CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
Kelinci?oh yang benar saja


__ADS_3

"Nilam tunggu!kenapa dengan cara jalan mu"ucap tuan Reynaldi saat menyadari bahwa cara berjalan Nilam berbeda dari biasanya


Nilam menghentikan langkahnya, ia memejamkan matanya menarik napas dalam dalam sebelum akhirnya ia menoleh kebelakang menatap papanya yang menatapnya dengan tajam


"memang kenapa dengan cara jalan ku pa?"tanya balik Nilam


"jelas cara jalan mu berbeda dari biasanya, apa kakimu sakit nak?"tanya tuan Reynaldi khawatir


"hehehe i iya pah kaki Nilam memang sedikit sakit kemarin Nilam tidak sengaja jatuh saat mengejar kelinci di taman pah"ucap Nilam mencoba menuntupi dengan senyuman nya


"ah kamu ini sayang sudah dewasa sudah punya suami masih saja seperti anak kecil suka lari lari an main kelinci"timpal nyonya intan


"ya kan kelincinya lucu ma"kilah Nilam yang mendapat gelengan kepala dari anaknya


didalam kamar mandi setelah ia menunaikan panggilan alamnya ia menetap dirinya di cermin, perlahan airmatanya mengalir melewati pipi hingga dagunya


****flashback***


"eemmmm"ucap Nilam tertahan dengan bibir arsen yang terus menciumnya secara paksa.


ia mencoba melawan dengan memukul mukul dada bidang arsen dengan tangannya sekuat tenaga tapi pukulan itu sama sekali tidak berarti apa apa bagi arsen


"stop!kau tidak bisa melakukan ini padaku"ucap Nilam disela sela ciumannya


"kenapa!kenapa aku tidak bisa melakukan ini padamu!"

__ADS_1


"karena kau tidak mencintaiku dan aku tidak ingin melakukan nya dengan orang yang tidak mencintaiku"


"oh begitu?!lalu kau akan tidur dengan laki laki yang berada di pesta tadi jika dia mencintaimu walau kau sudah menikah dengan ku begitu?ceeh murahan"desis arsen


"plak"satu tamparan keras mendarat di pipi kanan arsen


"beraninya kau menamparku"ucap arsen berapi api


"jaga bicaramu tuan aku tidak serendah itu"teriak nilam, ia merasa di rendahkan harga dirinya karena ucapan arsen


"lalu apa! apa kau berpikir aku akan mencintai mu begitu?!hahahaha hanya dalam mimpimu"teriak arsen dengan tawa remehnya.


ia kembali melu**t,bibir Nilam mencoba merasakan manisnya bibir merah muda milik Nilam dengan paksa


arsen melempar tubuh Nilam ke ranjang dan menind*h nya. ia merobek paksa gaun yang dikenakan oleh Nilam


"saakkiiit"


tangan Nilam mencengkeram lengan arsen kuat salah satu tangannya mencakar punggung arsen yang berada di atasnya saat ia merasakan sakit yang baru pertama kali ia rasakan. air mata mengalir dari pelupuk matanya kini ia hanya bisa diam menerima semua perlakuan arsen padanya tanpa melakukan perlawanan.


Nilam bangun saat perutnya merasa lapar, bagaimana tidak ini sudah lewat jam makan siang dan mereka juga melewatkan waktu sarapan. seketika Nilam tertegun saat ia mendapati dirinya tertidur di atas tubuh arsen, bayangan kejadian tadi malam menghampiri nya saat ini rasanya Nilam ingin marah nilam kecewa pada dirinya sendiri ingin rasanya dia menangis tapi airmatanya seolah kering, hatinya menangis dulu di berpikir bahwa dia akan melakukannya hanya dengan suaminya yang mencintainya, bukan suami yang menyiksanya. mungkin Nilam akan dengan senang hati memberikan mahkotanya pada suaminya jika suaminya itu memintanya dengan cara baik baik bukan dengan cara kasar dan brutal seperti yang arsen lakukan tadi malam.


walaupun tidak adanya cinta diantara mereka tapi Nilam sangat tau kewajiban nya untuk melayani suaminya tapi nasi sudah jadi bubur, semua sudah terjadi walaupun ia sebenarnya kecewa tapi ia tetap bersyukur karena ia mampu menjaga mahkotanya hanya untuk suaminya.


"akhh"erang Nilam saat hendak bangun, matanya melotot saat merasakan benda asing dalam tubuhnya perlahan ia mengangkat kepalanya untuk melihat bagian bawah tubuhnya ia begitu terkejut saat mendapati milik arsen masih menyatu dengan miliknya ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain

__ADS_1


"bagaimana mungkin? bagaimana mungkin semalaman aku tidur di atas nya dengan tubuh kami yang masih saling menyatu" gumam Nilam


ia langsung berguling dari tubuh arsen dan membungkus tubuhnya dengan selimut


"aw sssakit sekali"rintih Nilam merasakan saat di bagian bawah tubuhnya saat iya mencoba untuk berdiri, Nilam berjalan ke kamar mandi dengan tertatih.


Nilam mengisi bathup dengan air hangat dan juga menggunakan beberapa parfume aroma yang menenangkan, Nilam berendam dengan isi kepala yang selalu dibayangi kejadian semalam. dimana arsen merenggut kesuciannya secara paksa, ia menatap banyaknya kissma*k yang telah di buat arsen di leher dan juga gunung kembarnya.


arsen perlahan membuka mata, ia mengerutkan keningnya menatap sekeliling kamar itu lalu sedetik kemudian senyum tampak mengembang di sudut bibirnya saat mengingat bagaimana dirinya bercin*a dengan Nilam apalagi ia melihat bercak noda darah di sprei ranjang itu. ia memakai kembali bajunya dan kembali ke kamar pribadinya untuk mandi membasuh tubuhnya lengket akibat pergulatannya dengan Nilam semalam, setelahnya arsen turun ke lantai bawah untuk makan siang.


****"flashback end"*****


Nilam segera menghapus airmatanya ia mencuci wajahnya agar tidak terlihat oleh kedua orang tuanya bahwa ia baru saja menangis. ia keluar kamar mandi dan langsung menghampiri kedua orang tuanya


sementara di dalam mansion arsen yang baru saja pulang dan mendapati bahwa Nilam tidak ada di kamarnya ia mengamuk pada semua pelayan yang ada di mansion dan juga para penjaga karena telah membiarkan Nilam keluar dari mansion tanpa se ijin darinya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


******sorry yah lama up-nya soalnya kemarin gak lulus review, terus pas up 3 episode yang lulus cuma 1 episode dan itupun episode yang terakhir di up jadi yah jadi agak muter gini cerita nya***** wkwkwkwwkw


__ADS_2