CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
Bekal Arsen


__ADS_3

"selamat pagi tuan muda, silahkan"ucap pak Darto mempersilahkan arsen untuk menikmati sarapannya


arsen hanya diam tanpa menjawab ucapan pak Darto, yah sudah biasa memang seperti itu karakteristik nya. matanya menyapu setiap hidangan menu yang tersaji lebih dominan masakan Indonesia tidak seperti biasanya yang mana lebih banyak menu eropa.


"ini enak sekali"gumam arsen saat satu suapan pertama dari sendok itu masuk kedalam mulutnya.


"rasanya benar benar seperti masakan mommy. ah aku jadi merindukan mommy"lanjut arsen bergumam ia kembali memakan makanan itu dengan begitu lahapnya.


arsen tampak mengerutkan keningnya saat menyadari bahwa sedari tadi Nilam selalu tersenyum senyum memperhatikannya. arsen Pun lama lama jadi risih diperhatikan seperti itu oleh Nilam.


"apa kau hanya ingin memperhatikan ku dan tidak mau memakan makanan mu?jika emang iya sebaiknya kau tonton saja food blogger di internet dan tak usah berada disini"


"ah a aku tidak memperhatikan mu, aku..aku melihat Gucci di belakang mu itu"jawab Nilam mengelak


para pelayan yang berdiri di belakang arsen tampak menahan senyum nya mendengar perkataan arsen yang menurut mereka lucu.


arsen memutar kepalanya melihat Gucci yang di maksud Nilam"ceeh menggelikan"desis arsen


"ah sial bagaimana mungkin dia memergoki ku sedang memperhatikan nya, kenapa juga aku memperhatikannya?apa aku berharap mendapat kata kata pujian tentang masakan ku.ceh bodoh sekali memang aku bagaimana mungkin manusia seperti dia akan memuji masakan ku"gumam Nilam menyesali kebodohannya, ia menundukkan kepalanya dan menusuk nusuk makanannya dengan kesal sambil merutuki kebodohannya


"paman,tolong bungkus kan makanan ini untuk ku. aku akan memakannya di kantor"perintah arsen pada pak Darto yang berdiri di belakangnya


"maaf tuan muda"ucap pak Darto dengan keningnya yang mengerut


"aku tau kau mendengar pak dar"ucap arsen beranjak berdiri


"baik tuan muda"jawab pak Darto yang langsung memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan bekal untuk di bawa oleh tuan mudanya ke kantor


"tuan muda ingin membawa bekal ke kantor?yang benar saja?puluhan tahun aku bekerja disini tuan muda tidak pernah membawa bekal ke kantor terkecuali masakan dari nyonya besar, dan sekarang tuan muda meminta untuk dibawa kan bekal dan itu masakan dari nona muda"gumam pak darto, ya pak Darto memang merupakan kepala pelayan yang sudah puluhan tahun bekerja di keluarga XandeRs yang mana itu artinya ia sudah bekerja bahkan sebelum arsen di lahirkan


"nona muda"


"ada apa pak Darto"jawab Nilam sambil mengunyah makanannya

__ADS_1


"saya rasa tuan muda menyukai masakan yang dimasak oleh anda nona muda"


"sudahlah pak Darto jangan berbicara yang tidak tidak, tidak mungkin dia menyukai masakan ku. wajahnya saja tetap datar saat memakan masakan ku tadi"jawab Nilam dengan lesu, ya walaupun arsen menyukai makanan yang dia makan tadi namun arsen tetap memasang wajah datarnya. hal itu yang membuat nilam merasa bahwa arsen tidak menyukai masakannya makanya dia bersikap biasa biasa saja


"saya tidak sedang berbual nona, jika memang tuan muda tidak menyukai masakan nona tuan muda tidak akan mungkin meminta untuk membawakan bekal masakan tadi untuk dirinya makan di kantor"terang pak Darto


"tunggu! jadi maksudnya dia menyukai masakan ku begitu paman?em maksudku pak Darto"tanya arsen menatap serius wajah pak Darto


"benar nona, saya sudah puluhan tahun bekerja di sini.selama saya bekerja disini tuan muda hanya akan membawa bekal dari masakan nyonya besar saja. Dan tidak masalah nona jika nona ingin memanggilku dengan sebutan paman"jelas pak Darto disertai senyum di sudut bibirnya


"benarkah?"tanya Nilam lagi memastikan dengan mata yang berbinar


"benar nona muda"


"lalu dimana sekarang ibu suamiku paman?kenapa aku tidak pernah melihatnya?bahkan ia tidak hadir di hari pernikahan putranya"tanya Nilam dengan raut wajah yang berubah lesu


"maaf nona muda, untuk itu saya tidak berhak memberi tahu anda"


"aku sudah selesai paman, permisi"ucap Nilam meninggalkan meja makan


"Nilam oh Nilam, kenapa kau begitu bodoh!bagaimana mungkin kau berharap bahwa orang tua tuan arsen akan menghadiri pernikahan putranya dengan wanita seperti mu yang memohon mohon untuk bisa menikah dengan putranya?benar benar wanita tanpa harga diri.lalu sekarang kamu berharap untuk memiliki mertua yang begitu baik kepadamu yang menyangimu?bagiamana mungkin?bukankah buah jatuh tak pernah jauh dari pohonnya?sikap tuan arsen yang begitu angkuh kasar dan sombong itu bukankah itu berasal dari orang tuanya?yah bisa jadi buah jatuh akan jauh dari pohonnya jika pohon itu berada di pinggir sungai dan hanyut terbawa aliran sungai. huh benar benar bodoh!"gumam Nilam sambil berjalan memasuki lift untuk naik ke kamarnya


sore harinya Nilam hanya bersantai di balkon kamarnya menikmati angin yang berhembus sepoy sepoy ditemani indahnya sunset.sampai ketukan pintu kamarnya mengalihkan perhatian nya.


"ya?"tanya Nilam dengan kening yang terlipat saat melihat ke tiga pelayan tengah berdiri di depan pintu kamarnya dengan membawa sebuah dress.


"selamat sore nona, mohon maaf jika kami mengganggu waktu nona. kami di perintahkan oleh tuan muda untuk mengantar dress untuk nona dan juga untuk membantu nona bersiap"jelas salah satu pelayan yang tengah membawa high heels


"dress?bersiap?"ulang nilam yang semakin bingung dengan kata kata pelayan


"benar nona, tuan akan menghadiri salah satu pesta rekan bisnisnya. tuan mengajak anda untuk menghadiri acara itu jadi tuan mengirimkan dress ini dan menyuruh kami untuk membantu nona bersiap"


"baiklah terserah, lakukan saja apa yang sudah di perintahkan tuan arsen pada kalian"jawab Nilam pasrah, menolak pun percuma

__ADS_1


"sudah selesai, anda terlihat begitu cantik nona"puji pelayan itu menatap Nilam yang begitu cantik dengan balutan dress pesta


"terimakasih, lalu dimana tuan arsen"ucap Nilam tersenyum


"tuan sudah menunggu anda di tempat acara nona, mobil jemputan anda sudah sampai di depan"


"jadi dia sudah berada di sana?"tanya Nilam dengan keningnya mengerut


"benar nona"jawab pelayan menundukkan kepalanya


"dia menyuruhku bersiap untuk mengajak ku ke pesta menghadiri salah satu koleganya tapi dia sudah berangkat lebih dulu. inimah bukan mengajak namanya melainkan dia nyuruh aku menyusulnya menyebalkan!"gerutu Nilam


"nona, tuan juga berpesan supaya nona menjaga sikap nona agar tidak kejadian lagi kejadian seperti sebelumnya. maaf jika saya lancang tapi saya juga tidak ingin nona di hukum dan di perlakukan secara kasar oleh tuan muda"ucap pelayan saat Nilam sudah berada di dalam mobil yang di persiapkan arsen untuk menjemput nya


"ya, terimakasih sudah mengingatkan ku. dan kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, aku akan menjaga sikap ku agar tak terulang kejadian seperti sebelumnya"jawab Nilam tersenyum mendapatkan perhatian walaupun dari seorang pelayan


"hati hati dijalan nona"ucap pelayan saat menutup pintu mobil


.


.


.


.


.


.


.


****jadi gimana?bakal terulang gak nih kejadian yang sebelumnya?"****

__ADS_1


__ADS_2