Cinta Dalam Perubahan

Cinta Dalam Perubahan
Chapter 36


__ADS_3

"Oh iya! Elena, kau akan tinggal di mana? kau baru saja tiba dan juga tidak terlalu mengenal tempat ini,"


"Tidak perlu khawatir kakak Jo, aku akan tinggal dekat dari tempat ini,"


"Apakah ada hotel di sekitar sini?" Jonathan bingung karena dia yakin tidak ada hotel di sekitar sini.


"Lebih baik dari hotel,"


"Kau yakin?"


"Tentu saja!" Elena mengedipkan sebelah matanya, semua orang terlihat bingung terkecuali Eiden.


"Apa kau butuh tumpangan?" Jonathan menawarkan diri.


"Tidak perlu, aku membawa mobil sendiri, lagipula aku bersama Atreya juga,"


"Baiklah, tapi kau harus memberitahuku saat kau sudah sampai,"


"Hm,"


Atreya mendekati Eiden,"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada Elena?"


"Tidak perlu, aku bisa menebak di mana dia akan tinggal,"


"Oh... begitu," Atreya terkejut, 'Dia sangat peduli pada Elena, mungkin bertengkar adalah cara menunjukkan kedekatan antar saudara yang sebenarnya,'


Tapi saat itu Atreya tidak memperhatikan ekspresi Eiden yang berubah. Seperti menyadari suatu hal.


"Kalau begitu kami duluan," Elena segera menggandeng tangan Atreya dan masuk ke mobil.

__ADS_1


"Kalau begitu sebaiknya kau juga kembali!"


"Apa kau sedang mengusirku?"


"Bukankah kau tidak ada urusan lain di sini? aku juga sibuk, dan tidak bisa menemanimu,"


"Cih.. siapa juga yang mau ditemani olehmu," Jonathan menaiki mobilnya dan berlalu meninggalkan Eiden.


Tiba-tiba ada bayangan hitam melesat menuju ke arah Eiden.


"Kami belum menemukan bukti apapun, tuan!" vampir dengan pakaian serba hitam dengan jubah serta topeng, dia membungkuk di hadapan Eiden.


"Untuk sementara hentikan penyelidikan tentang Reza, kita akan mengganti targetnya!"


"Apakah ada tersangka lain?"


"Mulai sekarang kau perhatikan gerak-gerik Jonathan!"


"Tidak! terus pantau dia,"


"Mengerti tuan!" vampir itu berdiri lalu menghilang.


"Pasti ada sesuatu yang aku lewatkan, apakah aku telah melakukan kesalahan?" Eiden menatap langit yang semakin gelap.


Ketika semua hal menjadi tabu dan kebimbangan akan kebenaran mulai menyelimuti keyakinan. Keraguan akan cepat menjalar hingga mendatangkan kecurigaan, padahal tidak diketahui siapa yang bersalah.


Tapi disaat itu ada dorongan yang tidak sengaja muncul dari sikap seseorang yang mampu meyakinkanmu, lalu apakah kau akan menolak kebenarannya? atau menerimanya meski menyakitkan.


"Bukannya jalan ini adalah arah ke rumahku?"

__ADS_1


"Benar,"


Setelah sampai di halaman rumah, Atreya keluar diikuti dengan Elena. Saat mereka keluar Reza keluar dari rumah.


"Kapan kau pulang, katamu kau sibuk," tanya Atreya menyelidik.


"Karena ada yang harus kusiapkan," Reza melihat ke arah Elena.


"Wah... ternyata kau sudah mempersiapkan segalanya, terima kasih!" ucap Elena senang.


"Apa maksudmu?" Atreya mulai memikirkan ucapan Elena saat di restoran.


"Tunggu! tempat yang kau bilang dekat dengan restoran... adalah rumahku? tapi bagaimana bisa, kak?" Atreya melihat kakaknya dengan bingung.


"Sudahlah! sebaiknya cepat masuk, hari sudah semakin gelap,"


Atreya tidak bisa berkata-kata lagi, dalam waktu sehari dia bertemu perempuan asing dan telah akrab dengannya. Apakah sekarang kakaknya memberinya kode bahwa dia akan segera mendapatkan kakak ipar?


Atreya masuk diikuti dengan Elena.


"Kau bisa memikirkan mobilnya di sana!" Reza menunjuk garasi di sebelah rumahnya.


"Terima kasih atas kebaikan anda, tuan Reza,"


"Tidak masalah," Reza tersenyum, 'Kalau bukan karena Elena memaksa tinggal di rumahku, aku juga tidak mau menerimanya'


Reza memperhatikan dahan pohon yang bergerak.


"Daripada mengawasi seharusnya kau menjemputnya tinggal bersamamu," ucapnya kemudian, lalu masuk ke rumahnya.

__ADS_1


Reza yakin Eiden pasti mengutus orang untuk melindungi Elena ketika dia mendengar Elena sampai di kota ini.


__ADS_2