
"pah mah"panggilnya untuk yang kedua kalinya seketika kedua orangtuanya langsung mengusap air matanya yang mengalir
"sayang sejak kapan kamu disitu?"tanya nyonya Wicaksana pada putrinya yang masih berdiri mematung dengan air mata yang berderai
"pah apa benar yang papa katakan tadi?"tanya Nilam dengan tatapan sendu ke orang tuanya
"sayang apa yang kamu dengar itu gak bener nak"ucap nyonya Wicaksana mencoba menenangkan putrinya memeluk dan mengajak nya untuk duduk di sofa
"mah pliss berhenti menutupi semuanya dariku, aku sudah mendengar semua nya mah aku hanya ingin jawaban dari papa"ucap Nilam pada mamanya dan melepaskan pelukan mamanya
"pa jawab Nilam pa?apa yang Nilam dengar itu benar?"lanjutnya lagi menatap ke arah sang papa dengan tatapan sendunya
"Iyah benar nak"ucapnya menunduk
"tapi kamu jangan khawatir nak papa gak akan biarin kamu menikah sama iblis itu nak, papa akan cari jalan keluar lainnya, besok papa akan cari cara lain nak"ucapnya perlahan mengangkat kepalanya menatap kedua bola mata putri yang sangat ia sayangi itu
deg
apa,apa ini tuhan! kenapa? kenapa harus keluargaku?kenapa semuanya jadi seperti ini. gumam Nilam perlahan berdiri dari duduknya menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan air mata yang semakin membanjiri kedua pipi mulusnya. ia bingung harus mengatakan apa, ia hanya bisa menangis dan menangis.
"nak" ucap mama yang hendak menyentuh lengan anaknya namun di tepis perlahan oleh Nilam
" hiks hiks maaf ma, Nilam butuh waktu Nilam ke kamar dulu"ucap Nilam terbata karena menahan isak tangisnya, berlari menaiki anak tangga ke kamarnya
brak klek klek
suara pintu yang di banting oleh Nilam dan di kunci dari dalam
"kenapa!kenapa harus aku! kenapa!"Nilam berteriak histeris di dalam kamarnya
"hiks hiks bagaimana? bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal!bagaimana mungkin! aaaarrrrggghh" sraaakk praang terdengar suara pecahan dari botol parfum dan juga beberapa make up yang pecah"hiks hiks tenang Nilam tenang, kamu tidak boleh egois masih ada Nindy, adik kesayanganmu yang masih harus mendapatkan pendidikan yang bagus apa kamu tega jadi penghalang mimpi adikmu, tenang Nilam hanya sedikit berkorban bukankah tidak masalah.selama ini orang tuamu selalu memberikan semua yang kau mau selalu memberimu kasih sayang, apa kamu tega membuatnya susah?apa kamu tega membuat papa mu berada di balik jeruji besi...tidak tidak aku gak mau itu terjadi pada orang tuaku!yah aku harus berkorban!hanya sedikit berkorban untuk kebahagiaan keluarga mu" ucap Nilam pada dirinya sendiri untuk menenangkan dirinya
setelah kelelahan menangis ia pun tertidur di lantai dengan kepala yang bersandar di kaki ranjang tempat tidurnya
eughh
__ADS_1
lenguhnya ketika bangun tidur merasakan badannya remuk redam dan juga matanya yang terasa sedikit berat saat membuka mata, matanya yang sembab akibat tangisannya semalam membuat matanya jadi sipit, ia bangun dari tidur nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya.
Ws company
matahari semakin meninggi menandakan bahwa waktu terus berjalan setiap menitnya. siang hari hampir berlalu berganti dengan sore namun usaha tuan Wicaksana untuk mendapatkan investor masih juga belum membuahkan hasil
"bagaimana ini,sudah puluhan perusahaan yang ku tarik untuk menjadi investor tapi tak ada satupun yang mau,bahkan penjualan saham yang ku tawarkan mereka tak mampu untuk membelinya"perasaan tuan Wicaksana semakin gundah gulana bahkan setiap orang yang melihatnya pun akan sangat tau jika orang itu tengah kacau balau
"tuan Nando, yah Presdir damala group. aku rasa dia mampu membantuku, aku harus segera menemuinya"gumamnya dan langsung memperbaiki penampilannya untuk segera bertemu dengan Presdir damala group itu ia segera melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang sangat lenggang itu
disisi lain disebuah mansion yang begitu besar dengan banyak nya para pelayan terdapat seseorang yang duduk dengan angkuhnya di ruang utama
"tuan, bukankah waktu 24 jam yang anda berikan pada tuan Wicaksana hanya tinggal 1 jam tuan? tapi tidak ada tanda tanda kemunculan tuan Wicaksana"ucap asisten Dafa yang duduk berjarak 1 meter darinya
salah satu sudut bibirnya tertarik"apa kau tak yakin jika dia akan datang padaku Daf? baiklah bagaimana jika kita bertaruh?"ucapnya melirik ke asisten Dafa
"maksud anda tuan"tanya asisten Dafa mengerutkan keningnya
"jika aku menang, maka kau tidak akan menerima gajimu selama 3 bulan tapi jika aku kalah maka kau akan aku berikan bonus 5kali lipat setiap bulannya selama satu tahun. bagaimana?"ucapnya datar dengan senyum penuh arti
"oh tidak tuan terimakasih"ucap asisten Dafa cepat "hey apa apaan mana bisa begitu?jika aku kalah maka aku tidak akan menerima gaji?oh tidak tidak lebih baik aku jadi penonton saja"gumamnya
"selamat siang tuan Nando,apa tuan sudah lama menunggu?maaf saya sedikit terlambat" ucap tuan Wicaksana saat sudah berhadapan dengan mitra bicaranya mereka berjabat tangan kemudian duduk saling berhadapan
"siang tuan renaldy. tidak saya juga baru saja datang, ada apa tuan mengajak saya untuk bertemu? sepertinya sangat penting sekali?"tanya tuan nando Presdir damala group itu karena mereka mengadakan pertemuan mendadak yang berarti itu sangat penting
"begini tuan vernando, saya ingin menjual beberapa saham perusahaan saya kepada anda atau jika tidak, saya ingin anda menjadi investor di perusahaan saya"
"huhuhu"terdengar hela nafas yang cukup berat dari tuan Nando setelah mendengar penawaran dari tuan Renaldy Wicaksana
"maafkan saya tuan renaldy, tapi saya sekarang bukan lagi Presdir dari damala group. karena saham saya yang mengalami penurunan maka saya menjual saham saya pada pengusaha asal Eropa sebelum perusahaan saya benar benar hancur. dan saya menjual saham perusahaan saya sebanyak 85% yang mana itu artinya sekarang saya bukan lagi seorang Presdir tuan"ucapnya dengan menundukkan kepalanya
"a a apa?"ucap tuan Wicaksana melebarkan matanya dengan kata yang terbata
"iya tuan, saya menjualnya kepada tuan arsen the king of businessman Europe dan sekarang perusahaan saya bukan damala group lagi melainkan jxc company..dan setelahnya hampir setiap jam saham di jxc company naik begitu signifikan memang tidak salah jika tuan arsen mendapatkan julukan sebagai the king of businessman Europe"ucapnya dengan senyum yang mengembang sempurna
__ADS_1
setelah pertemuan nya dengan tuan vernando tadi ia begitu tercengang ia tidak menyangka bahwa perusahaan yang bahkan lebih besar dari perusahaan nya juga mengalami nasib yang sama terlebih lagi yang membeli saham itu adalah arsen.
setelah pertemuan nya ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya
"pah"ucap nyonya Wicaksana saat melihat suami nya masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki yang begitu lunglai seperti tak punya arah tujuan lagi. dari situ tanpa bertanya pun ia sudah memiliki jawaban dari pertanyaan yang bahkan belum sempat ia lontarkan
"gagal mah papah gagal, hancur mah semuanya sudah hancur"ucapnya begitu sendu,nyonya Wicaksana mengelus elus bahu suaminya berusaha memberi kekuatan pada suaminya tersebut. tidak lagi ada suara yang keluar dari mulut kedua orang tersebut yang terdengar hanya lah suara tangisan sesegukan dari nyonya Wicaksana yang sedang memeluk suaminya tersebut
"pah mah"ya sampai suara itu menyadarkan mereka dan menoleh ke arah putrinya yang tengah tersenyum itu dan berjalan ke arahnya memeluk kedua orang tuanya
"pah mah ijinkan Nilam jadi anak yang berbakti ya, ijinkan Nilam jadi kakak yang baik buat Nindy"ucap nya setelah mengurai pelukan kedua orang tuanya, tidak ada airmata lagi yang mengalir di pipinya. mungkin airmata nya yang sudah mengering mungkinnya juga dia yang sudah iklhas untuk menerima takdir nya. yah takdir!
"apa maksudmu nak"ucap tuan Wicaksana menatap putrinya yang mana di balas oleh senyuman putrinya itu
"Biarkan Nilam menikah dengan tuan arsen pah"
.
.
.
.
.
.
.
.
***omjeh biarkan semua mengalir layaknya air, sudah selayaknya kita mengikuti takdirnya. jangan menolak takdir karena tidak semua takdir bisa berubah dan tidak semua takdir bisa kita tolak***
👩:ah paan sih?gajelas lu!
__ADS_1
👧: ya emang!kan gue manusia yang hobbynya ngehalu
huhu haha huhu haha