CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
pengalihan saham


__ADS_3

"Nilam Wicaksana, ada apa kau ingin bertemu dengan ku"tanya arsen berjalan ke arah sofa yang berada di ruang tamu


"a aku ingin meminta tolong kepada anda tuan"ucap Nilam tergugup saat mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut arsen


"ceeh"


"minta tolong?kau kesini hanya ingin meminta tolong padaku?dan kau fikir aku akan membantumu"tanya arsen dengan salah satu sudut bibirnya yang melengkung


"saya mohon tuan, hanya anda yang bisa menolong saya untuk menyelamatkan perusahaan papa saya yang berada di ujung tanduk"jawab Nilam yang kini tampak airmata yang mulai menumpuk di ujung matanya


"apa kau fikir aku peduli?"


"tuan saya mohon tuan"ucap Nilam dengan mengatupkan kedua tangannya


"pergilah saya tidak ada waktu untuk melayani mu"ucap arsen yang kini beranjak berdiri


"tuan saya mohon tuan tolong saya"ucap Nilam memegang tangan arsen menahan nya untuk tidak pergi.


arsen menatap tajam tangan Nilam yang sudah berani memegang tangannya menahan untuk ia tidak pergi


"lepaskan tangan mu atau akan kupatahkan tangan mu jika kau berani memegang ku lagi"ucap arsen dengan datar namun penuh penekanan pada tiap katanya


"ma maaf kan saya tuan"ucap Nilam seketika langsung melepaskan genggaman tangannya


"apa yang akan aku dapatkan jika aku menolong mu heh, di dunia ini tidak ada yang gratis"tanya arsen menatap tajam kedua bola mata Nilam. Nilam yang mendapat kan tatapan seperti itu pun merasa takut


"tuan, bukankah Anda memberikan syarat untuk menikah saya?saya mau tuan saya akan menerima syarat anda tuan"ucap Nilam dengan suara yang bergetar dan juga airmata nya yang semakin membanjiri wajah cantiknya


"hahahaha aku hanya memberikan syarat itu dalam waktu 3 jam dan sekarang syarat itu sudah tidak berlaku lagi" tawa arsen begitu menggelegar di ruangan itu namun malah membuat takut seisi mansion karena ia yang jarang atau bahkan tidak pernah tertawa sendiri begitu kencangnya

__ADS_1


"tuan saya mohon tuan saya akan melakukan apapun untuk tuan,saya mohon tolong saya tuan" ucap Nilam yang bersimpuh di kaki arsen memohon mohon dengan berlinangan airmata, tangisannya terdengar pilu bagi orang yang mendengarnya namun tidak bagi arsen.


ia sangat senang melihat Nilam bersujud di kakinya dengan airmata nya


"apapun?"tanya arsen menyeringai


"i iya tuan" jawab Nilam, suara nya tercekat ia tak tau harus berkata apa lagi, yang terpenting saat ini adalah perusahaan papanya.


"baiklah, kalau begitu persiap kan dirimu beberapa hari lagi kita akan segera menikah besok aku akan kerumah mu dan membawa surat surat yang di perlukan"ucap arsen menyetujui permohonan Nilam


.


.


.


.


Nilam pun juga sudah memberi tahu pada orang tuanya bahwa arsen akan membantu perusahaan papanya yang di ujung tanduk, walaupun pada awalnya papanya sempat marah namun mau tidak mau begitu berterimakasih pada putrinya itu


"selamat siang tuan arsen silahkan"ucap Reynaldi yang hanya di jawab anggukan kepala oleh arsen. Reynaldi Wicaksana memang sudah menunggu kedatangan arsen sejak tadi setelah mendengar bel berbunyi ia langsung membuka kan pintunya


"jadi tuan Reynaldi, seperti yang sudah di katakan putri anda ini surat suratnya silahkan di anda cermati" ucap asisten Dafa menyodorkan surat surat saham pada Reynaldi Wicaksana. di surat itu tertulis bahwa arsenio jx sebagai pihak 1 akan membeli 90% saham ws company dari pemilik nya Reynaldi Wicaksana selaku pihak 2 bahkan hampir 2x lipat dari yang pernah Reynaldi tawarkan pada rekan bisnisnya.


"jika tuan arsen membeli saham ku dengan nilai ini maka bukan hanya menutup hutang hutang pada bank dan juga perusahaan lain tapi aku juga bisa membangun perusahaan ku yang baru"gumam Reynaldi. setelah membaca surat surat itu ia mengalihkan pandangannya menatap arsen dan juga asisten Dafa.


"dan juga setelah tuan arsen membeli saham anda, anda juga masih tetap bisa bekerja di kantor anda dengan jabatan yang sama.bagaimana tuan apa anda setuju? jika anda setuju silahkan tanda tangani"ucap asisten Dafa


"baik tuan saya setuju"jawab Reynaldi mengangguk kan kepala ia segera mengambil pena dan menandatangani surat surat pengalihan saham tersebut

__ADS_1


"saya hanya akan membayar 50% untuk saat ini, kau bisa mengaturnya dengan asisten Dafa dan sisanya akan di bayarkan setelah aku menikah dengan Nilam putrimu"kali ini arsen yang angkat bicara


"baik tuan"


"aku mau pernikahan ku di adakan 2 hari lagi"ucap arsen


"maaf tuan apa itu tidak terlalu cepat saya pikir"


"iya atau tidak sama sekali"ucap arsen memotong ucapan Reynaldi


"huh baik tuan saya akan mengatakannya pada putri saya"ucap Reynaldi, tampak ia menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum menyetujui perkataan arsen


"bagus terimakasih atas kerjasama yang saling menguntungkan ini"ucap arsen yang langsung berlalu pergi, ia pun menarik sebelah sudut bibirnya sembari berjalan keluar.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya yaaah Will see


__ADS_2