
ceklek
suara pintu terbuka dan menampilkan dua sosok pemuda tampan berpakaian rapi lengkap dengan jasnya memasuki ruangan presiden direktur
"buenas tardes sr.arsen, sr.dafa. bienvenido a Ws company, por favor sientate (selamat siang tuan arsen,tuan dafa. selamat datang di Ws company,silahkan duduk" ucap tuan Renaldy kepada dua orang tamu yang baru saja memasuki ruangannya itu
"gracias(terimakasih)"ucap asisten Dafa, sedangkan arsen hanya acuh dan berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan tersebut
"es un placer conocerlo sr. arsen. si puedo saber cual es su proposito para venir a mi empreso? (senang bertemu dengan anda tuan arsen. jika saya boleh tau apa tujuan anda datang ke perusahaan saya?" tanya tuan Renaldy dengan menatap lekat kedua bola bola mata arsen dengan mengembangkan sedikit senyuman
"seperti nya anda sangat tau jika saya memang tidak suka berbasa basi tuan tuan Renaldy"ucap arsen datar namun penuh penekanan pada ujung kalimat nya dan jangan lupakan senyuman di salah sudut bibirnya yang penuh arti
deg
ternyata dia bisa bahasa Indonesia. ternyata memang benar apa yang banyak di beritakan, muda tampan terkenal kaya dan juga cerdas
"ehem tentu saja tuan, siapa yang tidak mengenal anda?the king of businessman from Europe" ucap nya dengan sedikit berdehem untuk mengurangi kegugupannya.. bukankah suatu kehormatan untuknya bisa bertemu dengan seorang king of businessman?namun dia tak tau jika di balik itu semua terdapat maksud tertentu dari orang di hadapannya ini
"ceeh"desisnya dengan begitu angkuh
"aku datang kemari karena aku tau bahwa perusahaan mu berada di ambang kehancuran, untuk itulah aku kemari"
"mm ma maksud anda tuan?"tanyanya terbata bata
"bukankah Anda akan menjual saham dan juga seluruh aset yang anda miliki untuk membayar upah karyawan anda yang sudah menunggak berbulan bulan belum anda bayarkan?belum lagi dengan hutang hutang perbankan?" cercanya lagi dengan sorot mata tajam dan senyuman liciknya
"a a apa bagaimana mungkin dia bisa tau tentang keadaan perusahaan ku saat ini"gumamnya dengan bola mata yang melebar menatap arsen
"kenapa anda terdiam tuan?apakah perkataan saya barusan ada yang salah?"
"saya yakin tidak akan ada yang mampu membeli saham beserta aset yang anda tawarkan tuan,dan jika anda ingin menarik investor maka tidak akan ada investor yang mau menginvestasikan uangnya pada perusahaan yang di ambang kehancuran. akan tetapi Sangat mudah bagi saya untuk membeli semua saham dan aset yang anda punya tapi apakah anda menjamin bahwa uang itu akan cukup?tentu saja tidak!keluarga anda akan menjadi gelandangan dan juga saya yakin jika anda akan berada di balik jeruji besi"
glek
"apa maksud dan tujuan anda yang sebenarnya tuan"ucap Renaldy menelan ludahnya kasar dan mata yang membulat sempurna
"aku bisa membantumu, tapi tentu itu semua tidak gratis tuan Renaldy"ucapnya penuh penekanan
sejenak berpikir mengerutkan dahinya menatap arsen dengan tajam dari atas sampai bawah"apa yang sebenarnya dia inginkan, bukankah dia sudah memiliki segalanya"
__ADS_1
"Lalu apa yang anda inginkan dari saya tuan?" tanya tuan Renaldy dengan tatapan seriusnya
"berikan putri sulung mu padaku untuk aku nikahi maka semua masalahmu akan selesai"ucap arsen disertai senyuman kemenangan di bibirnya
"apa! brengsek!aku tak akan membiarkan putriku menikah dengan laki laki yang biadab seperti mu!keluar dari kantor ku sekarang!"teriaknya penuh dengan emosi disertai amarah yang memuncak mata yang memerah menahan emosi, rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal siap untuk melayangkan tinjunya
"apa anda yakin dengan pilihan anda tuan"tanya arsen dengan seringai liciknya
"sampai kapan pun aku tak akan membiarkan putriku menikah dengan mu!keluar!"teriaknya dengan emosi yang kian meledak ledak
"ceeh... kau begitu angkuh dan sombong bahkan di tengah masa kehancuran mu tuan,pikirkan lagi tentang nasib putri bungsumu yang berada di usa!tawaran ku berlaku 24 jam tuan!permisi" ucapnya berdiri membenarkan jasnya dengan gaya yang angkuh
deg
"Nindy putriku kenapa aku tidak terfikir kan olehnya...Nilam, aku tidak mungkin mengorbankan dia! lalu aku harus bagaimana Tuhan apa yang harus aku lakukan" terhuyung ke belakang ia pegang i pelipisnya bingung dengan apa yang harus ia lakukan
di luar gedung Ws company kedua pemuda itu berjalan memasuki mobil di ikuti para pengawal yang sejak tadi berjaga di luar gedung karena arsen memerintahkan pengawalnya untuk menunggu di luar gedung
"tuan apa yang anda katakan tadi benar? tuan jika tuan ingin menikahi putri dari tuan Wicaksana"tanya asisten Dafa ketika mereka sudah berada di dalam mobil
melirik sekilas asisten Dafa" apa menurut mu aku sedang bercanda?"
"aku tau apa yang ada di dalam isi kepalamu yang akan kau tanyakan padaku Daf"ucap arsen memotong ucapan asisten Dafa
"kau pasti bingung kenapa aku kembali ke kota ini, kota yang didalamnya terdapat orang orang yang telah menghancurkan ku! aku kembali karena aku ingin menghancurkan mereka yang dulu telah menghancurkan ku Daf"ucapnya tersenyum licik
"jadi tuan maksud anda"ucap asisten Dafa menggantung melebarkan matanya menatap ke arah tuan muda arsen lewat kaca mobil
"ya, kau benar Renaldy wicaksana adalah orang yang sudah menghancurkan keluarga ku dan ini bukankah saat yang baik untuk ku membalasnya"ucap arsen yang kali ini di sertai senyum penuh kemenangan
setelah percakapan itu suasana menjadi hening, hanya kebisingan suara kendaraan yang terdengar mereka sibuk dengan fikiran mereka masing masing asisten Dafa yang menerka nerka apa yang akan di lakukan tuan mudanya terhadap putri dari Renaldy wicaksana dan arsen yang sibuk dengan fikiran kemenangan nya.
matahari telah menyembunyikan dirinya bergantian dengan bulan untuk menyinari bumi yang di tutupi oleh gelapnya sang malam terlihat seseorang memasuki rumahnya berjalan dengan sempoyongan dan pakaian yang berantakan
"pah, papah udah pulang?"ucap nyonya Wicaksana yang seketika terkejut melihat penampilan suaminya yang awut awutan kacau balau bak kapal pecah, mungkin.yah gitulah pokoknya bayangin aja sendiri
"mah"ucap tuan Renaldy dengan tercekat menahan sesak yang begitu dalam
nyonya Renaldy yang melihat suaminya seperti itu pun langsung memeluk tubuh suaminya dan membawa tubuh suaminya itu untuk duduk di sofa di dekat mereka
__ADS_1
"pah kenapa pah?ada apa?kenapa papah jadi kayak gini?kenapa pah?ada apa?cerita sama mama?"tanya nyonya Renaldy pada suaminya
"ada apa pa?"tanya nyonya Renaldy untuk yang kesekian kalinya yang kini tangannya merangkum kedua pipi suaminya itu, yang mana di sana tampak airmata mengenang di pelupuk mata suaminya. saat melihat suami yang biasanya terlihat tegas berwibawa selalu tersenyum dan kini ia melihat bahwa suaminya begitu rapuh hatinya begitu sakit
*yah kalian bayangin lah ya gimana kalo kalian yang jadi istrinya kek mana rasanya*
"kenapa pah?cerita sama mamah"ucap nyonya Wicaksana, perlahan suaminya menatap netra bulat nan hitam milik sang istri, menarik nafas dalam dalam dan menceritakan semua masalahnya.
"papah harus gimana mah?hancur mah semuanya sudah hancur"ucap tuan Wicaksana di pelukan sang istri
"sabar lah tenang kita cari jalan keluarnya, kita cari investor yah pah"ucap nyonya Wicaksana mencoba menenangkan suaminya walau sebenarnya ia juga sama hancurnya
"papah udah coba cari investor mah tapi hasilnya nihil, bahkan jika kita jual seluruh saham maupun aset kita itu pun tak akan cukup"
"sabar pah pasti ada semua ada jalan...pasti ada orang yg dikirim tuhan untuk menolong kita"
"maksud mama iblis yang menjelma sebagai manusia yang untuk menolong kita harus menukar Nilam untuk menjadi istrinya? papa gak Sudi ma"ucap tuan Renaldy wicaksana sedikit meninggikan suara saat mengingat perkataan arsen
"apa maksud papa?"
"Presdir xc company menawarkan pada papa bahwa dia akan membantu papa, bahkan membantu memajukan perusahaan lagi tapi ******** itu meminta menjadikan Nilam sebagai gantinya untuk menjadi istrinya!papah gak akan biarin itu terjadi ma!gak akan pernah"ucap tuan Wicaksana disertai emosi
"pah, mah"
deg
seketika orang yang sedang berpelukan itu saling tatap dan melempar pandangan mereka ke arah sumber suara,matanya membulat sempurna menatap putrinya yang berdiri tidak jauh dari mereka meneteskan air matanya begitu deras. entah sudah sejak berapa lama putrinya berdiri disitu namun yang jelas saat melihat putrinya hati mereka mencelos
..
..
..
..
..
ohohohoho udah lah sekian dulu dan terimakasih, wassalam_Key R
__ADS_1
***suka Monggo gak suka Yo wes aku Ra Mekso*** bye! wleek