CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
kartu nama


__ADS_3

"selamat pagi nona"ucap seorang wanita yang bertugas di bagian resepsionis itu dengan hormat karena mengetahui bahwa yang datang adalah anak dari Presdir tempat ia bekerja


"oh,Hay selamat pagi nona Cecilia"ucapnya setelah melirik sekilas name tag yang tertempel di seragam kerja nya


"ada yang bisa saya bantu nona"ucapnya dengan senyuman


"aku ingin bertemu dengan papa ku, apa dia ada di ruangan nya"tanyanya dengan membalas senyuman karyawan itu


"maaf nona, sepertinya tuan Reynaldi sedang tidak ada di ruangan nya karena tadi saya melihat beliau keluar dari kantor dengan sedikit terburu buru nona"ucapnya ketika mengingat bahwa tadi ia melihat atasannya berjalan keluar dengan terburu buru


"papa pergi kemana terburu buru, tidak biasanya sekali"gumamnya dengan alis yang berkerut


"apa papa tadi keluar bersama dengan asisten Denis?"tanyanya


"sepertinya tidak nona, saya tadi hanya melihat Presdir Reynaldi keluar sendiri tanpa asisten Denis"ucap Cecilia si resepsionis


"tumben sekali ayah pergi terburu buru dan tanpa asisten Denis"gumam Nilam pada dirinya sendiri


"nona, bagaimana jika saya menghubungi sekretaris tuan Reynaldi terlebih dahulu untuk lebih memastikan apakah tuan Reynaldi ada di ruangan nya atau tidak"tanya Cecilia ketika melihat Nilam diam tak bergeming


"ah iya coba kau hubungi tapi jika papa ku memang tidak ada katakan pada asisten Denis aku akan keruangannya"ucapnya


"baiklah nona, mohon tunggu sebentar"setelah mengatakan itu Cecilia selaku bagian resepsionis langsung menghubungi bagian sekretaris


"bagaimana"tanya Nilam saat Cecilia telah selesai dengan telponnya


"maaf nona, tuan Reynaldi tidak ada di ruangan nya kalo asisten Denis ada di ruangannya"jawabnya setelah meletakkan gagang telpon itu


"baik lah terimakasih cecilia, aku akan menemui asisten Denis saja"ucap Nilam berterima kasih pada resepsionis itu


"anda tidak perlu berterimakasih nona, ini memang sudah menjadi tugas saya"ucap Cecilia menunduk hormat


"aku fikir dulu waktu pertama kali bekerja disini pasti anak dari tuan Reynaldi itu begitu sombong dan angkuh ternyata fikiran ku salah dan malah berbanding terbalik nona Nilam sudah cantik, ramah, murah senyum, baik hati lagi"gumam Cecilia menatap punggung Nilam yang semakin menjauh dan memasuki lift


"selamat pagi nona muda"ucapnya menunduk


"selamat pagi Nita, apa asisten Denis ada didalam"tanya nya dengan tersenyum


"asisten Denis ada di dalam nona, silahkan" ucap nita mempersilahkan Nilam untuk masuk ke ruang asisten Denis yang berada tepat di depan ruangan presiden direktur...ya nita adalah sekretaris Reynaldi papa Nilam yang sudah bekerja kurang lebihnya 5 tahun ia mengabdi bekerja di Ws company

__ADS_1


tok tok tok


ceklek


Nilam langsung masuk ke ruangan itu setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu walaupun ia anak dari presiden direktur tapi ia masih mengetuk pintu itu dulu sebelum masuk keruangan asisten Denis


"nona muda"ucap asisten Denis yang melihat pintu ruangannya langsung terbuka padahal ia belum mempersilahkan masuk. ia sedikit terkejut dan langsung berdiri dari kursi kerjanya karena tak biasanya anak dari atasannya itu menemuinya


"selamat pagi asisten Denis,boleh aku duduk"ucap Nilam sedikit menoleh ke arah sofa yang ada di ruangan itu


"oh iya selamat pagi,silahkan duduk nona muda. ada yang bisa bantu nona?"ucap asisten Denis yang juga ikut duduk di sofa ruangannya


"Hem ya aku memang perlu sedikit bantuan mu asisten Denis, tapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu"ucap Nilam yang kini mengubah wajahnya serius


"baiklah nona saya akan menjawab yang saya ketahui"ucap asisten Denis


"aku rasa kau sudah tau bukan bahwa perusahaan ini mengalami penurunan saham secara drastis yang mana membuat perusahaan ini sekarang berada di ambang kehancuran, dan kau tentu juga sudah tau bahwa akan sangat sulit untuk mengembalikan perusahaan ini ke keadaan seperti semula"ucap Nilam yang kini menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong


sedangkan asisten Denis hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan nona mudanya diam tak bergeming


" kau juga sudah tau tentang xc company bukan?kau juga sudah tau tentang tuan arsen Presdir dari xc company, untuk itulah aku meminta bantuan mu untuk memberikan ku kartu nama tuan arsen"lanjutnya yang kini mengalihkan pandangannya menatap asisten Denis


"hanya dia satu satunya orang yang bisa membuat keadaan ini seperti semula dan aku rasa kau tidak bodoh asisten Denis"ucap Nilam yang kini melirik tajam asisten Denis


"maaf nona saya tidak bisa memberikan nya"ucap asisten Denis menunduk


"kenapa?apa karena papa ku yang melarang mu"ucap Nilam sedikit meninggikan suaranya


"maaf nona"ucap asisten Denis lagi, ini kali pertamanya ia melihat nona mudanya marah dan meninggikan suaranya walau ia sudah bekerja bertahun tahun dan melihat Nilam marah namun ini adalah kali pertamanya ia mendengar Nilam meninggikan suaranya


"apa kau bodoh asisten denis! dengan tidak memberikan nya kartu nama itu berarti kau menjadi salah satu penyebab jika nantinya ribuan karyawan akan kehilangan pekerjaan nya!kau akan menjadi penyebab banyaknya perceraian karena suaminya sudah tidak bekerja lagi!kau akan menjadi penyebab jika banyak mantan karyawan perusahaan ini yang mati karena kelaparan!apa itu yang kau mau asisten Denis"teriak Nilam dengan mata yang memerah karena amarah dan juga airmata yang ia tahan agar tidak membanjiri pipinya


"maaf nona saya tidak bisa"ucap asisten Denis yang masih teguh pada ucapannya diawal


"sekali lagi ku katakan cepat berikan padaku asisten Denis"teriak Nilam yang kini sudah mengulurkan tangannya untuk meminta kartu nama itu


"maaf nona saya,,,,"


"cepat berikan!"teriak Nilam yang lebih keras dari sebelumnya dengan nafas yang semakin memburu

__ADS_1


"cepat berikan asisten Denis"ucap Nilam yang kini tidak lagi berteriak namun penuh penekanan pada kata katanya


"apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin memberikan nya namun aku juga tidak ingin membuat nona muda semakin


marah, ternyata orang yang tidak pernah marah sekalinya marah lebih mengerikan dari pada seekor singa yang di ganggu tidurnya"gumam asisten Denis masih tak bergeming sedikit pun


"cepat berikan asisten denis atau kau akan melihat sisi buruk ku jauh lebih dari ini"ucapnya lagi yang masih di penuhi penekanan pada tiap katanya


"baiklah nona saya akan memberikan nya, tunggu sebentar"ucap asisten Denis beranjak dari duduknya untuk mengambil kartu nama tuan arsen


"ini yang anda minta nona"ucap asisten Denis memberikan kartu nama arsen di sana


"terimakasih atas kerja samanya asisten denis, permisi" ucap Nilam kemudian meninggal kan ruangan asisten dari papanya setelah mendapat kan apa yang dia inginkan


setelah mendapat kan kartu nama arsen, Nilam langsung melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang di padati oleh banyak nya kendaraan karena waktu yang sudah menunjukkan jam makan siang. ia melajukan mobilnya menuju alamat yang tertera di kartu nama itu yang membawanya ke hadapan sebuah mansion yang begitu besar nan mewah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


udahlah besok lagi, capek!

__ADS_1


__ADS_2