Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 33


__ADS_3

"Kau bisa mulai bekerja besok," ucap Reza santai sambil menikmati kopinya.


Sementara Atreya mendengus mendengar ucapan Reza.


"Apa kau tidak ingin merayakan keberhasilanku?" ucapnya kesal.


"Memangnya apa yang perlu dirayakan?" ucapnya tanpa dosa.


"Apa? kau terus menyuruh orang untuk mengikutiku sepanjang hari, tapi setelah aku berhasil masuk ke perusahaan kau bahkan tidak mengucapkan selamat.


Beginikah cara memperlakukan adikmu!" Atreya melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya.


"Itu tidak ada hubungannya, lagipula ini juga kantormu, kan?"


"Setidaknya aku bisa sampai di sini berkat kemampuanku sendiri,"


"Ah... ngomong-ngomong soal itu!" Reza meletakkan kopinya lalu memandang Atreya.


"Kau belum menjelaskan padaku masalah magangmu," Reza mengucapkannya dengan tenang, tapi membuat orang yang mendengarnya pun tahu bahwa ia sulit untuk dihadapi.


Atreya pun terdiam menundukkan kepalanya, dia melirik Reza sekilas. 'Nampaknya dia benar-benar marah, apa yang harus kulakukan!'


Sampai beberapa saat tidak ada pembicaraan, hanya keheningan yang mereka sisipkan dalam diam.


"Huff... kali ini kumaafkan, tapi ingat! jangan menghilang dari pengawasan ku, mengerti?"


"Tapi kak! aku bukan anak kecil lagi, lagipula aku sudah hafal dengan tempat ini,"

__ADS_1


"Tidak! keputusanku tidak dapat diubah, akan ada pengawal yang mengawasimu, tolong mengertilah Reya! ini demi keselamatanmu," Reza melembutkan suara pada kata-kata terakhirnya.


Atreya memikirkannya lagi, sejak dulu dia terbiasa sendiri dan jarang ada orang yang mengusiknya. Mereka cenderung tidak memperhatikan apa yang dilakukannya, dia hanya berjalan dalam jalan hidupnya yang terus berjalan seperti itu. Kesepian, rumah kosong yang selalu menjadi tempat kembali tanpa penghuni yang menunggunya.


Tapi sekarang dia memiliki seorang kakak yang begitu melindungi dan menyayanginya, hanya saja caranya yang over protektif membuatnya tidak nyaman. Dia tidak terbiasa dengan begitu banyak orang yang mengawasinya. Dia tahu bahwa ini demi kebaikannya, tapi....


"Akan kucoba," pada akhirnya Atreya hanya bisa mengikuti permintaan kakaknya.


Setelah percakapan itu Atreya keluar dari ruangan Reza, saat sampai di lantai bawah dia melihat gadis itu lagi.


"Kau sudah selesai?" setelah melihat Atreya keluar dari lift Elena langsung berdiri menyambutnya.


"Sudah," dia melihat Elena dengan tatapan tidak mengerti, sebenarnya apa tujuan gadis ini.


"Kalau begitu kita pergi rayakan keberhasilan kita!" dia bersemangat lalu menggandeng tangan Atreya.


"Tentu saja! bukankah aku sudah bilang aku akan menunggumu dan kita akan pergi bersama,"


Atreya tidak dapat menolaknya, Elena terlihat sangat tulus.


Mereka pergi ke restoran milik Eiden.


Sebelum sampai di sana mereka dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal, spontan supir mengerem mendadak.


"Nona! sepertinya ada orang yang mencoba menghalangi,"


"Ya ampun... aku hanya ingin menikmati liburanku, tapi mereka tidak berhenti mencari masalah, menurutmu apa yang harus kulakukan," sang supir terdiam, Elena mengatakannya dengan nada biasa tapi membuat orang bergidik ngeri mendengarnya.

__ADS_1


Atreya yang mengira Elena polos dan ramah ternyata memiliki sisi seperti ini. Auranya sama seperti Eiden waktu pertama kali mereka bertemu.


"Kali ini aku yang akan menangani mereka, kalian tunggulah di sini!" ucapnya dengan mendekatkan telunjuknya ke mulut sembari mengedipkan matanya.


Setelah itu dia keluar. Tempat ini berada di tengah hutan, untuk mempersingkat perjalanan mereka mengambil jalan pintas melalui hutan, jadi tempat ini sangat sepi.


Mereka berjumlah lima orang sepertinya bukan orang biasa, mereka tampak seperti....Vampir.


"Majulah! jangan kecewakan aku," Elena bersiap melawan mereka.


"Siapa mereka? sepertinya kalian tidak tampak terkejut," Atreya bertanya kepada supir Elena.


"Yah... setelah kabar Tuan Putri keluar dari wilayah timur, banyak orang yang mengincarnya," jawab supir itu.


"Apa kalian tidak membawa pengawal? bukankah dia seorang putri?"


"Kami sudah menyiapkan pengawal tapi Nona Elena menolaknya, dia bilang tidak nyaman berlibur membawa banyak orang,"


"Begitukah... "


Atreya melihat Elena bertarung dengan para vampir itu dari dalam mobil, dia tampak luar biasa berbeda dari Elena yang sejak tadi bersamanya.


"Wow... dia hebat sekali!" Atreya terkagum-kagum melihatnya, gerakannya cepat dan gesit tidak seperti seorang amatiran.


Dalam sekejap semua vampir itu berhasil dilumpuhkan, Elena pun kembali masuk ke dalam mobil.


"Kau sangat hebat!" Atreya mengacungkan kedua jempolnya.

__ADS_1


"Tidak.. biasa saja," Elena terlihat bangga akan kemampuannya.


__ADS_2