CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
cinta atau bodoh


__ADS_3

selama perjalanan hanya ada keheningan, perlahan Nilam melirik arsen yang berada di kursi kemudi. matanya menatap tajam ke depan fokus pada jalanan mobil melaju dengan kecepatan tinggi mengingat hari sudah larut dan tentunya jalanan pun nampak lenggang. ingin meminta pada arsen untuk memperlambat laju kemudi tapi ia tidak berani, sejak kejadian di lorong beberapa saat yang lalu arsen langsung menarik tangan Nilam luar dari pesta dan langsung mendorong nya masuk ke mobil.


"keluar" Nilam membuka mata saat arsen menyuruhnya keluar, tepat di depan mansion. lega, karena sudah sampai tempat tinggalnya. selama perjalanan Nilam menahan rasa takutnya dengan memejamkan mata. bagaimana tidak takut, jika arsen mengemudi dengan kecepatan tinggi bak orang yang kesetanan.


"keluar! atau aku harus menyeret mu paksa untuk keluar?"


"kak, kakak pasti salah paham. aku bisa jelasin semuanya ke kakak." masih dengan posisi yang sama tidak beranjak sedikit pun bahkan Nilam memanggil arsen dengan panggilan kak, bukan Tuan seperti biasanya.


"aaakkkhh kak sakit"erang Nilam saat arsen mencengkeram erat tangannya, menarik paksa keluar dari mobil dan masuk ke dalam mansion.


"bukankah aku sudah menyuruh mu keluar secara baik baik"


"aaww kak aku mohon dengerin penjelasan aku dulu, kakak salah paham aku sama kak vino gak ada hubungan apa apa, itu hanya masa lalu"


"aku tidak butuh penjelasan! dan aku tidak memintamu untuk menjelaskan apapun."


"tapi kak, aku gak mau kakak salah paham soal hubungan aku sama kak vino"


"salah paham?heh kau pikir aku peduli soal hubungan mu dengan dia? kau pikir kau itu siapa hah"tunjuk arsen


"aku istri kakak, kakak peduli padaku dan aku sangat tau itu buktinya tadi kakak belain aku kan"


"ceeh menggelikan, kau pikir aku peduli padamu?apa kau lupa bahwa sebelum masuk ke pesta itu aku sudah mengatakan bahwa semua yang terjadi di pesta adalah sandiwara. apa kau amnesia hah"


"sebelum masuk kak arsen memang mengatakan untuk bersandiwara layaknya suami istri yang bahagia, tapi aku yakin apa yang di lakukan gak arsen terhadap ku tadi bukan hanya sekedar sandiwara. aku yakin, karena aku merasakannya dan itu sangat berbeda".

__ADS_1


"kenapa diam?baru sadar hemm"ungkapnya dengan salah sudutnya yang melengkung


"sial sial sial brengs*k!! kenapa juga tadi gue bisa hilang kendali, kenapa juga tadi harus adu pukul sama si vino!gue kenapa sih gak biasanya gue kayak gini aarrgghhh brengs*k"racau arsen memukul kemudi setalah menyeret Nilam ke dalam mansion arsen masuk lagi kedalam mobil.


ia mencengkram erat kemudi mobil, memukulnya tak jarang juga ia meremas rambutnya , bingung dengan dirinya sendiri.


mobil melaju tanpa arah tujuan berputar putar hingga terparkir di bangunan gedung yang menjulang tinggi.


"sraaakkkk"


file file berterbangan, ruangan kantor yang rapi itu berubah menjadi kapal pecah. semua benda yang berada di meja di obrak Abrik menjadi sasaran pelampiasan amarah.


"aaarrrgghhh gak ini gak mungkin, gak mungkin cemburu. gak mungkin! gue nikahi dia cuma buat balas dendam, cuma buat nyakitin dia dan buat dia hidup sengsara layaknya hidup di neraka. semua hanya sandiwara!oke semua hanya sandiwara semua yang terjadi di pesta tadi hanya sandiwara"


"nona anda tidak apa apa nona?"


"saya tidak apa apa nona, saya sudah sembuh. nona jangan khawatir kan saya. mari nona saya bantu kompres memar di pergelangan tangan nona" sebenarnya pelayan Lisa sudah sejak tadi melihat perkelahian antara tuan dan nonanya tapi hanya bisa diam dan melihat saja. walaupun ini sudah sering melihat tuannya berlaku kasar pada nona mudanya tapi ia tak bisa berbuat apa apa, memangnya siapa dia hanya seorang pelayan begitu pikirnya.


"ah ini tidak apa apa kok, hanya memar saja nanti juga sembuh sendiri. lebih baik kamu istirahat saja kamu pasti masih butuh banyak beristirahat".


"saya sudah terlalu lama beristirahat nona mari saya bantu obati nona"


pelayan Lisa mengantarkan Nilam ke kamarnya tak lupa meminta tolong ke pelayan lain untuk membawakan kompresan dan juga salep untuk obat memar


"aawww"

__ADS_1


"maaf nona"


"tidak apa apa hanya sedikit sakit saja"


diam pelayan Lisa menengok kebelakang dan juga kesamping terlebih ke arah pintu


"ada apa kau mencari siapa?"


"ooh em itu nona, bolehkah saya bertanya sesuatu nona?" ingin bertanya tapi takut tidak bertanya tapi tapi pertanyaannya selalu berputar di kepala


"mau tanya apa?katakan saja tidak ada siapa siapa disini"


"itu nona, kenapa nona mau menikah sama tuan padahal tuan jahat banget sama nona tidak pernah memperlakukan nona dengan baik layaknya seorang istri" walau takut akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari bibir pelayan Lisa


"karena aku mencintainya, dan aku yakin dia juga mulai mencintaiku sekarang"jawab Nilam dengan bibir yang melengkung, matanya menatap ke atas ke langit langiit. mengingat kembali kejadian di pesta tadi, dia yakin dan sangat yakin kalau sebenarnya suaminya itu cemburu terhadap nya.


"mencintainya nona"sedikit berteriak matanya membulat dengan jawaban Nilam


"heem aku yakin bahwa dia mulai mencintaiku dan aku akan menanti dimana disaat saat dia mengungkapkan cintanya padaku dan kehidupan kami akan bahagia"


"eeh maaf nona" ucapnya saat menyadari bahwa reaksinya berlebihan


"hahahaha tidak apa apa aku juga sudah menebak bahwa reaksi mu akan seperti itu"


..."cinta memang membuat orang jadi gila, eh tidak tidak! cinta memang membuat orang jadi bodoh, sudah disakitin tapi masih dicintai aja" ...

__ADS_1


gumam pelayan Lisa ia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah nona mudanya yang senyum senyum sendiri melihat ke langit langit kamar.


****hallo saya datang lagi hehehe sorry ya lama, dunia nyata lebih kejam soalnya jadi ya harus kerja kerja kerja nyampe lupa kalo nulis novel wkwkwkwk mulai hari ini bakal up terus kok jangan lupa kasih dukungan yak"


__ADS_2