CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
hanya dalam mimpi


__ADS_3

"apa semua sudah di bereskan"tanya arsen pada pak Darto


"sudah tuan, semua barang barang nona muda telah di pindahkan oleh pelayan ke kamar pribadi anda tuan"


"sekarang dimana dia"


"nona muda saat ini berada di kamar anda tuan"jelas pak Darto


"bagus, pergilah"ucap arsen


"baik tuan permisi"jawab pak Darto mengbungkuk sebelum meninggal kan arsen


ceklek


suara pintu terbuka seketika mengalihkan perhatian Nilam saat melihat lihat furniture dan juga beberapa foto arsen yang terpajang begitu rapi di dinding


"tuan anda sudah pulang"tanya Nilam mendekat


"yang kau lihat bagaimana?"tanya balik arsen


"mm maaf biar saya bantu tuan"tawar Nilam saat arsen membuka jasnya


"tidak perlu! aku bisa sendiri"jawab arsen singkat, ia melempar kan jas nya sembarang dan langsung berjalan menuju kamar mandi. arsen punya pelayan yang lebih dari cukup, dan pastilah ada pelayan yang secara khusus membersihkan dan membereskan kamarnya setiap paginya.


"sebenarnya apa maunya?tidak mau kubantu tapi ia melempar kan jasnya sembarang. dia menganggap ku di sini sebagai siapa dan apa?jika memang ia menganggap ku hanya seorang pelayan kenapa dia tidak membiarkan melakukan pekerjaan yang di lakukan pelayan juga?jika memang ia menganggap ku sebagai istrinya tapi perlakuan nya padaku sama sekali tidak menganggap ku sebagai istrinya. aku tau dia menikah i bukan karena mencintaiku tapi setidaknya apa dia tidak bisa memperlakukanku dengan baik?kalaupun ia tidak bisa menerima ku sebagai istrinya setidak nya ia bisa menganggap ku sebagai temannya" gumam Nilam bertanya tanya menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.


kening arsen berkerut menatap sepasang baju tidur miliknya terpampang di depan matanya"kenapa baju tidur ku ada disini?apa dia yang menyiapkan nya?"gumam arsen bertanya tanya kemudian ia mengambil baju tidur yang lain di dalam almari


"kau tidak perlu menyiapkan keperluan ku, aku bisa melakukannya sendiri"ucap arsen pada nilam setelah ia menggunakan baju tidur pilihannya sendiri


"tapi aku ingin melakukannya, aku ingin menyiapkan segala keperluan mu"jawab Nilam

__ADS_1


"sudah ku katakan itu tidak perlu! aku bisa sendiri"bentak arsen


"aku hanya ingin melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri yang berbakti"lirih Nilam menunduk


"kau ingin melakukan tugas dan kewajiban mu sebagai seorang istri?"tanya arsen sinis


"aku tidak butuh dan kau tidur disana"lanjutnya menunjuk sofa


tes tes


"entah kenapa airmata ini begitu mudah mengalir, entah kenapa kata kata yang keluar dari mulut nya selalu menyakiti ku, rasanya aku tak sanggup tuhan, aku ingin pergi tapi aku tidak bisa, ini pilihanku. aku sendiri yang memilih untuk menjadi istrinya, walaupun ia tak pernah menganggap ku sebagai istrinya walaupun ia selalu memperlakukan ku dengan kasar tapi setidaknya dia adalah orang yang mampu mengembalikan kantor papa dalam keadaan normal. berterimakasih lah padanya Nilam, berlakulah sebagai istri yang berbakti kepada suami terlebih seperti apapun perlakuannya padamu" gumam Nilam berjalan merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya.


saat waktu menunjukkan pukul sepertiga malam Nilam terbangun ia merasa kedinginan dan mencari selimut di dalam almari. perlahan langkahnya mendekati ranjang arsen ia menatap lekat lekat wajah arsen.


"tampan, sangat tampan.andai saja ia mencintai ku, memperlakukan ku layaknya istri yang di cintai ya mungkin aku akan menjadi orang yang paling beruntung karena mampu bersanding dengan nya. hei'sadar Nilam sadar!kau tidak secantik itu untuk dia bisa mencintaimu, dia memperlakukan mu dengan baik saja itu sudah suatu hal keberuntungan untukmu jangan berharap sesuatu hal yang tidak mungkin"gumam Nilam menggelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan fikiran yang tidak tidak.


ia langsung mengambil selimut dan kembali ke sofa merebahkan tubuhnya, namun dengan posisi tubuhnya yang menghadap arsen.matanya masih saja memperhatikan lelaki tampan di depannya yang sudah berstatus menjadi suaminya itu hingga ia mulai memasuki alam mimpinya.


"selamat pagi nona"sapa pelayan dan juga chef yang berada di dapur


"pagi"jawab Nilam dengan menyunggingkan senyum manis nya


"apa anda butuh sesuatu nona"tanya salah satu pelayan


"tidak, aku hanya ingin memasak sarapan untuk suamiku"jawab Nilam tersenyum


sementara para pelayan dan juga chef tampak khawatir karena sebelumnya setelah memakan makanan buatan nona mudanya, tuan muda mereka langsung tak sadarkan diri. mereka bingung antara membiarkan nona mudanya untuk memasak makan sarapan atau menolak, namun mereka hanya pelayan yang tidak berani menolak kata kata nona mudanya itu. mereka tampak saling pandang satu sama lain sampai kedatangan pak Darto membawa angin segar bagi mereka.


"selamat pagi nona muda, apa anda butuh sesuatu?"tanya pak Darto yang mengerti bahwa para pelayan nya sedang menunggu perintah darinya selanjutnya


"ah pak Darto, tidak aku tidak butuh apa apa. aku hanya ingin memasak sarapan untuk suamiku"jawab Nilam

__ADS_1


"maaf nona saya rasa anda tidak perlu repot repot untuk memasak sarapan untuk tuan muda biarkan para chef saja yang membuatnya"


"tidak pak dar, itu tidak merepotkan sama sekali. justru aku sangat senang"jawab Nilam antusias


"maaf nona muda tapi"ucap pak Darto menggantung mengingat kondisi tuan mudanya terakhir kali setelah memakan makanan buatan Nilam. ia tidak akan melakukan kesalahan yang kedua kalinya dengan membiarkan Nilam membuat arsen terkapar seperti sebelumnya


"kau tenang saja pak dar, kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan seperti kemarin. dan kau bisa mengawasi ku juga mencicipi masakan ku terlebih dulu" Nilam yang seolah mengerti pikiran pak Darto langsung memberi saran


"baiklah kalau begitu nona"jawab pak Darto menyetujui Nilam untuk menyiapkan sarapan arsen dalam pengawasan nya.


saat memasuki bathroom mata arsen menyipit menatap bathtub yang sudah terisi dengan air hangat dan juga aroma terapi yang biasa ia pakai. biasanya para pelayan hanya menyiapkan air hangatnya saja karena memang seperti itu perintah arsen tapi ia tak mau ambil pusing dan langsung berendam di bathtub yang telah terisi air hangat itu.


saat berada di ruang ganti mata arsen kembali menangkap pakaian kerjanya


lengkap dengan dasi dan juga jasnya yang begitu serasi sesuai kriteria nya.


"jadi dia kembali menyiapkan pakaian ku meskipun aku sudah melarangnya?walaupun pakaian yang kamu pilihkan sesuai dengan kriteria ku jangan berharap bahwa aku akan memakainya?karena itu hanya ada dalam mimpimu"desis arsen


.


.


.


.


.


.


*****maafkeun lah ya Ndak up lama nih, kemarin lagi patah hati soalnya HAHAHAHAHA tapi ini udah up kok😁 besok juga up lagi kok😅****

__ADS_1


__ADS_2