
"duduklah"ucap Nilam menepuk ranjang di sebelahnya
"baik nona"
"aku tau mungkin semalam kau melihat pertengkaran ku dengan suami ku, dan aku juga tau kau melihat sprei ranjang ku yang kotor"ucap Nilam menatap Lisa dengan senyuman
"ma maaf kan saya nona"ucap pelayan Lisa menundukkan kepalanya
"ya sudahlah tak apa aku memahaminya"
"kau tau, dulu saat aku masih kecil aku mempunyai mimpi bahwa kelak saat aku dewasa aku ingin menikah dengan seorang pangeran. pangeran yang lembut hatinya, bijaksana, mencintai ku setulus hatinya, menjadikan aku permaisuri dan juga ratu di hatinya,dan setelahnya kami akan hidup bahagia dengan para pangeran dan juga putri kecil kami"ucap Nilam pandangannya menatap lurus ke depan menerawang jauh saat masa masa kecilnya
***flashback***
"Nilam princessnya papa, papa pulang"teriak tuan Reynaldi saat ia memasuki rumahnya
"papa"ucap Nilam yang langsung berlari ke gendongan papanya
"see, papa punya hadiah buat Nilam"tuan Reynaldi menunjukkan bingkisan boneka Barbie pada Nilam
"wow plincess elsa,thank you papa muach"ucap Nilam dengan logat cadelnya dan menghadiahi ciuman di pipi papanya
"Nilam suka?"
"yes papa"
"karena sudah malam sekarang waktunya princess Nilam untuk tidur okey?"
"okey papa"sahut Nilam mengacungkan jempolnya
"papa apa plincess elsa tidak punya seseolang yang menjaganya like papa yang menjaga Nilam?"tanya Nilam menatap lekat lekat wajah papanya saat Meraka sudah berada di kamar tidur
"tentu ada, bahkan princess Elsa di jaga, di sayangi dan juga dicintai oleh seorang pangeran tampan yang menjadi suaminya" ucap tuan Reynaldi mengelus lembut rambut putrinya
"like papa and mama?"
"yes sure"
"kalo gitu nanti kalo Nilam udah gede Nilam juga mau punya pangelan yang tampan yang sayang dan cinta sama Nilam, telus nanti Nilam mau punya plince sama plincess kecil yang tampan dan cantik. boleh kan papa?"tanya Nilam menatap tuan Reynaldi sembari menunjukkan mata pupple eyes nya
"ya tentu saja boleh sayang, tapi itu nanti kalo Nilam princess papa yang cantik ini sudah besar"jawab tuan Reynaldi mencubit hidung putrinya
__ADS_1
"benelan papa?"tatap Nilam dengan mata yang berbinar
"iyaa, apapun yang princess papa inginkan. sekarang princess nya papa harus tidur okey"ucap tuan Reynaldi menyelimuti Nilam dan mematikan lampu menjadi lampu tidur
"hemm okey papa, god night papa"
"God night princess nya papa muach"
****flashback end****
"nona?"
"ah maaf"sahut Nilam menghapus air mata yang tanpa sengaja mengalir di pipinya
"tidak apa apa nona, justru saya yang minta maaf karena saya nona jadi bersedih"
"hey tidak, ini bukan karena mu. aku yang ingin bercerita, aku tidak punya teman disini dan hanya kamu temanku"jawab Nilam mengelus punggung tangan Lisa
"sebelum aku menerima tawaran bekerja disini pak Darto memang mengatakan bahwa tuan muda pemilik mansion sangat kasar dan juga kejam tapi aku tidak pernah menyangka bahwa tuan muda juga akan kasar juga kejam pada istrinya. sungguh kasihan sekali nona muda Nilam, jika tuan muda tidak mencintai nona Nilam kenapa tuan muda menikahi nona Nilam?ah sudahlah lebih baik aku diam saja" gumam pelayan Lisa menatap kasihan pada Nilam
"oh ya lisa, bagaimana jika kita kerumah orang tua ku?rasanya aku merindukan mereka"
"iya, bagaimana?kau mau menemani ku bukan?"pinta Nilam dengan mata penuh pengharapan
"eem tentu saja nona tapi tuan muda baru saja keluar dengan asisten dafa, apa tidak sebaiknya nona menghubungi tuan muda arsen lebih dulu?"
"menghubungi tuan arsen?bahkan aku tidak punya nomernya bagaimana aku mau menghubungi nya"gumam Nilam
"kita hanya akan pergi kerumah orang tuaku, dan aku rasa tuan muda arsen tidak akan marah"
"ta tapi nona, bagaimana jika tuan muda tidak mengijinkan dan tuan muda marah?"tanya pelayan Lisa, ia tampak ragu untuk menyetujui permintaan Nilam untuk menemaninya ke rumah orang tuanya tanpa ijin dari tuan muda arsen
"sudahlah nanti aku yang akan bertanggung jawab jika kau dimarahi oleh tuan arsen okey, lagi pula bukannya jika kau tidak ikut dengan ku tuan arsen akan lebih marah lagi?"ucap Nilam mencoba meyakinkan
"benar juga yang di bilang nona muda Nilam, jika aku tidak ikut dan tuan muda sudah pulang lalu nona muda tidak ada pasti aku bisa di gantung hidup hidup"gumam pelayan bergidik ngeri sendiri membayangkan kekejaman arsen yang tak pandang bulu
"baiklah nona muda"jawab pelayan Lisa menyetujui
*
*
__ADS_1
di dalam perjalanan
"eem maaf nona muda, apa nona muda yakin jika tuan muda tidak akan marah nantinya?"tanya pelayan Lisa yang sebenarnya masih ragu ragu
"hey Lisa jadi sedari tadi kau diam karna khawatir memikirkan itu?sudah kubilang bukan bahwa kita hanya akan pergi ke rumah orang tua ku, jadi buat apa tuan arsen marah?bukan begitu?"jawab Nilam tertawa melihat wajah khawatir pelayan pribadinya itu
"maaf nona muda"jawab pelayan Lisa
setelah percakapan singkat itu tanpa mereka sadari mobil yang mereka kendarai sudah memasuki kompleks perumahan elite rumah orang tua Nilam
"papa sama Mama ada bik?"tanya Nilam saat pelayan yang bekerja di rumah orang tuanya itu membukakan pintu
"eh nona, eem nyonya ada di kamarnya kalo tuan belum pulang kantor non"ucap pelayan sopan
setelah mengetahui bahwa mamanya ada di kamar Nilam langsung menuju kamar yang dimaksud
"mah"panggil Nilam saat ia sudah berdiri di pintu kamar orang tuanya dengan senyum yang mengembang sempurna
"Nilam"nyonya intan yang tengah duduk bersandar membaca buku itu langsung menutup bukunya dan menghambur kan pelukan pada putrinya
"Nilam kangen sama mama"ucap Nilam airmata yang mengenang di pelupuk matanya
"mama juga kangen sayang"ucap nyonya intan yang semakin mengeratkan pelukannya
"loh Nilam"ucap tuan Renaldy terkejut saat melihat putrinya berada di rumahnya berpelukan dengan istrinya, ia langsung memeluk putri dan juga istrinya bersamaan (ah elah kayak Teletubbies aja berpelukaaannn)😁
mereka berpelukan begitu erat saling melepaskan rindu satu sama lain, setelahnya mereka duduk bersama di ranjang bercerita dan juga bersendau gurau sampai Nilam tidak tahan untuk buang air kecil karena candaan papanya
"Nilam tunggu!kenapa dengan cara jalan mu"ucap tuan Reynaldi saat menyadari bahwa cara berjalan Nilam berbeda dari biasanya
*
*
*
*
*
*****sekarang itu aku up nya tiap hari ya, tapi kalau gak update jangan minta up ke aku, tapi minta pihak noveltoon buat lolos in review nya bila perlu demo wkwkwwkwkwk***** eh Jan lupa di like yak
__ADS_1