CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)

CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)
Daftar Beasiswa


__ADS_3

Di perjalanan pulang, Keysha terus memikirkan bagaimana caranya ia bertanya pada kakaknya tentang rencana kuliah mereka. Ia khawatir kalau sampai saat ini Dipta masih belum siap secara keuangan untuk berkuliah bersama Keysha.


Keysha terus memutar otaknya supaya ia bisa menambah tabungan Dipta. Tak lama ia ingat akan sesuatu, bolu pisang yang pernah dibuatnya karena permintaan Ustadz Irfan menjadi langganan Ustadz Irfan dan keluarga.


Awalnya mereka memang membuat bolu pisang untuk Ustadz Irfan secara gratis karena sebagai bentuk terima kasih keluarga mereka akan kebaikan-kebaikan yang telah diberikan oleh beliau selama ini.


Tapi lama-kelamaan Ustadz Irfan jadi rajin pesan dan ngotot untuk membayar pesanannya. Meski uangnya selalu ditolak oleh Keysha. Beliau pasti pesan bolu pisang setiap ada acara di rumahnya atau di masjid. Keysha jadi berpikir, bagaimana kalau ia menambah uang tabungan Dipta dengan menerima pesanan bolu pisang.


Setelah mendapatkan ide tersebut, langkah kaki Keysha kini lebih cepat dan tidak gontai seperti tadi. Ia ingin segera bertemu Dipta untuk meminta sarannya tentang menerima pesanan bolu pisang. Sekaligus menanyakan tentang rencana mereka berkuliah.


Sesampainya di rumah, Keysha mendapati Dipta sedang menerima telepon. Entah dari siapa tapi sepertinya pembicaraannya cukup serius. Ia pun menunda obrolannya dengan Dipta dan segera berganti baju dan beristirahat di kamarnya.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Dipta menghampirinya di kamar. Raut wajah Dipta terlihat bahagia. Berita apa yang membuatnya sebahagia ini?


"Key, alhamdulillah!" teriak Dipta masuk ke kamar dimana Keysha sedang berbaring melepaskan keletihannya sepulang bersekolah.


"Ada berita apa A?" tanya Keysha penasaran dan bangkit dari posisi tidurnya.


"Aa dapat kuota beasiswa dari SMA Aa dulu! Aa masuk kategori yang bisa menerima beasiswa," seru Dipta dengan nada suara yang sudah tidak menentu karena menahan rasa senangnya mendapatkan kuota tersebut.


"Alhamdulillah! Itu sudah pasti lulus belum A? Terus Aa mau daftar di kampus mana?" tanya Keysha ikut bersemangat.


"Belum sih jadi nanti diseleksi lagi dari pihak kampusnya. Aa ikut yang di Jakarta," sahut Dipta.


"Terus daftarnya sudah A?" tanya Keysha lagi.


"Belum. Nanti dibantu Pak Herman wali kelas Aa dulu sama Pak Mahmud, tenaga kerja di TU sekolah. Jadi Aa mulai sekarang harus mengumpulkan persyaratan yang lainnya," jelas Dipta.

__ADS_1


"Persyaratannya banyak nggak A?"


"Banyak banget Key, Aa disuruh bikin Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) asli dari kelurahan terus harus punya surat keterangan prestasi akademik dan non akademik. Untung Aa dulu aktif di rohis sama paskibra dan untungnya lagi prestasi akademik Aa peringkat satu terus dari kelas X sampai kelas XII dan masih banyak lagi Key," jelas Dipta.


"Semoga beasiswanya jadi milik ya A!" doa Keysha untuk kakaknya.


"Iya. Aamiin," Dipta mengamini.


"Ibu sudah tau belum?" Keysha mengingatkan Dipta pada ibu. Karena tadi ibunya sedang ramai pembeli jadi Dipta belum memberitahukan kabar bahagia ini padanya.


"Belum. Ya sudah Aa ke Ibu dulu ya," pamit Dipta pada Keysha. Ia pun segera bergegas menemui ibu yang kini hanya tinggal melayani satu pembeli saja. Ia pun memeluk ibunya dari belakang dan membisikkan kalimat yang intinya ia minta doa ibunya supaya bisa lulus beasiswa yang akan diajukannya pada salah satu universitas negeri di Jakarta.


Bu Asih pun seperti tidak percaya mendengar cerita Dipta, ia lalu berbalik badan dan melihat kedua bola mata Dipta dan diperhatikannya baik-baik. Disana ada sorot mata yang jujur, ia tidak sedang berbohong. Ia benar-benar menyampaikan kebenaran.


Dipeluknya lagi anak sulungnya itu setelah ia selesai melayani satu pembeli yang tersisa. Ia peluk dengan sangat erat tubuh anak laki-lakinya yang kini jauh lebih tinggi darinya. Tak terasa ada air hangat yang menetes dari pelupuk matanya. Ada tangis haru disana. Ia pun tak bisa banyak berkata-kata hanya bisa berdoa dan memberikan nasihat pada Dipta.


"Iya Bu. Doakan Dipta selalu." Tiba-tiba ada sebuah pelukan lagi yang mendarat di pinggang Dipta dari arah belakangnya. Setelah dilihat ternyata pelukan itu berasal dari Keysha.


"Doakan Keysha juga ya Bu? Keysha juga ingin kuliah, semoga Keysha lulus di SBMPTN nanti," ucap Keysha lirih.


"Iya Ibu doakan semoga semua anak-anak Ibu sukses mencapai cita-citanya," doa Bu Asih tulus untuk anak-anaknya.


"Aamiin." Keysha dan Dipta pun mengamini doa ibunya.


***


Malamnya sebelum tidur, Keysha berbicara pada Dipta tentang rencananya berjualan bolu pisang. Ia hampir lupa membicarakan ini karena tadi siang, mereka sudah heboh dengan pendaftaran beasiswa Dipta karena saking harunya jadi Keysha pun terlupa membicarakan hal ini tadi siang. Kebetulan saat ini Bu Asih dan Lusiana juga belum tidur. Jadi mereka membicarakan rencana ini bersama-sama.

__ADS_1


"A Dipta, aku mau nambah-nambah tabungan nih, menerima pesanan bolu pisang, gimana menurut Aa?" Keysha minta saran pada Dipta.


"Oh iya Aa lupa! Untung kamu bilang bolu pisang, kata Ustadzah Mila, temannya telepon minta dipesenin bolu pisang yang biasa Ustadzah Mila beli, kamu bisa nggak?" tanya Dipta meminta kesanggupan Keysha.


"Wah kebetulan banget A. Iya aku bisa. Emang pesan berapa?" tanya Keysha antusias.


"Nggak tau. Ustadzah Mila tanya kesanggupan kamu dulu," jawab Dipta.


"Ya sudah bilang ke Ustadzah Mila kalau aku sanggup. Lusiana bantu Teteh ya?" pinta Keysha pada adik satu-satunya itu.


"Siap Teh!" sahut Lusiana.


"Alhamdulillah, semoga ada rejeki untuk kalian semua ya!" doa Bu Asih pada anak-anak. Beliau bersyukur sekali masih bisa bertahan hidup dengan anak-anaknya meski tanpa suami di sisinya lagi.


Dipta langsung menghubungi Ustadzah Mila lewat telepon. Ia lalu menyanggupi pesanan temannya Ustadzah Mila. Ternyata pesanannya lumayan banyak yaitu lima loyang bolu pisang. Katanya untuk suguhan acara tasyakuran di rumahnya minggu depan. Setelah jelas dengan pesanannya, Dipta pun menutup teleponnya dengan salam. Ia pun lalu memberi semangat pada Keysha.


"Nah besok sepulang sekolah, kamu langsung beli bahan-bahannya di pasar ya Key. Ini pakai uang Aa dulu," sahut Dipta sambil memberikan uang tiga ratus ribu rupiah yang diambil di dompetnya.


"Iya terima kasih A," ucap Keysha sambil mengambil uang pemberian Dipta.


"Nah mulai besok, Lusiana juga ikut promosi ya ke teman-teman kamu kalau kamu terima pesanan bolu pisang terus Ibu juga ya Bu, bilangin ke Ceu Ipit, kalau dari mulut Ceu Ipit pasti cepet sampainya ke satu kampung. Haha," kata Dipta sambil tertawa.


"Haha. Iya benar, dulu bimbel kamu itu Ceu Ipit yang punya andil besar buat promosi," sahut Bu Asih membela temannya.


"Ya sudah nanti sekalian kamu bikin enam bolu Key, yang satunya buat dibagiin gratis ke pembeli yang datang ke warung Ibu, hitung-hitung untuk promosi," Tukas Dipta.


Keysha pun menyetujui saran Dipta. Dalam hati mereka sama-sama berdoa semoga usahanya berkah dan laris manis.

__ADS_1


***


__ADS_2