CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)

CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)
Isi Folder Shakila


__ADS_3

Melihat lembar demi lembar isi dari folder Shakila. Membuat Dipta bolak-balik mengingat memori masa kecilnya yang sudah termakan usia.


Dipta tak menyangka kejadian dimana saat Dipta bilang sayang sewaktu kelas enam SD pada Shakila membuat sejarah baru bagi Shakila.


Lembar pertama folder hanya berisi biodata pemilik folder yaitu Shakila. Tak lupa ia bubuhkan tanda tangan di pojok kanan bawah kertas.


Masuk lembar kedua, ada plastik bening ukuran setengah kilo yang di dalamnya terdapat serpihan-serpihan seperti daun dan ada juga bagian yang sepertinya sudah busuk. Plastik itu distreples supaya terus menempel pada kertas filenya.


Dipta pun tak bisa menebak apa isi plastik tersebut. Ketika ia membuka lembar ketiga barulah ia menemukan keterangan tentang isi plastik itu.


Betapa terkejutnya Dipta mengetahui bahwa isi plastik itu adalah bunga kembang sepatu yang diberikannya pada Shakila sekitar tujuh tahun yang lalu.


Disana tertulis,


*Bunga sepatu ini adalah bunga pertama dan terakhir yang A Dipta berikan padaku. Karena setelah kejadian itu entah kenapa A Dipta selalu menghindar dariku. Padahal aku senang sekali dapat bunga darinya. Meski dia suka usil tapi aku suka!


Andai saja saat itu Aa Aris tidak mendorongnya hingga ia terjatuh, mungkin ceritanya tidak akan seperti ini. Huft! Ini semua gara-gara Aa Aris bilang jangan dekati aku lagi ke A Dipta. Jadilah A Dipta benar-benar jauh dariku.


Kangen sekali aku digoda olehnya*!


Membaca tulisan Shakila, membuat Dipta teringat lagi kejadian yang memalukan tersebut.


Keysha yang dari tadi di dapur memperhatikan Dipta membuat Dipta merasa terganggu. Karena Dipta ingin membaca isi folder Shakila tanpa ketahuan oleh yang lain. Akhirnya ia pindah ke kamar.


Di kamar, ia melanjutkan membaca lembar selanjutnya dimana ada foto Dipta dan Shakila. Mereka foto berdua dan Dipta memakai topi ulang tahun, sedangkan Shakila memakai gaun pink cantik dan mahkota putri yang lucu. Membuat ia persis seperti seorang putri.


Dibawah foto tersebut tertulis seperti ini,


*Ini fotoku bersama A Dipta. Saat itu aku ulang tahun dan semua yang hadir foto bersamaku satu per satu. Beruntung aku masih punya fotonya. Karena cuma foto ini yang bisa mengobati kerinduanku padanya.


Saat ini aku cuma bisa melihat A Dipta dari jauh. Itupun kalau nggak sengaja bertemu di pinggir jalan kalau ia sedang menunggu angkot untuk berangkat sekolah.


Pernah suatu kali aku tersenyum padanya tapi sedih! Ia tak melihatku*.


Dipta mencoba mengingat-ingat bagian ini tapi ia tak bisa mengingatnya sama sekali. Karena kejadian ini terlalu lama dan ia pun tak sadar melakukan itu. Mungkin saat Shakila tersenyum dia memang benar-benar sedang tidak melihat keberadaan Shakila.


Pada lembar selanjutnya. Ada foto Dipta menggunakan seragam SMA tapi di dalam foto itu ia tak sendiri melainkan sedang bersama teman satu kelasnya. Setelah diperhatikan baik-baik ternyata ada Kiara di dalam foto itu. Posisi Kiara tepatnya berada persis di depan Dipta dan di foto itu wajah Dipta ditandai lambang cinta dengan spidol papan tulis berwarna biru.


Menyadari hal itu Dipta bingung karena darimana Shakila bisa punya foto itu? Dipta sendiri tak memilikinya. Tapi pertanyaan Dipta terjawab oleh tulisan Shakila yang terletak di bawah foto.


Disana tertulis,

__ADS_1


*Kiara! Dia suka juga sama A Dipta rupanya. Kenapa mesti A Dipta sih yang dia suka? Dia kan cantik. Dia bisa punya banyak cowok yang lebih ganteng dari A Dipta.


Masa aku harus rebutan A Dipta sama sepupu sendiri sih?!


Foto ini aku ambil dari meja belajar Kiara. Semoga dia nggak engeh kalau fotonya hilang*.


Ternyata Shakila senekat itu anaknya. Dipta pun kaget juga membacanya. Dia nggak nyangka rasa cinta Shakila padanya membuatnya melakukan hal buruk yaitu mencuri.


Dipta pun membuka lagi lembar selanjutnya. Disana tertulis,


*Surat untuk A Dipta


Assalamualaikum A Dipta,


Bagaimana kabar Aa sekarang? Aku dengar dari Kiara, Aa sedang berbunga-bunga ya hari ini? Kiara bilang kalau Aa juga sepertinya mencintai Kiara.


Jujur, aku nggak sanggup A tiap dengar curhatan Kiara tentangmu! Rasanya ingin menjerit aku dibuatnya! Tapi aku tak bisa menolak mendengar curhatannya karena dia saudara sepupuku sendiri. Dia juga anaknya baik. Jadi aku nggak tega kalau menolak mendengarkan curhatannya.


Setiap dia menceritakan betapa indahnya senyummu, disaat itu pula hatiku menangis. Sampai suatu ketika, ia berhenti dengan sendirinya tak bercerita tentang Aa lagi.


Disitu akhirnya aku merasa legaaaaa!


Your secret admirer


Shakila*


Ternyata kecemburuan Shakila beralasan. Jelas saja ia berkali-kali bertanya pada Dipta waktu di motor tentang hubungannya dengan Kiara. Karena ia mengetahui cerita versi Kiara dan ia ingin tau cerita versi Dipta.


Di lembar selanjutnya masih ada coretan tangan Shakila untuk Dipta. Tertulis,


*Hari ini Ayahnya Keysha meninggal dan disana ku lihat A Dipta sedang mengaji sambil sesekali menyeka air matanya. Rasanya ingin sekali ku peluk ia dan menenangkannya. Tapi apa daya, aku tak bisa!


Meskipun ketika berada disana aku tau kalau A Dipta sudah tak mengenaliku lagi. Bahkan namaku ia tak ingat! Ahh sudahlah... Mungkin aku hanya bagian dari cerita masa kecilnya yang sudah terkubur dalam-dalam*.


Dipta tak menyangka selama ini Shakila mencintainya. Ia berharap lebih dari yang Dipta bayangkan. Harapannya tumbuh sejak kejadian bunga sepatu itu.


Dipta buka lagi lembaran berikutnya ternyata tidak ada lagi yang tertulis disana. Ia jadi merasa bersalah pada Shakila. Karenanya Shakila menjadi mengharapkan sesuatu yang besar padanya.


Ia tak menyangka bermula dari mengatakan sayang dan memberikan bunga sepatu menjadi titik awal Shakila mencintainya bahkan hingga sampai saat ini. Ia masih menyimpan bunga sepatu itu meski sudah menjadi bangkai.


Dipta merasa menyesal telah melakukan ini semua pada Shakila. Karena itu Shakila mungkin tidak jatuh cinta pada laki-laki lain selain dirinya sampai detik ini.

__ADS_1


Dipta pun mengambil HP-nya, lalu mengirimkan SMS pada Shakila.


[Assalamualaikum La. Udah tidur?]


Ini pertama kalinya Dipta mengirimkan SMS kepada Shakila padahal sejak Shakila bimbingan belajar bersamanya ia sudah meminta nomornya pada Keysha. Tapi baru kali ini ia memberanikan diri untuk SMS Shakila.


Tak menunggu lama Shakila membalas pesannya.


[Waalaikumsalam. Belum A. Ada apa?]


[Kamu merasa ketinggalan folder nggak?]


[Iya A tapi bukan ketinggalan melainkan sengaja ku tinggal.]


'Oh nggak ketinggalan! Ternyata ini semua memang direncanakan olehnya supaya aku tau isi foldernya!' Batin Dipta.


[Kenapa sengaja?] tanya Dipta lagi.


[Aa udah baca?]


[Udah.]


[Aa nggak suka ya baca itu semua?]


[Bukan masalah suka atau enggaknya La tapi lebih dari itu.]


[Maksudnya lebih dari itu gimana A? Aku cuma ingin Aa tau kalau aku juga sayang kamu! Maaf baru aku balas sekarang pertanyaanmu waktu itu ketika Aa kasih aku bunga kembang sepatu. Karena aku nggak pernah punya kesempatan untuk membalasnya.]


Membaca pengakuan Shakila yang secara langsung membuat Dipta bergeming! Dia sendiri bingung, disatu sisi ia mencintai Shakila tapi di sisi lain ia tak ingin menjalankannya dengan berpacaran. Di sisi lain juga ia merasa tak enak hati karena membuat Shakila menunggu bertahun-tahun tentang kepastian cintanya.


Dipta masih belum membalas SMS Shakila. Sampai Shakila kembali SMS Dipta.


[A kenapa nggak dibalas-balas?]


[Halloooo A Dipta! Jangan gantung aku lagi.]


[Oh mungkin A Dipta bingung karena nggak mau pacaran! Ya sudah aku nggak minta jadi pacar kamu tapi jadikan aku istri kamu!]


Shakila terus-terusan mengirim SMS pada Dipta. Sedangkan Dipta masih berpikir harus bagaimana menghadapi dilema ini.


***

__ADS_1


__ADS_2