CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
Baru Awal Permulaan


__ADS_3

sesampainya di mansion para pelayan sudah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan nona mudanya, para pelayan memang mengetahui jika hari ini majikannya melakukan pernikahan di salah satu gereja yang ada di kota tersebut. arsen langsung menarik tangan Nilam untuk segera masuk ke dalam mansion


"aw sakit pelan pelan tuan"ucap Nilam yang merasakan sakit di pergelangan tangannya karena genggaman arsen yang begitu kuat bersama langkah nya yang lebar


"selamat datang tuan muda, nona muda selamat atas"ucap pak Darto atau yang kerap disapa pak dar sebagai kepala pelayan di mansion itu menyambut majikannya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan namun langsung di potong oleh arsen


"siapa yang menyuruh kalian semua berbaris disini"ucap arsen berteriak lantang


"maaf tuan muda kami hanya ingin menyambut dan memberi selamat atas pernikahan anda"jawab pak dar tersentak teriakan lantang arsen, mereka hanya ingin memberi ucapan selamat lalu kenapa tuannya begitu marah


"tidak ada penyambutan sekarang kalian bubar"ucap arsen, para pelayan pun langsung berhamburan pergi untuk melakukan tugas pekerjaan mereka sekarang hanya tersisa pak dar dan juga asisten Dafa yang sedari tadi hanya diam mendengarkan amukan tuannya.


arsen menyeret masuk ke dalam mansion dan melempar kan tubuh Nilam ke lantai hingga jatuh tersungkur


bruk


"aw sakit hiks hiks"rintih Nilam kesakitan saat sikunya tampak membiru


"pak dar, antar dia ke kamarnya dan beritahu dia apa saja peraturan yang ada di mansion ini"suruh arsen pada pak Darto yang berdiri di belakangnya


"baik tuan, nona mari saya antar"ucap pak Darto membantu Nilam berdiri untuk mengantarkan ke dalam kamarnya.


"silahkan nona muda ini kamar anda"ucap pak dar saat mereka sudah berada di depan kamar yang nantinya akan di tempati oleh Nilam


"terimakasih pak"ucap Nilam masuk ke kamarnya


"*papa mama sakit pa badan Nilam sakit semua, hiks hiks kenapa dia kasar sama Nilam pa apa salah Nilam?hiks hiks tapi Nilam janji Nilam bakal jadi istri yang baik bakal jadi istri yang penurut apa pun perlakuan yang akan dia berikan Nilam akan terima ma Nilam gak akan kecewain mama semua ini Nilam lakuin karena Nilam sayang sama papa mama dan juga nindy. mama sama papa jangan khawatir kan Nilam, Nilam kuat kok ma pa"ucap Nilam dalam hati untuk mencoba menguat kan dirinya sendiri.


ia pandangi seluruh sudut ruangan yang kini menjadi kamar tidurnya itu, satu persatu setiap benda yang ada di ruangan itu tak luput dari perhatiannya"not to bad, bahkan kamar ini lebih luas dari kamarku di rumah"ucap nya perlahan menyunggingkan sebuah senyuman menyusun pakaiannya untuk ia masukan ke dalam lemari pakaian.


ya arsen menempatkan Nilam bukanlah di kamar pembantu karena kamar pembantu berada cukup jauh berada di paviliun belakang, ia semua ia lakukan semata mata untuk memudahkan ia menyiksa, melampiaskan amarahnya pada Nilam*


*

__ADS_1


*


*


" tuan boleh saya bertanya sesuatu"tanya asisten Dafa yang hanya di jawab sebuah lirikan oleh arsen


"tuan apa tuan nantinya akan menyuruh saya membunuhnya juga"tanya asisten Dafa, seperti waktu sebelum belumnya arsen memang tidak akan memberi ampun pada setiap musuhnya bahkan ia tidak segan segan untuk memerintahkan asisten Dafa membunuhnya. bukan karena arsen takut membunuh sendiri musuh musuh nya ia hanya suka menyiksa musuh musuhnya membuat musuhnya menderita ia tidak mau membunuh karena ia tak mau mengotori tangannya.


"hahahaha kau tenang saja Daf untuk kali ini aku tidak akan menyuruh mu membunuhnya, aku hanya akan bermain main dengannya"arsen tergelak dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh asisten dafa


"aku fikir tuan arsen juga akan membunuh nona nilam, meskipun nona Nilam menjadi istrinya dan menyandang gelar namanya"gumam asisten Dafa


"kau tau Daf?"tanya arsen pada asisten Dafa yang hanya mengerutkan keningnya


"bahkan aku belum memulai permainan ku, tadi itu hanya permulaan saja"ucap arsen dengan salah satu sudut bibirnya yang terangkat


"baiklah karena aku sekarang sedang senang aku rasa sekarang tugasmu sudah selesai, kau boleh pulang"lanjutnya


"tumben sekali dia menyuruhku pulang lebih awal tapi yasudah lah ada baiknya aku harus segera pulang sebelum tuan arsen berubah fikiran" gumam asisten Dafa terus berjalan keluar mansion


setelah menyusun pakaian yang Nilam bawa dari rumah ke dalam almari ia merebahkan tubuh nya ke ranjang sejenak untuk beristirahat.


"euughh tubuhku sakit sekali jam berapa ini sepertinya aku tidur terlalu lama"lenguh Nilam saat ia bangun tidurnya. ia menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket, ia mengganti bajunya dengan dress rumahan sederhana selutut dengan motif polkadot memakai make up tipis dan menuju ke dapur yang ada di lantai bawah


"selamat sore semua"sapa Nilam pada beberapa pelayan dan juga chef yang tampak bersiap untuk memasak makan malam


"selamat sore nona,apa ada yang nona butuhkan"tanya salah satu chef terkejut saat nona mudanya menginjakkan kaki di dapur.belum sempat Nilam menjawab pak Darto yang melihat nona mudanya berada di dapur pun segera menghampiri


"selamat sore nona apa ada yang bisa kami bantu?"tanya pak Darto menunduk sopan


"ah tidak ada pak, saya kesini hanya ingin memasak makan malam untuk suami saya"balas Nilam tersenyum


"maaf nona, anda tidak perlu repot repot karena kami sudah memiliki beberapa chef yang siap memasak untuk makan malam nanti"ucap pak Darto

__ADS_1


"tidak apa apa pak, aku hanya ingin memasak untuk suamiku. apa kalian sudah membuatnya?"jawab Nilam yang kemudian bertanya pada chef


"belum nona, kami masih akan mempersiapkannya"jawab salah satu chef yang sedang mempersiapkan bahan bahan masakan untuk makan malam nantinya


"kalau gitu biar aku saja yang menyiapkan makanan untuk tuan arsen kalian siapkan saja makan malam untuk para pelayan"ucap Nilam tersenyum lembut


"tapi nona"ucap pak Darto yang langsung di potong oleh Nilam


"tidak apa apa, tenang saja aku bisa memasak makanan yang lezat dan jika pak dar mau aku nanti akan membaginya"jawab Nilam cepat


pak Darto pun tidak bisa berkata kata lagi ia memerintah kan para chef untuk meninggalkan ruang dapur dengan sorot matanya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


udah ah segini aja cukup kalik yah, dilanjut besok lagi kalo ada waktu ya kali kalo gak ada waktu di usahain lah buat di ada ada in refreshing otak sejenak minum air galon aaaahh

__ADS_1


__ADS_2