CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)

CINTA LAMA BELUM KELAR (CLBK)
Klarifikasi


__ADS_3

Sebelum adzan subuh berkumandang, Dipta sudah bersiap-siap pergi ke rumah Ustadz Irfan. Dia bangun lebih awal karena tidak ingin Ustadz Irfan kecewa karena menunggunya terlalu lama.


Ustadz Irfan dan Dipta janjian untuk berangkat ke Bogor pukul 04.00 WIB dini hari untuk menghindari macet. Jadi mereka akan melaksanakan shalat subuh di jalan.


Sekitar pukul 03.45 WIB, Dipta membangunkan ibunya dan meminta izin untuk berangkat ke Bogor mengantar Ustadz Irfan mengisi ceramah ke dua tempat di daerah Bogor perbatasan kabupaten Sukabumi. Ibunya pun mendoakannya supaya lancar dan baik-baik saja di perjalanan. Dipta mengamini doa ibunya.


Lalu ia segera keluar dan bergegas menuju rumah Ustadz Irfan dengan berjalan kaki. Meski sebenarnya Dipta masih mengantuk karena tidurnya tak nyenyak tadi malam gara-gara memikirkan sikapnya pada Shakila malam tadi. Ia juga tak membalas SMS Shakila satupun.


Sebenarnya ia sadar kalau seharusnya ia tak bersikap seperti itu pada Shakila karena Shakila tidak mengerti apa salahnya jika Dipta tidak berbicara baik-baik.


Rasa sesalnya itu terus menghantui Dipta sampai saat ini tapi terkadang Dipta pun merasa Shakila pantas diperlakukan seperti itu karena ia telah berkhianat di belakang Dipta.


Tak terasa sampai juga Dipta di rumah Ustadz Irfan. Tak sampai dua menit ia mengucapkan salam, pintu rumah Ustadz Irfan pun terbuka. Rupanya Ustadzah Mila sudah bersiap membawa bekal makanan untuk suaminya dan Dipta.


Bekal makanannya isinya seperti lontong dan gorengan. Ada juga roti yang sudah dikasih selai cokelat dan keju. Ustadzah Mila pun mempersilahkan Dipta untuk masuk dan duduk dulu di dalam sambil menunggu suaminya selesai bersiap. Beliau pun izin meninggalkan Dipta ke dapur untuk membuatkannya secangkir teh manis hangat.


Kurang lebih sekitar lima menit Ustadzah Mila kembali sambil membawa secangkir teh manis hangat dan beberapa lontong juga gorengan. Lalu menawarkannya pada Dipta.


"Sudah sarapan belum Dip?" Dipta sebenarnya malu mau jawab jujur karena sebenarnya ia belum sarapan. Baru minum segelas air hangat sebelum berangkat ke rumah Ustadz Irfan. Melihat Dipta hanya tersenyum, Ustadzah Mila sadar kalau Dipta belum sarapan. "Ya sudah dimakan saja dulu Dip lontong sama gorengannya untuk mengganjal sementara, nanti di jalan sehabis shalat subuh, Ustadz Irfan pasti membawamu mampir ke warung bubur ayam langganannya."


"Terima kasih Ustadzah, saya makan ya lontong sama gorengannya," sahut Dipta sambil mengambil lontong yang sudah diletakkan di atas meja tamu.


"Iya silahkan. Ini memang untuk kamu. Ya sudah saya ke sana dulu ya," izin Ustadzah Mila sambil menunjuk ke arah kamarnya.


Dipta pun merasa beruntung karena perutnya memang sangat lapar, hal itu disebabkan malamnya ia tak enak makan memikirkan Shakila. Jadi baru terasa lapar ketika bangun tidur.


Setelah menghabiskan dua lontong dan dua gorengan, ia pun meminum teh manis yang masih hangat. Tak lama setelah itu, Ustadz Irfan keluar dari kamarnya. Dipta langsung mengambil tisu untuk mengelap tangannya yang berminyak, lalu bersalaman sambil mencium tangan Ustadz Irfan.


"Sudah dimakan belum Dip, lontong sama gorengannya?" tanya Ustadz Irfan sambil melihat isi piring untuk memastikan Dipta benar-benar sudah mengganjal perutnya.


"Alhamdulillah sudah Ustadz," jawab Dipta.


"Syukur deh. Sudah bisa jalan sekarang?" tanya Ustadz Irfan lagi.


"Sudah Ustadz tapi apa Ustadz juga sudah sarapan?" Dipta balik bertanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah saya juga sudah sarapan, kalau saya nggak sarapan lontong sama gorengan itu pasti ada yang bawel Dip," tukas Ustadz Irfan sambil melirik ke arah istrinya. Ustadzah Mila yang sadar disindir suaminya jadi menimpali ucapannya.


"Soalnya Dip kalau Ustadzmu masuk angin gara-gara nggak sarapan nanti saya yang repot kerokin dan pijitin," canda Ustadzah Mila pada suaminya. Dipta pun hanya tertawa mendengar celotehan mereka.


Ustadz Irfan pun memberikan kunci mobil kepada Dipta untuk dikeluarkan dari garasi rumahnya dan dipanasi sebelum berangkat.


Sekitar sepuluh menit kemudian, mereka pun siap untuk berangkat. Ustadz Irfan pamit pada istrinya. Begitu pula Dipta yang mengekor di belakangnya ikutan berpamitan.


***


Di sekolah saat jam istirahat tiba, Keysha bergegas menghampiri Shakila ke kelasnya untuk mengajaknya makan di kantin sekolah. Sekalian ada yang ingin Keysha bicarakan perihal hubungan Dipta dan Shakila.


"La...," panggil Keysha di depan pintu kelas Shakila. Saat itu Shakila masih merapihkan buku-bukunya untuk di simpan ke kolong meja. Shakila hanya melihat Keysha tanpa membalas panggilannya. Keysha mulai merasa tak enak sekarang. Ia merasa Shakila sakit hati dengannya juga Dipta. Ia pun menghampiri Shakila.


"La, makan ke kantin yuk!" ajak Keysha.


"Enggak ah Key, aku lagi malas makan," sahutnya cuek.


"Kenapa La? Kamu sakit?" tanya Keysha memastikan kesehatan sahabatnya.


"Enggak jadi deh. Aku mau nemenin kamu saja disini," sahut Keysha dengan nada suara yang mulai lirih. Mendengar jawaban Keysha, Shakila menjadi tak enak hati juga pada Keysha. Padahal Keysha nggak salah apa-apa tapi kenapa jadi dia yang kena imbasnya.


"Ya sudah, makan lotek Mang Entis yuk!" ajaknya pada Keysha. Melihat Shakila berubah pikiran, Keysha pun mulai semangat lagi untuk makan ke kantin.


"Boleh." Mereka pun bergandengan tangan dan pergi menuju kantin. Sesampainya disana, benar saja ucapan Shakila. Kantin sudah diserbu oleh anak-anak satu sekolahnya. Beruntung, lotek Mang Entis tidak terlalu antri, jadilah mereka bisa menikmatinya. Setelah mendapatkan pesanannya, mereka pun duduk di kursi yang berada di bawah pohon beringin yang terletak di pinggir kantin.


Angin sepoi-sepoi dan sejuk yang membuat mereka memilih duduk disini. Mereka pun langsung menyantap lotek favoritnya itu. Tak lama Shakila membuka percakapan duluan.


"Key, A Dipta kenapa ya? Apa yang membuat dia bersikap dingin ke aku? Aku SMS juga nggak di balas," curhat Shakila pada Keysha.


"A Dipta cemburu La!" sahut Keysha to the point ke titik permasalahannya. Mendengar jawaban Keysha, otomatis Shakila mengeryitkan dahinya seolah ia tak percaya dengan apa yang telah diucapkan Keysha.


"Cemburu? Kenapa?" tanya Shakila.


"Dia melihatmu jalan dengan laki-laki lain di toserba, dia melihatmu dengan jelas berduaan dengan laki-laki lain makan di food courtnya," jawab Keysha. Mendengar jawaban Keysha, Shakila langsung tersedak, ia kaget karena ia tak tau kalau Dipta menemukannya bersama laki-laki lain.

__ADS_1


Keysha yang melihat Shakila tersedak, langsung memberikan teh manis milik Shakila. Lalu ia bertanya lagi.


"Emang benar La dengan apa yang A Dipta lihat? Emang laki-laki itu siapa La?" interogasi Keysha pada Shakila, sampai-sampai membuatnya ciut harus berkata apa. Tapi akhirnya ia memilih jujur pada Keysha.


"Iya benar Key, aku jalan sama Adit tapi itu pun kami cuma makan saja karena Adit memintaku menemaninya makan. Awalnya aku menolak tapi karena kamu nggak bisa pulang bareng aku jadi aku nggak punya pilihan setelah Adit menghampiriku lagi ketika menunggu angkot. Ia mengajakku lagi. Karena sejujurnya aku takut pulang sendirian jadilah aku menyetujui permintaannya," jelas Shakila panjang lebar.


"Dan A Dipta kecewa La. Dia kecewa karena kamu sudah berani jalan berduaan dengan laki-laki yang bahkan bukan muhrimmu," tambah Keysha. Ia hanya membela apa yang patut dibela.


"Terus Aku harus bagaimana dong Key?" tanya Shakila memelas.


"Ya nanti kamu minta maaf saja sama A Dipta dan berjanjilah tidak akan mengulangi hal yang sama," jawab Keysha memberi saran terbaik menurutnya.


"Iya Key, nanti aku SMS untuk minta


maaf," sahut Shakila.


"Iya La nanti aja soalnya sekarang A Dipta masih di jalan, nganter Ustadz Irfan ke Bogor," tukas Keysha.


"Oh iya ya, aku hampir lupa. Memangnya A Dipta sekarang jadi asistennya Ustadz Irfan ya?" tanya Shakila.


"Bukan asisten La tapi supir," jawab Keysha setelah menghabiskan minumannya.


"Oh A Dipta bisa bawa mobil?" tanya Shakila kaget karena ia tak mengetahui kalau Dipta bisa mengendarai mobil.


"Bisa La. Oh ya La, kamu emang nggak ada hubungan apa-apa kan sama Adit?" tanya Keysha balik lagi ke inti pembicaraan.


"Enggak kok Key, cuma teman saja," ucap Shakila berusaha meyakinkan Keysha.


Tapi sesungguhnya semua itu hanya Shakila yang tau. Dia memang sangat mencintai Dipta tapi dia merasa tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Dipta. Sejatinya Shakila membutuhkannya tetapi dia tidak bisa menuntut apa-apa dengan Dipta karena hubungan mereka hanya sebatas saling mengetahui perasaan masing-masing lalu menjaga hati satu sama lain.


Sejujurnya Shakila ingin sekali mendapat perhatian dari Dipta meskipun hanya melalui SMS. Tapi Dipta tak pernah melakukannya. Ia ingin Dipta SMS yang isinya menanyakan apakah ia sudah tidur atau belum, atau sudah makan atau belum. Pokoknya ia membutuhkan perhatian Dipta tapi tak pernah ia dapatkan selama ini.


Perhatian itu justru datang dari laki-laki lain bernama Adit!


***

__ADS_1


__ADS_2