya tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Anna sudah seperti kakak baginya.


Jika dulu dia terbiasa sarapan dengan roti isi dan susu, sekarang dia lebih memilih daging setengah matang dengan saus darah segar ditemani sebotol wine dengan kadar darah murni yang lebih tinggi dibandingkan alkoholnya.


Tampilannya memang cantik, tapi jika dirinya yang dulu tentu lebih memilih membuang makanan itu. Akhirnya Atreya dan Anna makan bersama, tapi sementara mereka makan, Atreya tidak tahu kalau Reza telah menantinya di kantor.

__ADS_1


__ADS_2