
semua orang yang berada dalam gedung tempat acara itu berlangsung menatap ke arah sepasang wanita yang terlihat begitu serasi yang tengah berjalan dia atas red carpet bahkan mereka tampak tidak berkedip menatap pasangan itu dari atas hingga bawah.
"tuan muda, nona muda"ucap asisten Dafa menghampiri atasannya saat melihat kedatangan arsen
"silahkan tuan muda nona muda"lanjut asisten Dafa mempersilahkan arsen untuk berjalan lebih dulu sedangkan ia seperti biasa yang selalu berjalan di belakang nya
"selamat malam tuan dan nona, selamat datang di acara rutin selalu di adakan 3 tahun sekali, kenalkan saya Anton ketua acara ini"ucap seorang yang menjadi ketua pelaksana acara tahunan itu dengan mengulurkan tangannya
"Hem terimakasih atas sambutannya tuan anton"ucap arsen dengan wajah datarnya membalas uluran tangan dan berjabat tangan
"boleh tau tuan dari perusahaan mana karena rasanya ini kali pertamanya kita bertemu"
"saya Johan presiden direktur yang baru di damala group yang sekarang menjadi jxc company dan ini istri saya nilam"
"ah tuan Johan kalau begitu selamat atas jabatan anda yang baru sebagai presiden direktur, mari saya akan kenalkan anda pada beberapa rekan kerja saya"
asisten Dafa sedari tadi hanya diam menatap punggung arsen dari belakang dengan alis yang terlipat
"sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh tuan arsen?kenapa ia tidak mengatakan bahwa ia adalah arsenio presiden direktur Ws company" gumam asisten Dafa bertanya tanya
"tuan tuan perkenalkan ini adalah tuan Johan dan istrinya nona Nilam, beliau adalah presiden direktur damala group yang sekarang menjadi jxc company"ucap tuan anton memperkenalkan arsen pada beberapa kolega bisnis nya yang sedang berkumpul
setelah berkenalan dengan beberapa pengusaha mereka mulai berbincang bincang mengenai produk produk mereka ada pula beberapa pengusaha yang menawarkan kerjasama dengan perusahaan jxc company mereka berpikir bahwa Johan adalah pengusaha yang baru memulai bisnis nya dan itu merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk memanfaatkan bisnis johan. mereka akan menawarkan kerjasama yang mana keuntungan akan lebih besar berpihak pada mereka
Nilam yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan antar pengusaha itu mulai bosan
"tuan"ucap Nilam yang langsung mendapat tatapan tajam dari arsen
"eem kak aku merasa lapar boleh aku kesana untuk mengambil makan?"lanjutnya mengubah panggilan tuan kepada arsen menjadi kak
"tentu sayang, nanti aku akan menyusul mu"jawab arsen dengan tersenyum begitu manis
setelah mendapat izin dari arsen Nilam segera pergi ke arah tempat makanan yang tersedia " sayang?dia tadi memanggilku sayang?dia juga tersenyum begitu manis? sebenarnya apa yang terjadi dengannya?kenapa sedari tadi sikapnya berubah 180 derajat?" gumam Nilam yang kemudian menggelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan pikirannya yang selalu bertanya tanya akan sikap arsen yang tiba tiba begitu manis padanya
"hallo nona, sepertinya ini baru pertama kalinya saya melihat anda"ucap seseorang perempuan yang tiba tiba berada disebelahnya
"ya anda benar nona, ini memang baru pertama kalinya saya menghadiri acara seperti ini" jawab Nilam tersenyum dan meminum minuman yang baru saja ia ambil
"Anda tampak cantik sekali nona, sampai sampai semua pria yang ada di sini menatap ke arah anda" ucapnya perempuan itu menatap begitu sinis pada Nilam dengan salah satu sudut bibirnya yang tertarik ke atas
__ADS_1
"ah anda begitu berlebihan nona bahkan anda jauh lebih cantik dari pada saya"
"ceeh anda begitu munafik nona"desis perempuan itu, ia merasa perkataan Nilam seolah merendahkannya
"ah tidak, itu memang benar nona"
"Cecilia"panggil seorang laki laki mendekat ke arah Nilam
"ooh jadi nama nona ini Cecilia" gumam Nilam menatap perempuan yang sedari tadi berbicara dengannya
"oh Hay ren kau mau mengambil minum?biar aku ambilkan"ucap Cecilia pada pemuda bernama Rendy yang baru saja memanggil nya
"ah iya, aku memang akan mengambil minum. biar aku ambil sendiri"ucap Rendy menolak
"hallo nona, perkenalkan saya Rendy"ucapnya mengulurkan tangan pada Nilam
"Nilam" ucapnya menjabat uluran tangan Rendy
Cecilia yang sedari tadi memperhatikan Rendy selalu menatap kagum ke arah Nilam pun semakin menatap benci pada Nilam. bagaimana tidak, Rendy adalah orang yang begitu di sukai oleh Cecilia bahkan untuk acara malam ini ia berusaha tampil cantik untuk menarik perhatian Rendy bahkan ia sampai menyewa beberapa mua terkenal untuk me make over nya. awalnya ia memang menjadi pusat perhatian di awal awal tapi setelah kehadiran Nilam semua mata menatap begitu kagum akan kecantikan Nilam dan itu membuat nya begitu iri.
"apakah ini kali pertamanya anda menghadiri pesta ini nona?karena sepertinya sebelumnya saya tidak pernah melihat anda"
"oh ya? jika boleh tau siapa papa anda nona Nilam?"
"saya adalah putri dari Reynaldi Wicaksana"
"Reynaldi Wicaksana?ya tuhan saya tidak menyangka jika tuan Wicaksana memiliki putri secantik anda"ucap Rendy terkejut mengetahui Nilam adalah putri dari Reynaldi Wicaksana yang merupakan rekan bisnis nya
"terimakasih tuan, tapi anda begitu berlebihan"
"ah tidak aku rasa ini memang tidak berlebihan karena anda memang cantik"ucap Rendy yang menatap wajah Nilam dalam dalam
Nilam hanya tersenyum mendengar ucapan Rendy namun seketika senyum nya luntur saat matanya bertatapan dengan tatapan tajam bak elang milik arsen
"emm kalau begitu saya permisi tuan"ucap Nilam mengerjap gugup
Cecilia yang melihat Nilam hendak pergi pun tersenyum sinis, ia menghadang kan kakinya
awww pyarrrr
__ADS_1
gelas berisi minuman yang dibawa nilam jatuh kelantai, ia hendak terjatuh namun sebuah tangan mendekapnya begitu erat, kedua bola matanya bertatapan dengan mata pemilik tangan yang mendekapnya.
arsen yang sedari tadi melihat Nilam kini tangannya mengepal begitu keras, matanya memerah dengan nafas yang memburu mencoba menahan emosi yang siap meledak sewaktu waktu bak bom waktu.
arsen melangkahkan kakinya begitu lebar menghampiri nilam. ia langsung menarik tangan Nilam untuj berada di sebelahnya, matanya menatap tajam pria yang memeluk istrinya walaupun sebenarnya hanya menolong Nilam agar tidak terjatuh. mereka menjadi tempat perhatian semua orang yang berada disitu, Cecilia yang melihat Rendy justru menolong Nilam semakin marah ia begitu itu begitu iri ia begitu cemburu walaupun Rendy bukan siapa siapanya.
"Anda tidak apa apa nona"tanya Rendy pada Nilam yang sudah berdiri di sebelah arsen
"sa-saya tidak apa apa tuan te terimakasih"ucap Nilam dengan bibir bergetar takut saat arsen beralih menatapnya tajam
arsen langsung menarik tangan Nilam secara kasar untuk meninggalkan ruangan itu, ia mencengkram erat lengan Nilam hingga membuat Nilam mengaduh kesakitan.
"aw sakit, lepaskan tangan ku ini sakit bisakah kau pelan pelan"rintih Nilam mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman arsen
Rendy yang melihat Nilam di perlakukan secara kasar pun langsung melangkahkan kakinya menyusul Nilam yang tengah di tarik tarik oleh arsen
"hey tuan!lepaskan tangannya!kau menyakitinya!apa kau tidak bisa lembut sedikit terhadap wanita"ucap Rendy dengan sedikit meninggikan suaranya
bug bug bug
z
z
z
z
z
z
z
z
z
*next lah ya, besok lagi. yah kalau suka silahkan di like kalau gak suka ya gak usah😂 yang punya poin kalau mau nyumbang vote ya Monggo, kalau Ndak ya sudah Ndak maksa😅***wassalam ma bro ma sist😉
__ADS_1