CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN

CINTA DAN DENDAM TUAN ARSEN
logika dan hati


__ADS_3

"huh mungkin malam ini dia tidak pulang lagi, tapi tak apa. seburuk dan sekejam apapun perlakuan mu terhadap ku aku akan tetap dan selalu mencintaimu bahkan jika nanti aku telah tiada dan saat itu aku terlahir kembali dalam wujud seseorang yang berbeda aku tetap akan memilih mu sebagai seseorang yang aku cintai" hening di kegelapan malam, menatap langit yang begitu indah dengan jutaan bintang yang bertebaran di langit, mengelus pergelangan tangannya yang memar karena ulah suaminya namun senyum terpancar cerah di bibirnya, begitu manis nan indah bila di pandang.


"nona tidak baik berdiri disitu,malam semakin larut udara juga semakin dingin tidak baik untuk kesehatan, sebaiknya nona segera beristirahat"


"apakah tuan arsen masih belum pulang Lisa"masih dengan posisi yang sama, tidak menghiraukan perkataan Lisa tetapi justru membalasnya dengan pertanyaan pula


"sepertinya tuan arsen memang tidak pulang malam ini nona"


"*bodoh, bahkan sudah sedari tadi aku berdiri disini tanpa bertanya pun aku juga sudah tau bahwa arsen memang belum pulang. tapi aku tetap saja bertanya pada Lisa, huh entahlah tapi perasaan ku begitu gelisah. dimana dia sekarang?apakah dia baik baik saja"


"istirahat lah Lisa, kembali ke kamar mu aku juga akan istirahat*" melangkahkan kakinya meninggalkan balkon kamar yang begitu luas perlahan ia merebahkan tubuhnya pada ranjang kurang king size.


"baik nona, selamat malam selamat beristirahat"


tok tok tok"ceklek"


"oh astaga ini kantor atau kandang macan berantakan banget. nah tuh dia noh macan nya masih tidur"


"woy arsen bangun Lo woy" asisten Dafa memukul arsen menggunakan map yang dibawanya


"aaarrrgghhh bersisik"


"bangun woy sen bangun" teriak asisten dafa


"apaan sih Lo iya nih gue udah bangun, biasa aja dong gak usah teriak teriak"kesal arsen karena tidurnya di ganggu oleh teriakan asisten Dafa


"dih nih bocah, heh lagian nih ya kalo gue gak teriak juga Lo kagak bakalan bangun"ucap asisten Dafa yang kini telah duduk berhadapan dengan arsen

__ADS_1


"sekarang gue udah bangun terus sekarang Lo mau apa"balas arsen dengan nada yang sedikit tinggi


"yah pakek nanya segala gue kesini mau apa, nih Lo liat nih gue tadi kesini mau minta tanda tangan Lo tapi pas gue masuk liat ruangan Lo sama tampang Lo yang kusut gini gue rubah niat gue kesini"tunjuk asisten Dafa pada map di tangannya


"Lo kenapa ada masalah apa Lo?gak biasanya Lo kayak gini"lanjutnya


"bukan apa apa cuma masalah kerjaan"tandas arsen


"Lo gak bisa berdalih sen, gue tau Lo gue kenal Lo dari lama dan kalo Lo lupa nih gue ingetin kalo gue itu sahabat Lo! lagi pula sok sok an alasan kerjaan, heh semua kerjaan kita itu berjalan dengan lancar mulus kayak jalan tol"


skak mat. hening, semua yang di katakan asisten Dafa memang benar. matanya menatap ke seluruh sudut ruangan kantornya file file bertebaran dimana mana pecahan kaca juga dimana dimana, sungguh sangat tidak pantas untuk disebut ruangan sebuah kantor akan tetapi lebih pantas lagi disebut kandang macan.


hatinya meringis mengingat tindakan nya semalam, hanya karena orang di masa lalu istrinya kembali padahal meskipun kembali ia juga tidak akan bisa merebut nilam kembali.nilam miliknya dan apa yang telah menjadi miliknya tidak akan bisa direbut oleh orang lain.


tapi kenapa, kenapa hanya karena hal sepele seperti itu saja sudah membuat dirinya hilang kendali sampai seperti ini. pikiran nya kacau bahkan masalah pekerjaan saja tidak bisa membuat dirinya menjadi seperti ini.


"Lo gak bakal bisa bantu"mengusap kasar wajahnya, bagaimana mungkin Dafa bisa membantu sedangkan dia saja tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan


"ya gimana gue bisa bantu Lo kalo gak cerita masalah Lo ke gue"


"penting ya buat Lo tau, lagian Lo itu cuma asisten gue"


"gue sahabat Lo Bangs*t"


"oh iya ya kok gue lupa ya kalo dia sahabat gue ah elah bego banget lu sen"


"Lo mau gue cari tau sendiri, terus gue aduin ke mommy atau Lo bilang masalah Lo ke gue sekarang"ancam Dafa

__ADS_1


"heh tuh mulut Lo dijaga yah ember bener udah kayak cewek Lo"mendengar ancaman asisten Dafa seketika juga arsen menatap tajam ke dafa asisten sekaligus sahabat nya itu.


"semalam di pesta nilam ketemu mantannya" jelas arsen langsung ke intinya setelah terjeda keheningan beberapa saat yang lalu.


mendengar arsen yang mengatakan Nilam bertemu mantannya membuat Dafa memasang wajah tengilnya, bagaimana bisa seorang arsen yang istrinya hanya bertemu mantan kekasih nya saja bisa sampai hilang kendali seperti ini, bahkan saat ini Dafa sedang menahan tawanya.


"lalu?"


"gue adu pukul sama dia" lanjut arsen kini matanya kembali memancarkan kemarahan mengingat kejadian semalam


"heembbb HAHAHAHAHAH"tawa asisten Dafa pecah seketika, terdengar begitu mnggelelagar di dalam ruangan yang seperti kapal pecah itu.


"apakah lucu sehingga kau tertawa?"Tanya arsen dengan tatapan tajam


"lucu bahkan sangat lucu hanya begitu saja sudah membuat mu Sekacau ini, arsen oh arsen ternyata kau mulai mencintai istrimu"


"aku tidak mencintainya"


"kau mengatakan tidak mencintainya tapi kau cemburu saat melihat istrimu bertemu dengan mantan kekasih nya, lalu apa itu namanya jika kau tidak mencintainya?sudahlah sebaiknya kau pulang perbaiki penampilan mu yang kacau itu biar nanti ruangan mu aku suruh cleaning service untuk merapikannya" tutur asisten Dafa masih mencoba meredam tawanya, ia begitu bahagianya bisa menertawakan kebodohan sahabat sekaligus atasannya itu, melangkah meninggal kan ruangan presiden direktur dan juga menepuk bahu arsen sebelum benar benar keluar ruangan dan menampilkan kembali wajah dinginnya.


sama seperti arsen, asisten Dafa pun memiliki sikap dan wajah yang dingin dan tak banyak yang tau juga jika selain asisten, Dafa juga sahabat arsen. mereka selalu bersikap profesional di depan semua orang dan hanya bersikap bodoh layaknya sahabat ketika berdua saja seperti yang saat ini terjadi.


sepeninggal asisten Dafa dari ruangan nya arsen hanya mampu berdiri mematung bersandar pada meja kerjanya.kata kata Dafa berputar putar di kepalanya.


..."apa iya aku mencintai nya?tidak, aku tidak mencintainya tapi kenapa yang di bilang Dafa semuanya benar?apa iya aku cemburu padanya?tidak, aku rasa itu bukan rasa cemburu itu hanya rasa bahwa apa yang aku miliki tak ingin di rebut oleh orang lain ya hanya itu. hanya sebatas rasa itu dan tidak lebih! tapi tunggu, kenapa rasanya berbeda?seolah seolah aaarrrgghhh sial kepalaku serasa mau pecah rasanya"logika dan hatinya tak sejalan ia benar benar bingung sekarang...


"kak arsen udah pulang?"Nilam terkejut matanya membulat begitu melihat arsen tengah berdiri tidak jauh darinya, takut. ia seperti seorang istri yang tengah ketahuan berselingkuh oleh suaminya, padahal ia hanya duduk berhadapan dengan seorang pria tidak lebih.tapi rasanya seperti seorang istri yang tengah kepergok suaminya berselingkuh saja

__ADS_1


__ADS_2