CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
Hentikan


__ADS_3

"pak Darto! lakukan hukuman pelayan itu disini sekarang juga!biarkan nona mudamu ini melihat bagaimana hukuman yang akan di terima oleh orang orang di dekatnya jika ia berani berbuat kesalahan padaku"teriak arsen pada pak Darto dengan melepas secara kasar tangannya yang semula mencengkeram dagu Nilam.


"baik tuan muda"jawab pak Darto yang langsung meninggalkan tempat itu, pak Darto mengambil cambuk


"tuan muda"ucap pak Darto yang sudah kembali lagi dengan membawa cambuk di tangannya


"lakukan"perintah arsen pada pak Darto yang berjalan mendekati pelayan Lisa


"tuan tolong ampuni saya tuan"ucap pelayan Lisa memohon belas kasih arsen. tapi arsen tetaplah arsen tanpa belas kasih!


Nilam yang melihat pak Darto semakin mendekati pelayan Lisa dengan cambuk di tangannya seketika matanya melotot, ia benar benar tidak menyangka bahwa arsen benar benar akan menghukum pelayan Lisa yang bahkan tidak bersalah sedikitpun. ini semua salahnya, lalu kenapa harus pelayan Lisa yang menanggung hukumannya?


"ceplasss"


suara cambukan pertama di iringi suara teriakan pelayan Lisa yang menahan sakit akibat cambukan di punggungnya.


teriakan pelayan Lisa yang menahan sakit serta tangisannya benar benar membuat hati Nilam tersayat sayat. dia yang selalu di ajarkan dan di besarkan dengan kasih sayang dan kelembutan lalu bagaimana mungkin sekarang ia bisa melihat pelayan pribadinya di cambuk di depan matanya hanya kesalahan yang di perbuat nya.


"hentikan"


kini Nilam memeluk kaki arsen, ia bersujud di kaki arsen dengan tangisan yang memilukan airmata pun mengalir begitu deras dari kedua sudut matanya. matanya sudah tak mampu lagi untuk melihat pak Darto yang terus mencambuk pelayan Lisa, gendang telinganya terasa sakit saat ia harus mendengar suara cambukan itu, hatinya bagai tersayat tersayat ribuan pisau tajam.


"hiks hiks hiks sudah cukup kumohon hentikan"ucap Nilam di sela sela tangisannya, dengan posisi tubuhnya yang masih bersujud di kaki arsen


"bagaimana sekarang kau lihat sendiri kan hukuman apa yang di dapat oleh orang orang terdekat mu karena kesalahan yang telah kau buat"tanya arsen menekankan katanya

__ADS_1


"aakkhh sakit" suara cambukan kembali terdengar di telinga nilam


"hentikan cukup!kumohon perintahkan untuk berhenti!aku janji tak akan mengulangnya lagi"


"kau pikir aku akan menghentikannya begitu?hey dengar ini hanya kelinci percobaan, dan aku bahkan bisa melakukannya lebih dari ini!"ucap arsen dengan datar namun penuh penekanan dan ancaman di dalamnya


"ku mohon hentikan!aku sudah tak sanggup lagi melihatnya!kumohon hentikan! aku akan melakukan apa pun untuk mu" pinta Nilam dengan tangisan terdengar semakin pilu


"apapun?"tanya arsen mengerutkan dahinya


"iya apapun!ku mohon hentikan!"


"baik lah kalau begitu layani aku"ucap arsen dengan salah satu sudut bibirnya yang tertarik ke atas


"baik tuan"jawab pak Darto yang langsung menghubungi dokter pribadi keluarga


Nilam langsung berdiri dan menghampiri pelayan lisa yang terduduk menahan sakit di punggung nya akibat cambukan pak Darto


"Lisa maafkan aku"ucap Nilam yang langsung memeluk tubuh Lisa


"aaawww tidak nona, nona tidak perlu meminta maaf ini memang ke salahan ku"rintih pelayan Lisa saat Nilam memeluknya semakin erat. Nilam yang menyadari pelukannya justru menyakiti pelayan Lisa segera melepaskan pelukannya.


"Lisa dokter akan segera datang dan mengobatimu"ucap Nilam sebelum arsen menarik tangannya


"ayo"ucap arsen yang langsung menarik tangan Nilam menuju kamar pribadinya

__ADS_1


"sekarang layani aku"ucap arsen saat mereka sudah berada di dalam kamar


"ayo cepat"ucap arsen sendikit meninggikan suaranya saat Nilam hanya berdiri mematung.


"tidak apa nilam, bukankah tugas mu memang melayaninya. lagi pula dia suamimu dan berhak atas dirimu dan kau tak berhak menolak saat suami mu memintamu untuk melayaninya" masih berusaha mengumpulkan keberanian dan meyakinkan diri untuk melakukan apa yang memang harus dilakukan


perlahan kakinya melangkah menghampiri arsen yang sudah berbaring di ranjang, ia memberanikan diri menindih tubuh arsen mengecup bibirnya. mencoba menggunakan nalurinya, walau bagaimanapun dia tidak berpengalaman di bidang ini dan jelas semua nya terasa kaku. mencoba mencium bibir arsen dan memperdalam.


perlahan ciu*annya turun menuju rahang arsen yang kokoh tanpa bulu jambang sementara tangannya mencoba membuka kancing baju arsen dan setelahnya ia juga membuka bajunya. kini tubuhnya sudah tak berbalut sehelai benang pun sedangkan tubuh arsen hanya bagian tubuhnya saja yang telah terbuka.


arsen pun semakin memacu kecepatan nya saat ia merasakan sesuatu yang menggelitik di tubuh bagian bawahnya"aaakkkhhh"erang arsen saat ia sudah mencapai puncaknya menghujam kan pusaka nya dalam dalam pada milik nilam.


selesai dengan aktivitas yang melelahkannya kedua nya tertidur bahkan mereka melewatkan waktu makan malamnya. yah jika kemarin mereka melewatkan waktu sarapan dan makan siang maka saat ini mereka melewatkan makan malamnya. sungguh aktivitas yang sangat melelahkan bukan?wkwkwkwk


*


*


*


*


*


oke sorry baru sempet up yak, soalnya sibuk nih hari tapi yah masih di usahakan untuk up lahπŸ˜…. jangan lupa tinggalkan jejak disini yak!bye bye see you tomorrow 😘

__ADS_1


__ADS_2