
"*kamu harus bisa nilam, kamu harus bisa buat supaya tuan arsen mau membantu perusahaan papa yang di ambang kehancuran, kamu harus ikhlas Nilam jika kamu harus menikah dengan tuan arsen si kepala botak perut buncit dan kamu harus siap untuk menjadi istri mudanya yang entah keberapa"gumam Nilam sambil menatap bangunan yang besar megah nan luas di depannya
tok tok tok*
"ah iya"ucap Nilam yang tersentak setelah mendengar ketukan di kaca mobilnya ia langsung keluar dari mobilnya
"selamat siang nona ada yang bisa kami bantu?"ucap pengawal menunduk sopan
"ah iya, aku ingin bertemu dengan tuan arsen, apa dia ada didalam"tanya nya
"apa nona sudah punya janji dengan tuan arsen"tanya pengawal itu lagi
"emm belum tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada tuan arsen"ucap Nilam pada pengawal itu
"maaf nona kami tidak bisa membiarkan sembarang orang masuk ke dalam apalagi tanpa membuat janji"
"tapi ini benar benar penting"ucap Nilam kekeuh
"maaf nona tetap tidak bisa,sebaiknya anda membuat janji terlebih dahulu. sekarang silahkan nona pergi dari sini karena mobil nona menghalangi jalan untuk masuk"ucap pengawal itu tetap tidak memperbolehkan Nilam untuk masuk ke dalam mansion
"ayolah kumohon ini penting"ucap Nilam mengatupkan kedua tangannya di hadapan pengawal itu
"maaf nona silahkan anda pergi dari sini atau kami akan menggunakan cara kasar untuk mengusir anda dari sini"ucap pengawal itu dengan tegas
"tuan tuan kumohon ijinkan aku masuk untuk bertemu dengan tuan arsen"ucap Nilam yang kini matanya tampak memerah menahan tangisannya
__ADS_1
"sekali saya bilang tidak bisa tetap tidak bisa nona, sekalipun anda memohon dihadapan saya itu tidak akan mengubah apapun lagi pula jika anda tetap memaksa masuk anda tidak akan bertemu dengan tuan arsen karena tuan arsen sedang tidak berada di dalam"ucap pengawal itu panjang lebar yang mulai geram dengan Nilam yang terus memaksa untuk masuk
"sekarang silahkan anda pergi dari sini karena mobil anda menghalangi jalan untuk masuk"tambah pengawal itu lagi
"jadi tuan arsen tidak ada di dalam kalau begitu bagus aku akan menunggu disini dan aku akan menghadang mobilnya saat akan masuk ke dalam"gumam Nilam yang kini masuk ke dalam mobilnya dan sedikit menjauh dari gerbang utama itu
setelah kurang lebih 2 jam lamanya Nilam menunggu akhirnya terlihat sebuah mobil Mercedes hitam hendak memasuki gerbang utama mansion itu, Nilam yang melihat bahwa akan ada mobil yang masuk pun langsung menekan pedal gas mobilnya untuk menghadang mobil Mercedes yang hendak masuk ke mansion itu yang ia sangat yakini bahwa penumpangnya adalah arsenio
"sialan siapa yang berani menghadang laju mobilku"ucap arsen sedikit berteriak
"maaf tuan muda silahkan tunggu sebentar saya akan mengurusnya"ucap asisten Dafa yang langsung turun menemui Nilam yang telah di cekal kedua tangannya oleh pengawal mansion
"hey nona!apa yang anda lakukan kenapa anda menghadang kan mobil anda di depan mobil saya"ucap asisten Dafa menatap tajam Nilam
"bukankah dia adalah putri dari tuan Reynaldi Wicaksana"gumam asisten Dafa
"ada perlu apa anda ingin bertemu dengan tuan arsen"
"saya hanya mau bertemu dengannya, ada hal penting yang harus saya bicarakan dengannya"ucap Nilam
asisten Dafa melangkahkan kakinya menuju mobil dan mengatakan pada arsen lewat luar kaca mobil. setelah mendapat perintah dari arsen asisten Dafa kembali lagi menemui Nilam
"lepaskan dia"perintah asisten Dafa pada pengawalnya
"silahkan nona anda di perbolehkan masuk untuk bertemu dengan tuan arsen"ucap asisten Dafa
__ADS_1
"silahkan duduk nona, tuan arsen sedang berganti pakaian dan akan segera turun menemui anda"ucap asisten Dafa
"hemm terimakasih"ucap Nilam yang matanya memperhatikan isi dari seluruh ruangan itu
*t*ap tap tap
langkah kaki terdengar begitu nyaring yang langsung mengalihkan perhatian Nilam untuk melihat ke arah sumber suara dan begitu terkejut nya Nilam saat melihat yang datang adalah pemuda yang begitu tampan mengenakan pakaian casual kaos putih yang teramat pas di badan pemuda itu mencetak roti sobek di tubuh nya dengan jelas, netra hitamnya, rahangnya yang kokoh, alisnya yang tebal dan juga hidungnya yang mancung sangat berbanding terbalik dengan apa yang difikirkan nya.
"tunggu! dia yang namanya tuan arsen?atau mungkin itu anaknya?tapi jika itu memang tuan arsen kenapa dia memberi syarat menikah dengan ku? bukankah bahkan dia bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dariku?"gumam Nilam bertanya tanya pada hatinya
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
next