CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
Lemah


__ADS_3

ceklek ceklek brak


nilam yang sedang tertidur terkejut dengan pintu yang dibuka dengan kerasnya, matanya membulat menatap orang yang berdiri di depan pintu kamarnya"tuan arsen"gumamnya yang langsung beranjak duduk


brugh


"aw sakit"rintih Nilam saat arsen menarik tangannya dan melampar tubuh Nilam ke lantai.


tak cukup sampai disitu arsen melangkah mendekat Nilam yang masih terduduk di lantai menahan sakit, ia mencengkram dagu Nilam dengan tangan kanannya


"sepertinya kau memang suka bermain main dengan ku"ucap arsen menatap tajam Nilam


"apa maksud anda tuan"tanya Nilam berusaha melepaskan cengkraman tangan arsen pada dagunya


"bukankah kau memang berniat untuk membunuh ku dengan memasukkan seafood ke dalam makanan ku heem"


"a apa maksud anda tuan?aku tidak pernah berniat membunuhmu tuan tolong lepaskan tangan mu tuan ini sakit"ucap Nilam meronta berusaha melepaskan diri


"sakit katamu?apa kau pikir aku semalam juga tidak sakit hah"ucap arsen menghentakkan tangannya melelaskan cengkraman tangannya


Nilam memegang dagunya yang memerah bekas Cengkraman arsen


"maaf tuan, maaf kan saya tuan saya tidak tau jika tuan tidak memakan seafood saya tidak tau jika tuan alergi seafood"


" maaf?ceeh aku bukanlah orang yang pemaaf"desis arsen arsen memicingkan matanya


"tapi saya memang benar benar tidak tau tuan"


"baiklah aku akan memaafkan mu, tapi sebelumnya kau juga harus menerima hukuman mu"jawab arsen yang menyeret Nilam ke dalam bathroom ia mengisi bathtub dengan air hingga penuh


"a apa yang ingin anda lakukan tuan"tanya Nilam dengan tubuh gemetar airmata kini menetes Melewati pipi putih mulusnya


"kau akan segera mengetahuinya, tenanglah kenapa kau begitu tidak sabar"ucap Nilam menyunggingkan sebelah senyum nya


setelah air di dalam bathtub terisi penuh, arsen mencengkeram erat rambut nilam


"awww sakit tuan"ucap Nilam mendongak mengikuti rambut kepalanya yang di tarik arsen


"sakit?aku tidak ingin menyakiti mu, aku hanya ingin membuat mu merasakan apa yang aku rasakan tadi malam

__ADS_1


"tuan tolong tuan tolong maaf hmmppp"ucapan Nilam terpotong tatkala arsen menceburkan kepala Nilam ke dalam bathtub


"bagaimana heem apakah ini enak?"tanya arsen mengangkat kepala Nilam dari air


"huh huh huh tuan tolong hentikan tolong ampuni saya"ucap Nilam mengatur nafasnya


"ampuni katamu?aku harus mengampuni orang yang hampir membunuh ku?"ucap arsen kembali menceburkan kepala Nilam dalam air dan kali ini lebih lama dari yang tadi


"huh huh huh"desis nafas Nilam saat arsen mengangkatnya, belum sempat mengambil nafas arsen kembali memasukkan kepalanya kedalam air lagi


"rasakan!rasakan!bukankah ini sangat enak hah hahahaha"tawa arsen menggema di dalam kamar mandi, ia mengangkat kepala Nilam dan melepaskan Cengkraman nya


"ini baru permulaan dan akan kupastikan bahwa kau akan mengalami yang bahkan lebih pedih dari ini"ucap arsen datar namun penuh penekanan pada kata katanya


brak arsen membanting pintu kamar mandi dan keluar dari kamar Nilam dengan senyum penuh kemenangan bak seorang atlit lari


Nilam yang kehabisan nafas langsung jatuh terduduk di kamar mandi tangannya berpegangan erat pada pinggir bathtub dan berusaha mengatur nafasnya, tubuhnya melemas apalagi ia terakhir makan adalah siang kemarin" mama papa"gumam Nilam tersenyum sebelum ketidak sadar an menghampiri nya


setelah puas bermain main dengan Nilam atau lebih tepatnya menyiksa Nilam arsen arsen menuruni panti di mansion itu menuju lantai bawah untuk menemui pak Darto


"pak Darto"


"hemm ya, kau cari dokter wanita sekarang"suruh arsen pada pak Darto yang tampak mengerut kan keningnya


"Baik tuan muda"jawab pak Darto patuh sebenarnya ia ingin bertanya hanya saja ia tak memiliki keberanian itu jadi lebih baik dia meng iyakan saja perintah tuan mudanya


"dan sebelum dokter itu datang suruh beberapa pelayan untuk ke kamar Nilam"


"baik tuan muda"jawab pak Darto yang langsung melaksanakan tugas yang diberikan oleh arsen


tampak beberapa pelayan menaiki lift menuju ke kamar Nilam, pak Darto juga langsung menghubungi pihak rumah sakit yang di tempati oleh dokter Samuel


beberapa pelayan yang masuk kedalam kamar Nilam ia merasa kasian melihat kondisi Nilam dengan memar di beberapa bagian dan juga tampak bekas kemerahan di dagunya, tapi para pelayan itu hanya bisa diam dan menerka nerka akan apa yang terjadi terhadap nona mudanya itu.


para pelayan langsung membawa tubuh Nilam dan meletakkannya di ranjang, mereka juga mengganti kan pakaian Nilam dengan yang baru karena pakaian yang di kenakan Nilam basah.


"permisi saya dokter ria yang di tugaskan untuk memeriksa nona Nilam"ucap dokter ria dokter wanita yang ditugaskan untuk merawat Nilam pada pelayan yang sedang memakai kan baju ganti pada Nilam, setelah selesai mengganti baju Nilam para pelayan mundur memberi ruang pada dokter ria untuk memeriksa keadaan Nilam


"tidak ada yang perlu di khawatir kan, tubuhnya hanya lemas karena kekurangan cairan, sepertinya dia belum makan dari kemarin"ucap dokter ria menjelaskan pada para pelayan yang berdiri di belakang nya

__ADS_1


"sebentar lagi nona akan sadar dan jika nona sudah sadar tolong beri makanan yah dan ini saya berikan resep obatnya"lanjut dokter ria tersenyum lembut pada para pelayan dan memberikan kertas resep obat


"baik dokter"jawab pelayan itu menerima kertas resep obat yang di berikan dokter ria


"kalau begitu saya permisi dulu ya"


"baik dokter terimakasih"ucap pelayan saat ia sudah di depan pintu keluar masuk mansion mengantarkan dokter ria


seperti yang dikatakan dokter ria bahwa Nilam akan segera sadar, Nilam mulai mengerjapkan matanya menatap sekeliling nya yang terdapat beberapa pelayan berdiri di sebelah ranjangnya dengan membawa makanan dan juga obat untuknya


"nona anda sudah bangun?"tanya pelayan yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Nilam, ia mengubah posisi nya menjadi bersandar pada sisi ranjang di bantu oleh pelayan


"nona silahkan sarapan Anda nona, apa nona mau saya suapi?"tanya pelayan saat melihat kondisi Nilam begitu lemas yang lagi lagi hanya di jawab anggukan kepala oleh Nilam


Nilam memakannya hingga habis tak tersisa, bagaimana tidak?ia belum makan sejak kemarin. setelah menghabiskan makanannya ia langsung meminum obat yang di berikan pelayan dan kembali berbaring tidur


"silahkan istirahat nona, jika nona butuh apa apa nona bisa panggil kami lagi"


"hemm"


setelah para pelayan pergi meninggalkan kamarnya, airmata Nilam menetes kembali mengingat perlakuan kasar arsen kepadanya


"hiks hiks jika dia tidak mencintaiku tidak apa, tapi kenapa harus menyiksaku bahkan ia hampir saja membunuh ku hiks hiks hiks mama"tangisnya yang terdengar pilu, karena kelelahan menangis ia pun kembali tertidur


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


sekian terimakasih wasalam 😂 kalau suka silahkan di like di vote juga boleh hehehe


__ADS_2