
Sesampainya di sekolah, Shakila langsung menghampiri Keysha ke kelasnya. Ia mendapati Keysha yang sedang duduk di kursinya sambil membersihkan mejanya dengan tisu.
"Key!" sapa Shakila dari pintu kelas sambil berjalan masuk ke arah Keysha.
"Ya La. Kenapa? Tumben pagi-pagi begini udah nyamper," tanya Keysha bingung. Karena biasanya mereka bertemu kalau istirahat dan pulang sekolah saja.
"Ada yang mau aku bicarakan!" ucapnya sambil tersenyum lebar.
"Tentang apa?" tanya Keysha makin bingung.
"Tentang Aa kamu. A Dipta!" sahutnya masih tersenyum lebar yang diikuti kedipan matanya.
"Emang A Dipta kenapa La?" Keysha makin heran.
"A Dipta bilang dia sayang sama aku dan aku juga bilang sayang sama dia. Tapi kita nggak pacaran Key. A Dipta nggak mau pacaran katanya. Jadi kita menjalankan hubungan tanpa status. Tapi kita saling janji untuk jaga hati kita masing-masing. Nanti kalau sudah waktunya, A Dipta akan melamarku," cerita Shakila sambil terus tersenyum ketika menceritakannya.
"Kamu serius La?" tanya Keysha seolah tak percaya.
"Benar Key! Aku serius. Ini buktinya SMS dari A Dipta," sahut Shakila sambil memberikan HP-nya. Keysha pun membaca isi SMS dengan seksama. Setelah dia ingat-ingat, ternyata memang betul karena tadi malam ia sempat curiga kenapa A Dipta membawa folder Shakila ke kamar dan langsung menutup pintu kamar padahal nggak biasanya dia tutup pintu kamar.
Ingatan Keysha kembali ke tiga tahun silam saat ia masih SMP kelas dua. Waktu itu Dipta menemukan secarik kertas surat di atas tumpukan buku Keysha dan membacanya.
Betapa terkejutnya Dipta setelah membaca isi surat tersebut. Ternyata surat itu adalah surat cinta untuk Keysha dari teman laki-lakinya yang menyatakan cinta padanya dan ingin Keysha jadi pacarnya.
Tak lama setelah membaca surat itu, Dipta memanggil Keysha dan bicara empat mata.
"Key, lagi apa?"
"Mau angkat jemuran A. Kenapa?"
"Sini dulu."
Keysha pun menuruti perintah kakaknya dan masuk ke dalam kamar.
"Kenapa A?" tanya Keysha.
"Ini apa?" Dipta balik bertanya sambil memberikan surat cinta yang telah ditemukannya. Tapi Keysha tak menjawab. Ia diam karena ia takut juga malu.
"Kenapa nggak di jawab?" tanya Dipta tegas.
"Takut A," jawab Keysha.
"Nggak usah takut. Aa cuma mau tau. Kamu sudah baca?"
__ADS_1
"Sudah."
"Sudah kamu balas suratnya? Atau sudah kamu jawab permintaannya?" telisik Dipta.
"Belum A. Itu masih ku simpan dari seminggu yang lalu dan aku belum jawab apa-apa," jawab Keysha jujur.
"Kamu suka juga sama cowok ini?"
"Nggak tau A," jawab Keysha asal karena sebenarnya dia suka juga sama cowok yang mengirimkannya surat ini. Namanya adalah Kaisar. Cowok paling ganteng di sekolahnya. Dia mantan ketua osis. Dia juga senior Keysha. Banyak anak perempuan di sekolahnya ngefans sama Kaisar.
Tapi dia belum menjawab surat Kaisar karena dia takut. Takut pada ayah dan ibunya. Berkali-kali ayah menasehati anak-anaknya untuk tidak pacaran. Karena ayahnya khawatir kalau anak-anaknya terjerumus pergaulan bebas.
Melihat tingkah laku Keysha, Dipta sadar kalau Keysha sedang berbohong.
"Kamu bohong ya Key? Sudah jujur saja sama Aa. Aa janji nggak akan cerita ke ayah dan ibu," ucapnya memberi ketenangan pada Keysha.
"Iya aku juga suka sama dia. Tapi aku nggak mau membantah nasihat ayah dan ibu, makanya aku belum bisa balas surat itu," jawab Keysha dengan tertunduk.
"Ya sudah jawab saja maaf kalau kamu nggak boleh pacaran. Kalau dia cowok baik pasti dia akan mengerti. Lagian kasihan ayah dan ibu Key, takut mereka kecewa kalau tau anaknya nggak menuruti nasihatnya," sahut Dipta.
"Iya A. Nanti akan aku jawab begitu." Keysha pun menuruti saran Dipta.
Tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi. Mengagetkan Keysha yang sedang mengingat memori tiga tahun silam. Shakila juga bingung kenapa Keysha malah terdiam setelah mendengar kalau A Dipta dan Shakila menjalani hubungan tanpa status.
"Oh bukan gitu La. Hanya saja aku teringat dulu A Dipta juga memintaku menolak Kaisar. Karena dia bilang kasihan ayah dan ibu kalau aku nggak nurut."
"Oh begitu. Tapi kamu ridho kan kalau aku sama A Dipta?" tanya Shakila lagi.
"Aku ridho banget lah La! Aku juga ikut senang dengarnya. Semoga kalian berjodoh ya." Doa yang tulus terucap dari mulut Keysha untuk kakaknya dan sahabatnya.
"Terima kasih ya Key." Shakila pun memeluk Keysha sebagai tanda terima kasih.
"Ya sudah sana masuk kelas. Nanti kamu terlambat lho!" ujar Keysha.
"Oke calon adik iparku!" canda Shakila sambil berlari menuju kelasnya.
***
Sesampainya di rumah. Keysha langsung mencari keberadaan Dipta.
"Assalamualaikum Bu, A Dipta mana?" salim Keysha pada Bu Asih yang sedang menjaga warung.
"Waalaikumsalam. Ada di dalam. Kok tumben pulang sekolah langsung cari Aa?" tanya Bu Asih heran.
__ADS_1
"Iya soalnya ada hal penting yang mau Keysha tanyakan!" jawab Keysha sambil membuka sepatu dan kaos kakinya.
"Ada apa sih?" tanya ibunya makin heran.
"Nanti aku kasih tau." Bisik Keysha. Ia pun masuk ke dalam rumah dan menemukan Dipta yang sedang membuat kopi di dapur.
"Aa..." teriak Keysha di sebelah Dipta.
"Apa sih? Bikin kaget aja!" tanya Dipta.
"Aa nembak Shakila? Aa bilang sayang ke Shakila? Bener A?" tanya Keysha merepet.
"Kamu tau dari Shakila?" tanya Dipta tepat sasaran.
"Iya! Dia cerita tadi pagi di sekolah dan dia juga nunjukin SMS dari Aa."
"Iya benar," jawab Dipta males-malesan karena dia yakin Keysha akan heboh sendiri dan pasti bocor ke ibu dan Lusiana.
"Tapi Aa benar nggak pacaran kan?"
"Iya enggak! Aku sudah kasih Shakila pengertian dan untungnya dia ngerti."
"Gimana rasanya jalanin hubungan tanpa status A?" tanya Keysha lagi.
"Ya nggak tau! Ini lagi dicoba. Yang jelas Aa akan jaga Shakila sebelum dia benar-benar jadi istri Aa. Aa nggak akan berani macam-macam sama dia!"
"Emang kalau sudah suami istri boleh macam-macam A?" tanya Keysha polos.
"Nanti tuh kalau kamu udah jadi istri orang ibaratnya ujung kaki sampai ujung rambutmu jadi miliknya!" tukas Dipta.
"Ihhh udah ah jangan dilanjutin. Geli sendiri aku dengarnya!" Keysha sedikit bergidik karena membayangkan yang macam-macam.
"Makanya kamu jangan pacaran! Kamu nggak akan kuat menjalankannya. Percaya deh," tukas Dipta meyakinkan Keysha.
"Iya. Iya. Aku ngerti! Cie... Cie... Yang udah punya HTS-an! Tiap habis magrib aku bakal jadi obat nyamuk nih," ledek Keysha.
"Dari awal kamu emang udah jadi obat nyamuk Key! Haha," canda Dipta.
"Ya sudah aku laporan dulu ya sama Ibu!" Keysha pun ngacir ke warung tempat dimana ibu sedang menunggu.
Seketika jantung Dipta berdegub kencang! Apa yang akan ibunya katakan kalau tau Dipta sudah bilang sayang ke Shakila?
Setujukah nantinya bila ibu tau Dipta sedang menjaga hati untuk Shakila?
__ADS_1
***