CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
Desiran Hati


__ADS_3

"bagaimana keadaannya"tanya arsen kepada pak Darto yang berjalan di belakangnya


"nona Nilam tuan?"tanya pak Darto memastikan karena arsen tidak menyebutkan nama


"aku rasa semakin hari kau menjadi bodoh pak dar"ucap arsen terus berjalan dengan sebelah tangannya yang mengendurkan dasinya


"maaf tuan, nona keadaannya sudah mulai membaik sekarang nona masih berada di kamarnya. nona tidak keluar kamar sama sekali dan untuk makanan nona saya sudah menyuruh pelayan untuk mengantar kan ke kamar nona"jelas pak Darto


"asisten Daf kau boleh pulang"ucap arsen pada asisten Dafa yang sedari tadi hanya diam


"maaf tuan, saya hanya mengingatkan bahwa malam ini tuan ada undangan untuk menghadiri sebuah acara salah satu perusahaan yang cukup tersohor di kota ini"ucap asisten Dafa pada arsen yang menyuruhnya untuk pulang karena biasanya asisten Dafa akan selalu menemani arsen disetiap acara yang dihadiri oleh arsen


arsen yang akan menapaki anak tangga itu menghentikan langkahnya ia berbalik menatap asisten Dafa dengan alis yang terlipat


"kenapa kau baru memberi tahuku sekarang?"tanya arsen


"saya sudah memberi tahu anda beberapa waktu yang lalu tuan sebelum anda menikah dengan nona Nilam"jawab asisten Dafa


"baiklah kalau begitu kau bisa mewakili ku bukan?"ucap arsen berbalik


"maaf tuan untuk acara ini tuan tidak bisa mewakilkan nya kepada saya, karena acara ini cukuplah penting yang hanya diadakan 3 tahun satu kali tuan"


"baiklah aku akan datang, jam berapa acara nya?"tanya arsen


"jam 7 tuan, dan"jawab asisten Dafa menggantung


"dan apalagi?"tanya arsen yang mulai kesal dengan asisten Dafa


"akan lebih bagus jika tuan mengajak nona Nilam ke acara nanti malam, karena disini seorang pengusaha yang belum menikah akan dianggap tidak mempunyai komitmen dan juga rencana yang matang jika ia belum menikah. berkomitmen untuk membangun rumah tangga saja tidak bisa apalagi untuk membangun sebuah bisnis" ucap asisten Dafa


menghembuskan nafas kasar


"sebenarnya mereka mau menganggap ku berkomitmen atau tidak itu tak jadi masalah buat ku tapi yasudah lakukan saja yang terbaik"jawab arsen


"baik tuan"ucap asisten Dafa menundukkan kepalanya


tok tok tok


"selamat sore nona, bagaimana keadaan anda?apa anda sudah jauh lebih baik nona"tanya salah satu pelayan saat sudah berdiri di sebelah ranjang Nilam


Nilam nilam menatap pelayan yang berdiri di sebelahnya dan hanya menjawab pertanyaan pelayan itu dengan anggukan kepalanya, keningnya mengekerut tat kala matanya menatap tangan pelayan itu membawa sebuah gaun di tangannya.


"ini adalah gaun yang akan anda gunakan untuk acara pesta nanti malam nona"ucap pelayan itu seolah mengerti dengan tatapan Nilam

__ADS_1


"pesta?"tanya Nilam mengulang ucapan pelayan


"iya nona, tuan muda akan mengajak Anda untuk menghadiri sebuah pesta jam 7 malam ini nona dan tuan muda menyuruh saya untuk membantu anda bersiap siap"


setelah dia menyiksa ku lalu apa sekarang?dia mau mengajak ku sebuah pesta?apa dia sudah gila?tapi akan ada baiknya jika aku ikut dia menghadiri pesta itu, mungkin saja papa juga akan hadir di pesta ini. yah setidaknya aku bisa melepas rindu pada papa


"nona muda?"


"ah iya aku akan bersiap siap sebaiknya kau keluar"


"maaf nona muda"


"ah yasudahlah terserah kau boleh membantu ku bersiap"ucap Nilam saat pelayan itu hendak menolak keluar dari kamarnya


"terimakasih nona muda"tersenyum menundukkan kepalanya


*


*


"sempurna"ucap pelayan saat memberikan sentuhan terakhir pada penampilan Nilam


"gaunnya"jawab Nilam disertai tawa


"ceeh kau terlalu berlebihan...eemm tunggu siapa namamu? sepertinya sejak pertama kali aku masuk ke mansion ini kau yang selalu menyiapkan keperluan ku"tanya Nilam pada pelayan yang berdiri di belakangnya


"saya Lisa nona, saya memang pelayan yang di tugaskan oleh tuan muda untuk menjadi pelayan pribadi anda nona"jawab pelayan yang bernama Lisa itu tersenyum


"ah ya Lisa aku rasa kau bukan hanya seorang pelayan jika dilihat dari caramu meriasku kamu terlihat seperti seorang mua profesional"


"Anda terlalu berlebihan dalam menilai saya nona, saya hanya pelayan biasa hanya saja saya pernah mengikuti kelas make up"


"benarkah?lalu kenapa kau tidak menjadi seorang mua saja Lisa?kenapa malah memilih menjadi seorang pelayan"tanya Nilam lagi yang kini sudah memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Lisa


"maaf nona, sepertinya ini sudah waktunya nona untuk berangkat. pasti tuan muda sudah menunggu nona di bawah"ucap pelayan Lisa


kenapa dirumah ini semua orang begitu misterius, bahkan Lisa mencoba mengalihkan perhatian ku saat aku mencoba bertanya tentang hal pribadi padanya " gumam Nilam


"mari nona silahkan"ucap Lisa saat Nilam hanya diam menatap nya


"ah iya ayo"ucap Nilam keluar dari kamarnya


**

__ADS_1


**


"tuan muda"panggil pelayan Lisa


arsen yang saat itu tengah memunggung i nya pun segera membalikkan badannya. ia hendak memarahi pelayan Lisa karena telah membuatnya terlalu lama menunggu namun amarahnya seketika mencair, niatnya yang semula ingin memarahi pelayan Lisa Ter urungkan tatkala ia melihat penampilan Nilam. ia tertegun menatap penampilan Nilam yang begitu memukau dengan gaun berwarna maroon tanpa lengan yang menjuntai indahnya,rambutnya yang di gerai, make up yang terlihat begitu natural serta kulit putih nan mulus milik nilam terlihat sangat pas nan memukau membuat arsen menatap nya dari bawah sampai ke atas tanpa berkedip


"deg. dia cantik sekali bahkan ini lebih cantik daripada saat aku menatap nya di altar, mungkin aku akan menjadi orang yang sangat beruntung memiliki istri yang begitu cantik sepertinya aaahhh tidak! tidak!tidak! apa yang kau pikirkan arsen, wanita ini!karena keluarganya kau harus mengalami masa masa kelam ya!dia harus menderita"gumam arsen


hati awalnya berdersir saat menatap kecantikan wanita di hadapannya, mata yang yang awalnya menunjukkan ke kakaguman pada ke cantikan Nilam kini berganti dengan tatapan sakit hati berganti dengan tatapan tajam bagaikan seekor elang yang hendak memburu mangsanya


"kenapa kau begitu lama hanya untuk membantu nya bersiap?bukankah kau tau bahwa aku suka menunggu"tanya arsen yang kini beralih menatap pelayan Lisa


"maaf tuan"ucap pelayan lisa menunduk saat arsen bertanya dengan menatapnya tajam


"ayo, aku tidak suka orang yang tidak disiplin"ucap arsen yang langsung berlalu meninggalkan Nilam yang tengah berdiri mematung


"nona muda, cepatlah atau tuan muda akan marah jika nona tidak segera menyusul nya"ucap pelayan Lisa saat punggung arsen mulai menjauh


"ah iya"jawab Nilam yang langsung melangkahkan kakinya setengah berlari menyusul arsen


didalam mobil hanya ada keheningan, selalu saja keheningan sesekali Nilam melirik ke arah arsen yang duduk disebelahnya di bagian kemudi yang tampak fokus pada jalanan. ya arsen memang mengendarai mobilnya sendiri tanpa sopir dan juga pengawal yang biasanya selalu bersamanya sedangkan asisten Dafa, arsen menyuruh asisten Dafa untuk menunggunya di tempat acara pesta itu berlangsung


mobil yang di kendarai oleh arsen telah tiba di tempat acara pesta itu berlangsung, arsen mengulurkan tangannya pada Nilam, Nilam yang melihat arsen mengulurkan tangannya tampak mengerut kan keningnya namun ia segera meraih uluran tangan arsen, arsen langsung memeluk pinggang nilam. mereka berjalan di atas red carpet.


semua mata tampak tertuju pada mereka dimana sang pria tampak begitu gagah dan juga tampan dan sang wanita yang tampak begitu cantik nan anggun mereka terlihat begitu serasi,begitu romantis bagi mereka yang melihatnya membuat siapapun akan iri saat melihat nya.


"prang"


pesta yang awalnya berjalan begitu meriah dan juga kondusif itu menjadi hening seketika tatkala suara pecahan gelas itu mengalihkan perhatian mereka ke arah sumber suara


z


z


z


z


z


z


z

__ADS_1


*uwuw i am comeback* TBC lah yah to be continue besok lagi hehehehe Jan lupa vote yah wkwkwk kalau suka yah Monggo di like juga, kalau Ndak suka yaudah Ndak papa Ndak maksa kok


__ADS_2