Cinta Pelampiasan

Cinta Pelampiasan
17 BERTEMU ROY


__ADS_3

Kehadiran Kuncoro menjadi pusat perhatian, posisi direktur merupakan magnet untuk orang yang ingin menjalin kerjasama dengan PT. Sinar Mas.


Ketika orang sibuk memperhatikan Kuncoro, Hanna malah memperhatikan ruangan perjamuan yang berbentuk kubah besar dengan lampu kristal tergantung di langit-langit. Dinding dan perabot berwarna putih dominan menyilaukan mata seolah sedang berada di negeri cahaya. Hanna sampai terkesima dengan dekor ruangannya.


Meskipun memperhatikan hal lain, Hanna tetap patuh berada di samping Kuncoro. Dia ikut berjabat tangan ketika ada orang yang menyalami Kuncoro.


Hanna pernah menghadiri perjamuan sebelumnya jadi tidak terlalu bingung. Hanya perlu mengikuti alur, berinteraksi dengan orang sekitar. Bila merasa lelah, tinggal mencari ruang istirahat untuk rehat.


Dia tidak pernah ambil pusing dengan lingkaran hubungan kaum sosialita. Walaupun menurutnya hubungan kaum sosialita ini sedikit rumit dan melelahkan. Dia yang suka ketenangan perlu tenaga ekstra dalam menghadapi situasi yang bising, dan menjadi pusat perhatian.


Hanna berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ada beberapa orang yang pernah dia lihat di televisi, selebihnya dia tidak mengenal mereka.


Perjamuan ini lebih mewah dari perjamuan yang pernah ia datangi, bisa dipastikan kalau perjamuan ini diadakan oleh orang penting.


Hanna berhenti ketika Kuncoro menarik tangannya dengan kuat. Rasa sakit membuat Hanna menarik jari Kuncoro yang memegang pergelangan tangannya. Namun bagi orang lain tindakan Hanna terlihat sedang membalas gandengan Kuncoro.


" Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? " sapa Roy


Kuncoro memandang pasangan yang berdiri di depannya. Tidak ada ekpresi di wajahnya.


" Sangat baik. " jawab Kuncoro singkat


" Kalau ada waktu pulanglah ke rumahPapa merindukanmu." Roy tahu bahwa papanya merindukan Kuncoro tapi tidak pernah disampaikan.


" Tidak ada waktu " Kuncoro


Hanna mendengar percakapan mereka berdua kemudian mendongak. Ketika dia melihat orang yang sedang berbicara dengan Kuncoro dia membelalakkan matanya. Hal pertama yang ingin dia lakukan adalah menjitak kepala Roy seperti waktu dulu Roy menjitak kepalanya saat melakukan kesalahan. Tapi mengingat di sini banyak orang maka dia menahan diri untuk tidak bersikap berlebihan.


" Kak Roy? " Hanna menyapa Roy dengan senyum mengembang.


Roy memandang Hanna dengan seksama, ada keterkejutan di wajahnya. Setelah sekian tahun baru sekarang bertemu. Dia ingin menjabat tangan Hanna tapi Kuncoro lebih dulu mengangkat tanga kirinya yang sedang menggenggam pergelangan tangan Hanna.


Terlintas keterkejutan di mata Roy, bagaimana mungkin Kuncoro bersama dengan Hanna.


" Kalian?... " Roy tidak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


" Seperti yang kamu lihat " Kuncoro menggoyang tangannya yang sedang bergandengan dengan Hanna. Kemudian dia tersenyum pada Hanna sambil memandang wajah Hanna. Reflek, Hanna juga membalas senyum Kuncoro. Ini kali pertama Hanna melihatnya Kuncoro tersenyum dari jarah sedekat ini.


Sebenarnya kalau Kuncoro bersikap baik seperti ini dia juga tidak akan terlalu membenci.


Roy tersadar dari keterkejutannya kemudian mengangguk pelan.


" Baguslah kalau begitu. " ucap Roy sembari meraih pinggang wanita yang ada disampingnya.


" Lama tidak bertemu denganmu sekarang kamu banyak berubah. Aku hampir tidak mengenalimu. " Roy ditujukan untuk Hanna.


Kuncoro mengepalkan tangannya melihat Roy merangkul pinggang Stella. Perasaan tidak rela menggerogoti hatinya.


" Kak Roy juga banyak berubah." Hanna melirik tangan Roy yang melingkar di pinggang Stella sebagai bentuk protes.


" Kalau diingat-ingat kak Roy salah besar karena pergi ga bilang-bilang. Rasanya pengen aku jitak sampai benjol. " Hanna berkata geram.


" Memang aku yang salah tidak memberitahumu. Maafkan aku. " Roy meminta maaf untuk dirinya sendiri dan juga orang yang dicari oleh Hanna.


" Apaan sih? Kalau mau minta maaf yang tulus! " Hanna merasa kesal dengan sikap Roy. Roy pernah berjanji padanya untuk menemukan Aloysia. Tapi Roy tidak bisa memenuhi janji itu malah menghilang tanpa jejak. Ketulusan yang diminta oleh Hanna adalah membawa Aloysia padanya.


Spontan Hanna menutup mulutnya sambil ternganga, dia kaget karena Roy sudah berubah. Hanna segera mengontrol emosinya meskipun dia belum bisa menerima bahwa Roy memilih Stella menjadi istrinya.


" Hallo kak Stella. " Hanna memberi salam tapi tidak bisa berjabat tangan karena Kuncoro tidak melepaskan genggamannya, yang ada malah genggamannya semakin kuat.


Stella membalas dengan senyuman.


Tunggu, tiba-tiba Hanna ingat sesuatu. Bukannya Stella adalah pacar Kuncoro yang akan menikah dengan kakaknya. Jadi Roy adalah ?


" Kak Roy kakak Kuncoro? " Hanna memastikan


Roy menggangguk sebagai jawaban


" Sialan. " batin Hanna sambil memandang Kuncoro.


" Kalian pasangan yang serasi. " Hanna tersenyum mengoda pada Roy supaya Kuncoro panas. Hanna melupakan tujuan utamanya datang ke perjamuan ini.

__ADS_1


Bukannya panas dengan ocehan Hanna, Kuncoro malah menebak Hanna dan Roy memiliki hubungan yang spesial. " Lalu selama ini, Hanna menganggap Parto sebagai pelampiasan? "


" Sejak kapan kamu dekat dengan Kuncoro? " Roy


" Emm... " Hanna melihat Kuncoro


" Sudah lama. " Kuncoro menyela ucapan Hanna


Hanna mengangguk mengiyakan. Dia Hanya perlu mengikuti kemauan Kuncoro maka investasi aman.


Stella memegang lengan Roy. Terkesan sedang bergelayut. Meski tidak mengatakan apa - apa tapi dapat dilihat kalau ia sedang bermanja.


Tanpa sadar Hanna mengalihkan pandangan pada Kuncoro. Melihat pacar sendiri bermesraan dengan orang lain memang menyakitkan. Hanna dapat memahami perasaan Kuncoro.


" Kalian berdua bersenang-senanglah. Aku ingin berkeliling dulu. " Hanna merangkul lengan Kuncoro lalu meninggalkan Roy dan Stella.


Kuncoro merupakan sosok yang bersinar di kalangannya. Beberapa orang menyapanya untuk memberi muka. Dalam perjamuan semacam ini tidak lain untuk menambah koneksi.


Kuncoro bergabung dengan beberapa pria, dia juga punya kepentingan sendiri. Hanna sudah bosan mengikuti Kuncoro, lagian percakapan mereka Hanna tidak paham sama sekali.


" Aku akan berkeliling sebentar. " Hanna berbisik di telinga Kuncoro


Orang yang melihat interaksi antara Hanna dan Kuncoro merasa mereka pasangan serasi, wanita cantik dan pria tampan.


Kuncoro tidak menolak kedekatan Hanna. Hanya saja dia merasa gatal di telinga lalu menjalar di Hati. Semakin kesini dia merasa terbiasa ada yang mengikuti, rasanya tidak buruk.


Hanna berkeliling sebentar. Kemudian duduk di kursi istirahat. Dia bukan pebisnis, pesta seperti ini tidak cocok dengannya. Tidak ada ketenangan seperti ketika dia melukis.


Hanna mengambil minuman yang ditawarkan pelayan, mengesap minuman itu perlahan sambil memperhatikan sekeliling.


Tidak ada yang menarik, hanya Dia yang merasa Perjamuan ini membosankan.


Berpasangan dengan Kuncoro membuat Hanna menjadi target iri beberapa kaum hawa. Kuncoro merupakan pengusaha muda yang sukses, kekayaannya tidak habis dimakan tujuh turunan. Menjadi Ny.Kuncoro merupakan dambaan banyak orang. Hanya memiliki pemikiran sederhana sehingga tidak berfikir yang aneh-aneh. Namun disebuah sudut ada orang yang sedang memperhatikan dirinya.


Hanna memanggil pelayan yang lewat kemudian meletakkan gelas kosong yang dipegangnya.

__ADS_1


setelah beristirahat sebentar, Hanna berencana mencari Kuncoro. Dia berkeliling di lantai bawah, sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. Beberapa orang bergerombol sambil berbincang dan minum. Tidak sedikit dari mereka melihat Hanna. Penampilan Hanna sederhana namun memancarkan pesona tersendiri, dengan gaun yang dikenakannya dia terlihat anggun. Wajahnya cantik alami dengan sedikit riasan menambah nilai pada dirinya.


__ADS_2