
"selamat malam nona, tuan muda sudah menunggu anda di dalam"ucap asisten Dafa yang memang di tugaskan oleh arsen untuk menjemput Nilam di luar
"Hem ayo"jawab Nilam yang langsung berjalan terlebih dahulu
"nona muda sangat cantik, memang sangat serasi jika bersanding dengan tuan muda.tapi kenapa tuan muda begitu membenci nona muda'ah sudah lah enyahkan fikiran bodohmu Dafa"gumam asisten Dafa yang berjalan di belakang Nilam
"nona muda, disana tuan muda"tunjuk asisten Dafa dengan jempol tangannya
Nilam memutar kepalanya mengikuti arah yang di tunjuk arsen.dan benar saja tampak dari tempatnya saat ini arsen tengah berbincang dengan seseorang yang tampak sedang memunggung i nya.
perlahan langkah kakinya berjalan mendekati suaminya, yang dimana tampak beberapa wanita tengah menatap kagum kepada suaminya.ada pula yang curi curi pandang terhadap suaminya, ia bahkan juga tak menyadari bahwa dirinya juga mendapat tatapan kagum dari para pria yang berada di ruang itu.
"kak"
"ah sayang kau sudah datang?"tanya arsen yang langsung memeluk pinggang Nilam
sedangkan orang yang sedari tadi berbicara kepadanya menatap begitu terkejut pada wanita yang baru saja menghampiri nya'ah tidak maksudnya menghampiri mitra bicara nya tersebut.
"ah iya tuan vino, perkenalkan ini"
"nAya?"gumam vino lirih namun mampu di dengar oleh telinga arsen dan juga nilam yang. vino masih menatap Nilam dengan wajah terkejutnya
"eem maaf"ucap arsen memicingkan matanya. arsen melirik Nilam yang tengah berdiri di sebelahnya juga sama menunjukkan ekspresi terkejut nya dengan pria yang tengah berdiri di hadapannya saat ini
"kamu nAya kan?"tanya vino pada Nilam yang sama sama menatapnya dengan ekspresi yang sama terkejutnya dengannya.
"eem a aku"
"maaf tuan sepertinya anda salah orang, dia..."
"Nilam Kanaya Wicaksana"ucap vino lirih
kening arsen tampak terlipat ia menatap vino dengan tatapan tak suka melihat vino yang terus memandang i Nilam dengan tatapan yang berbeda.
"Naya?Nilam Kanaya Wicaksana?jadi apa yang di maksud wanita bernama Naya yang diceritakan oleh tuan vino tadi adalah Nilam?wanita yang menjadi satu satu nya alasan tuan vino kembali ke Indonesia?jadi dia menyukai istriku?"gumam arsen
"naya bagaimana kabarmu?"
"aku... aku baik kak, kak vino sendiri apa kabar?"jawab Nilam tergugu
"aku baik nay, sudah lama ya kita gak ketemu kamu sekarang makin cantik aja"ucap vino dengan senyumnya yang merekah
"i iya kak, makasih"jawab Nilam terbata, ia masih tidak menyangka bahwa dia akan bertemu kembali dengan alvino saat ini.orang yang pernah singgah di hatinya
"ekhem, tuan vino benar ini Nilam Kanaya Wicaksana ISTRI saya"ucap arsen menekankan kata istri pada vino
__ADS_1
mata vino membulat sempurna ia semakin terkejut mendengar kata kata arsen barusan yang mengklaim bahwa Nilam adalah istrinya
"maaf tuan, anda bilang apa tadi?saya rasa saya salah dengar"
"dia, Nilam kanaya istri saya"ulang arsen dengan tangan yang beralih merangkul bahu Nilam
"i istri?"tanya vino yang beralih menatap Nilam meminta jawaban
"ya istri saya, 'bukan begitu sayang?"ucap arsen pada Nilam yang dibalas sebuah anggukan kepala
jleb!bagaikan di hunus oleh ribuan anak panah yang langsung menembus ke jantung seketika itu pula vino merasa jantungnya berhenti berdetak
"tidak!ini tidak mungkin! bagaimana bisa?bagaimana bisa dia sudah menikah dengan lelaki lain sedangkan aku pulang ke Indonesia untuk menjadikan dia istriku untuk memenuhi janjiku. tidak, bukan janjiku tapi janji kita. janji antara aku dengannya, aku selalu menjaga hatiku hanya untuknya.hanya dia pemilik hatiku dan ternyata semua sia sia?aku pulang untuk menepati janjiku tapi penghianatan yang kudapat?"gumam vino, ia menatap Nilam dengan pandangan sendu tampak raut wajah yang begitu kecewa
\*flashback skuy*\\
"kak makasih ya udah bikin aku seneeeengg banget"ucap Nilam dengan wajah bahagia berseri seri
"Iyah sama sama anything for you honey"balas vino mengelus rambut Nilam
"aku sayang dan cinta banget sama kamu"balas vino memeluk Nilam dan mendaratkan kecupan di kening Nilam
saat ini mereka tengah duduk di pasir pantai dengan menghadap lautan yang terbentang luas di depan sana.di sebuah pantai yang berada di pusat ibukota, malam yang semakin larut yang terdengar hanya deru ombak lautan yang menabrak batu karang. angin laut yang berhembus sepoy sepoy, bintang yang bertebaran di angkasa dan juga cahaya bulan yang yang bersinar terang menambah kesan romantis.
"aku gak tau nay, aku gak tega jika saat ini aku mengubah rasa bahagia mu itu menjadi rasa sedih.aku sangat menyayangi mu nay tapi aku juga melakukan semua ini untuk masa depan kita untuk masa depan mu dan juga anak anak kita nantinya."gumam vino dengan tatapan sendunya
hening
hening
hening
"nay"
"Hem"jawab Nilam yang masih memejamkan mata menikmati indahnya malam ini
"aku...aku akan melanjutkan study ku ke Jepang dan besok pagi adalah waktu keberangkatan ku ke sana"
Nilam yang mendengar kata kata vino seketika mengangkat kepalanya yang bersandar pada bahu vino.
"kakak bilang apa tadi?kakak mau ke jepang?"tanya nilam menatap vino dengan matanya yang membulat
__ADS_1
"iya nay"jawab vino menunduk
"gak! enggak!kakak pasti bohong kan?kakak lagi bercanda kan?lihat aku kak!"ucap Nilam memegang kedua pipi arsen dengan tangannya.
ia menatap netra hitam milik kekasihnya itu lekat lekat, ia berusaha mencari cari kebohongan pada netra bulat itu.tatapannya sendu, ia begitu kecewa saat menyadari bahwa tak ada kebohongan dari sorot netra hitam milik kekasihnya itu. matanya berkaca-kaca, kini airmata mengalir tanpa permisi lewat wajah cantiknya
"kakak serius nay, kakak juga lakukan ini buat kamu dan juga buat masa depan calon anak anak kita nantinya"ucap arsen memegang kedua bahu Nilam
"tapi...hiks hiks tapi kenapa harus kejepang kak kenapa?aku gak bisa jauh dari kakak, aku sayang sama kakak"
"hey hey dengar, kita hidup di jaman modern. kita masih bisa Videocall, kita masih bisa dengar suara dan lihat wajah kita satu sama lain"ucap vino mencoba memberi pengertian pada nilam walau sebenarnya ia juga sama hancurnya. vino menghapus airmata Nilam yang mengalir di pipi dengan ibu jarinya lalu membawa Nilam ke dalam pelukannya
"kakak janji kita akan sering sering video call?janji akan sering sering memberi kabar?janji jaga hati kakak buat nay?"ucap Nilam dalam pelukan vino
"Iyah kakak janji, janji bakal jaga hati serta jiwa raga kakak cuma buat bay seorang, janji akan pulang secepatnya kalo study kakak sudah selesai, janji akan sering sering kasih kabar sama nay, kakak juga janji kalo nanti study kakak sudah selesai kakak janji bakal langsung melamar mu"
"benarkah?"tanya Nilam mendongak
"Iyah benar kakak janji, sekarang senyum dong kan jelek kalo nangis gini"ucap vino mencubit hidung Nilam
"aww sakit tauuh"ucap Nilam mengembungkan pipinya
"iya maaf yaudah senyum nay sayang"
"tapi bohong wleee"ucap Nilam menjulurkan lidahnya dengan senyum yang mengembang karena berhasil mengerjai kekasihnya itu
"ooohhh ngerjain yaaah awas ya kakak cubit nih"ucap vino tersenyum mengejar Nilam yang sudah berlari jauh darinya
*******flashback?stop******
"eeemm maaf saya permisi ke toilet dulu"ucap Nilam yang langsung meninggalkan kedua pria yang menatapnya penuh intimidasi itu
z
z
z
z
z
up:19:34 wib
*****vote dong skuy, Jan velit velit tar kuburan nya sempit wkwkwk becanda😁, like lah skuy kalo suka biar semangat nulisnya kalo mau vote juga boleh wkwkwkw maksa banget 🤣🤣🤣 kagak maksa kok kalo gak vote juga gak papa serah lu dah bambang
__ADS_1