CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)

CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)
Menikmati HTS


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Keysha tentang hubungan Dipta dan Shakila, Ibu langsung menemui Dipta dan meminta Keysha gantian menjaga warung.


"A... Aa," panggil Bu Asih dari luar rumah.


"Ya Bu. Ada apa?" tanya Dipta menghampiri ibunya.


"Ibu sudah dengar dari Keysha. Apa benar kamu sudah menyatakan cinta ke Shakila?" tanya Bu Asih mengkroscek berita yang diterimanya.


"Iya Bu benar," sahut Dipta dengan suara pelan.


"Tapi kalian nggak pacaran kan?" tanya Bu Asih lagi.


"Enggak Bu. Aa sudah kasih pengertian untuk Shakila kalau Aa nggak bisa pacaran dan dia setuju-setuju saja. Jadi kita jaga hati kita masing-masing." Dipta menjelaskan pada Bu Asih perihal hubungannya dengan Shakila.


"Ya sudah semoga kalian bisa jaga hati masing-masing ya! Terus Aa juga jangan permainkan perasaan perempuan ya A. Ingat kamu itu punya dua adik perempuan juga." Bu Asih memperingatkan anak sulungnya itu untuk terus menjaga sikapnya terhadap perempuan.


"Baik Bu," ucap Dipta menyetujui saran dari ibunya. Ia pun bertanya pada ibunya, "Ibu setuju kalau Aa sama Shakila?"


"Setuju sih meski...," ucapannya terhenti karena ia mengingat satu hal.


"Meski apa Bu?" tanya Dipta penasaran.


"Meski ia anak yang dimanja orang tuanya," sahut Bu Asih pelan. Dipta pun mengangguk menyetujui pendapat ibunya.


***


Sorenya sehabis magrib, seperti biasa Shakila datang ke rumah Dipta untuk belajar. Ini kali pertama Shakila datang merangkap sebagai perempuan yang telah resmi menjalankan hubungan cinta tanpa status dengan Dipta.


Biasanya Shakila hanya membawa tas berisi buku pelajaran yang akan dipelajarinya dengan Dipta dan Keysha tapi kali ini bawaanya bertambah karena ia juga membawa tentengan plastik yang isinya sate dan lontong untuk dimakan bersama Dipta juga keluarganya.


"Assalamualaikum," salam Shakila di depan rumah Dipta.


"Masuk La," Bu Asih menyambutnya seperti biasa. Shakila pun salim dan mencium tangan Bu Asih.


"Bu ini Kila bawa sate. Kita makan bareng yuk!" ajak Kila pada Bu Asih.


"Lha emang kamu belum makan La?" tanya Bu Asih.


"Belum Bu makanya Kila bawa banyak ini biar bisa sekalian makan bareng-bareng disini," jawabnya masih dengan memegang bungkus plastik berisi sate.


"Wah kayaknya enak nih! Yuk makan!" Keysha menerima ajakan makan dari Shakila.


"Ayuk Key," sahut Shakila sambil meletakan bungkus plastik berisi sate di meja tamu.


"Ya sudah ambil piring sana Key." Pinta Bu Asih.

__ADS_1


"Terima kasih ya La," sahut Bu Asih kemudian.


"Iya Bu sama-sama. Oh ya A Dipta belum pulang dari masjid Bu?" tanya Shakila.


"Belum La, mungkin sebentar lagi," jawab Bu Asih dengan senyum di akhirnya.


"Lusiana mana Bu? Biar sekalian makan bareng," tanyanya lagi.


"Masih solat La, ya sudah kamu sama Keysha makan duluan ya," sahut Bu Asih karena melihat Keysha sudah datang membawa piring dan sendok.


"Ayo bareng-bareng sama Ibu," ajak Shakila lagi.


"Ibu sudah makan La, untuk kalian saja. Ibu tinggal ya. Mau jaga warung lagi." Pamit Bu Asih pada Shakila dan Keysha.


"Iya Bu," sahut Keysha dan Shakila bersamaan. Bu Asih pun pergi meninggalkan mereka. Tak lama Dipta pulang.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. A sudah ada Shakila tuh! Dia bawa sate. Makan dulu sana," tukas Bu Asih pada anak sulungnya.


"Sate?" tanya Dipta bingung karena nggak biasa-biasanya Shakila bawa makanan di jam belajarnya. Dipta pun masuk ke dalam rumah yang langsung disambut Shakila.


"Makan A. Ini aku sudah bawa sate," sahut Shakila sambil menyodorkan piring yang sudah lengkap berisi lontong dan lima tusuk sate. Dipta pun tersenyum pada Shakila dan mengambil piring pemberiannya.


"Lus, ini sate untuk Ibu tolong simpan ke dapur," pinta Keysha sambil menyodorkan piring pada Lusiana yang sedang asik memakan sate. Ia pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan tiga tusuk sate dipiringnya.


"Lho emang Ibu nggak ikut makan?" tanya Dipta pada Keysha.


"Enggak tadi sudah makan katanya," jawab Keysha sambil terus mengunyah sisa makanan yang ada di mulutnya. Dipta pun duduk di kursi yang cukup untuk satu orang dan menikmati makanan pemberian gadis manis pujaannya itu.


Shakila terlihat senang sekali. Selalu terlihat senyum di wajahnya selama makan bareng Dipta dan keluarga. Sesekali ia pun menatap Dipta yang sedang asik makan. Ketika mereka bertemu tatap. Kali ini Dipta nggak canggung lagi untuk membalasnya dengan senyuman. Tidak seperti waktu itu. Dia hanya bisa kikuk dan salah tingkah kalau bertemu tatapan dengan Shakila.


Kini hati mereka lebih plong. Tidak ada lagi keraguan di dalamnya karena mereka sudah sama-sama yakin memiliki hati satu sama lain.


Ketika mulai belajarpun mereka juga lebih luwes dan nggak kaku lagi seperti sebelumnya. Meski mulai saat ini di setiap Dipta memberi penjelasan, Shakila lebih banyak tersenyum daripada menjawab seperti dulu.


Menyadari dirinya macam obat nyamuk, Keysha hanya bisa pasrah. Ia sadar kalau dua orang di hadapannya sedang kasmaran. Tapi di sisi lain Keysha justru bangga karena bisa menjaga mereka berdua dari perbuatan yang diinginkan setan.


Wajah Shakila dan Dipta memang sedang bersinar-sinar saat ini. Mungkin karena mereka sedang menikmati hubungan yang meski tanpa status itu.


***


Bulan ini bulan dimana semua anak-anak sekolah melaksanakan ujian kenaikan kelas. Keysha dan Shakila sebentar lagi akan naik ke kelas tiga SMA dan mereka benar-benar giat belajar supaya naik kelas dengan nilai yang memuaskan.


Namun tiba-tiba hati Keysha mulai tak enak, mengingat dia sebentar lagi lulus SMA dan ia sangat ingin kuliah. Tapi ia ragu karena Dipta saja tak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

__ADS_1


Hari ini, hari terakhir Keysha mengikuti ujian kenaikan kelas. Kini tinggal menunggu hasil ulangannya saja. Semoga ia tak remedial. Kuliah yang kali ini menjadi beban pikirannya. Kepada siapa ia akan mencurahkan hatinya. Ibu? ah jangan ibunya tak perlu lagi dibebankan pikirannya dengan hal yang seperti ini. Kasihan!


Ia pun memilih bercerita pada Dipta. Ia berharap bisa lebih tenang setelah bercerita dengan Dipta, kakak satu-satunya yang ia punya.


Sepulangnya dari sekolah, ia langsung menemui Dipta yang saat itu sedang menjaga warung ibunya.


"Assalamualaikum A."


"Waalaikumsalam. Udah pulang? Kok lemes gitu, kenapa Key?" tanya Dipta. Ia sebenarnya tipe orang yang penuh perhatian. Ia bisa tau orang itu sedang baik-baik saja atau sebaliknya.


"Ibu mana?" tanya Keysha celingak-celinguk mencari ibunya.


"Lagi istirahat di kamar. Kakinya tadi sakit lagi," jawab Dipta.


"Lho sakit asam urat lagi?" tanya Keysha sedikit panik.


"Nggak tau makanya lagi istirahat dulu supaya mendingan," jawab Dipta.


"Terus kamu kenapa lemas gitu sih?" tanya Dipta lagi.


"Aku kepikiran nih A," tukasnya.


"Pikirin apa sih?"


"Aku pengen banget kuliah tapi gimana ya?" tanyanya memelas. Mendengar adiknya ingin kuliah hati Dipta seketika pilu. Ia tau persis apa yang sedang dirasakannya tahun lalu saat lulus SMA. Sangat ingin ia kuliah tapi apa daya ibunya tak mampu membiayai uang kuliahnya meski saat itu Pak Herman menawarkan sebagiannya ia yang akan bayar. Tapi bagaimana lagi, bayar setengahnya saja mungkin ibunya juga tak akan mampu.


"Aa tau persis apa yang kamu rasakan sekarang Key. Aa juga dulu begitu. Emangnya kamu mau ambil jurusan apa Key?" tanya Dipta.


"Aku mau jadi guru bahasa Inggris A," jawabnya masih dengan nada memelas.


"Kamu yakin kalau kamu bisa jadi guru?" tanya Dipta lagi.


"Yakin A. Aku mau jadi guru dari dulu. Aku ingin berguna untuk semua orang A." Mendengar jawaban Keysha, hati Dipta makin pilu. Ia tak tega menghancurkan cita-cita mulia adiknya.


"Ya sudah kita berdoa yang banyak. Kita minta pada Allah yang kuasa atas segalanya. In Shaa Allah akan Aa usahakan bagaimanapun caranya kamu pasti kuliah. Sekarang tugas kamu rajin belajar, rajin beribadah juga tambah lagi ibadah-ibadah sunnah lainnya, dan tawakal kepada Allah. Supaya kamu bisa lolos SMPTN tahun depan," jelas Dipta panjang lebar berusaha meyakinkan Keysha kalau ia bisa.


"Tapi kan ibu nggak punya uang A," keluhnya lagi.


"Kita minta sama Allah," sahut Dipta yakin.


"Baik A."


'Ya Allah berilah kami jalan yang mudah untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Aamiin.' Dipta berdoa dalam hatinya.


***

__ADS_1


__ADS_2